Advertisement
Gaun Animasi Digital Diluncurkan, Bisa Berubah Pola dalam Sekejap
Sabtu (14/10/2023) waktu setempat, gaun tersebut diperkenalkan dalam sebuah acara konferensi kreativitas Adobe MAX 2023 pada Rabu (11/10) kemarin. Gaun tersebut ditemukan oleh seorang ilmuwan bernama Christine Dierk dan menyebut karyanya sebagai gaun digital yang menghidupkan kain. - ist - People
Advertisement
Harianjogjacom, LOS ANGELES—Adobe, perusahaan perangkat lunak meluncurkan pakaian digital dan interaktif bernama Project Primrose, yakni sebuah gaun animasi digital yang dapat berubah pola di Adobe MAX 2023, Los Angeles, Amerika Serikat beberapa waktu lalu.
Melalui people.com, Sabtu (14/10/2023) waktu setempat, gaun tersebut diperkenalkan dalam sebuah acara konferensi kreativitas Adobe MAX 2023 pada Rabu (11/10) kemarin. Gaun tersebut ditemukan oleh seorang ilmuwan bernama Christine Dierk dan menyebut karyanya sebagai “gaun digital yang menghidupkan kain”.
Advertisement
“Berbeda dengan pakaian pada umumnya yang statis, Primrose memungkinkan saya menyegarkan penampilan dalam sekejap,” kata Dierk sambil mengenakan pakaian interaktif ini, yakni berupa gaun strapless selutut yang dilengkapi banyak layar kecil seperti sisik.
Ia pun mendemonstrasikan perubahan pola yang terjadi pada gaun miliknya. Saat ia mengatakan “momen”, seketika pola dan warna gaun tersebut berubah dari putih gading menjadi warna perak metalik.
Perubahan unik ini segera disambut dengan helaan napas dan sorak-sorai dari penonton yang hadir dalam konferensi ini. Setelah perubahan warna awal, gaun tersebut mengalami lebih banyak perubahan, mulai dari sisiknya berubah membentuk beberapa pola berbeda, dari garis seperti chevron hingga desain berlian.
BACA JUGA: Duh, 85 Kepala Desa Diduga Selewengkan Dana Bantuan Hukum
Menariknya, gaun buatan tangan Dierk ini dapat dibuat dalam bentuk animasi dengan mengaktifkan pola bergerak. Selain dapat mengubah pola pada gaun, Project Peimrose juga memiliki mode tanpa kancing dengan mengandalkan sensor yang telah disematkan.
“Fesyen tidak harus statis, bisa dinamis bahkan interaktif. Dan kami bersemangat untuk masa depan di mana terdapat lebih banyak cara untuk mengekspresikan diri,” kata Dierk.
Sedangkan, teknologi di balik gaun interaktif itu, yakni modul penyebar cahaya reflektif untuk sistem tampilan fleksibel nonemisi telah diuji coba dalam skala kecil sebelumnya. Tahun lalu, Adobe telah mencoba mengaplikasikan teknologi itu ke atas kanvas dan tas tangan, tetapi percobaan tersebut masih dalam tahap awal saat itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Lagi, Tiga Prajurit Indonesia Terluka dalam Ledakan di Lebanon
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Tabrakan Maut di Sedayu Bantul, 3 Remaja Tewas
- Hari Ini, Sal Priadi CS Manggung di Lapangan Pancasila UGM
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
Advertisement
Advertisement








