Advertisement
Mengenal Istilah RON pada Bahan Bakar
Ilustrasi. Petugas mengisin bahan bakar minyak (BBM) Shell Regular di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pondok Cabe, Tangerang Selatan, belum lama ini. - Bisnis Indonesia/Endang Muchtar
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kerap kali Anda membaca atau mendengar istilah RON yang digunakan untuk menilai kualitas bahan bakar. Berikut ini penjelasan lengkapnya mengenai RON.
RON (Research Octane Number) atau tingkat oktan merupakan acuan dalam memilih jenis bahan bakar yang paling sesuai dengan spesifikasi kendaraan yang dimiliki.
Advertisement
RON berguna untuk mengukur stabilitas bahan bakar. Angka RON menunjukkan tekanan yang dihasilkan saat bahan bakar melalui proses pembakaran pada mesin kendaraan.
Setiap mesin memiliki jenis kompresi yang berbeda dan memerlukan bahan bakar tertentu sesuai dengan tingkat RON yang direkomendasikan dalam buku panduan untuk mendapatkan performa kendaraan yang optimal.
Setiap mobil memiliki preferensi RON yang berbeda. Tidak semua mesin bisa menggunakan bahan bakar dengan RON tinggi, dan begitu pula sebaliknya.
Penggunaan bahan bakar dengan tingkat oktan yang tidak sesuai dengan kompresi mesin dapat menyebabkan timbulnya kerak dan residu yang bisa memperpendek umur busi. Ada lima jenis tingkat oktan yang disesuaikan dengan rasio kompresi mesin demi performa yang optimal:
RON 88:
Tingkat oktan terendah, cocok untuk kendaraan dengan rasio kompresi mesin 9:1.
RON 90:
Paling banyak digunakan di Indonesia, cocok untuk kendaraan dengan rasio kompresi mesin 10:1.
RON 92:
Cocok untuk kendaraan dengan teknologi Electronics Fuel Injection (EFI) dan mesin dengan rasio kompresi 10:1 hingga 11:1.
RON 98:
Tingkat oktan tertinggi di Indonesia, biasanya digunakan untuk mobil sport dan premium dengan rasio kompresi 11:1 sampai 13:1.
RON 100:
Tingkat tertinggi, digunakan untuk mobil balap dengan kompresi mesin tinggi dari 13:1 ke atas. Penggunaan bahan bakar yang tidak ideal dapat membuat ruang pembakaran cepat kotor. Pilihlah bahan bakar berkualitas dengan formula yang mampu melindungi mesin dari penumpukan kotoran.
Di beberapa negara, seperti di Indonesia, angka RON digunakan untuk tolak ukur dalam menilai kualitas bahan bakar yang tersedia di pom bensin.
BACA JUGA: Hujan Deras Merata di Gunungkidul Kemarin, BPBD: Tak Pengaruhi Ketersediaan Air Bersih
Misalnya, Pertalite memiliki nilai yang lebih rendah daripada Pertamax, sehingga Pertamax dianggap lebih baik dalam mencegah knocking dan memberikan performa lebih baik pada mesin.
Memilih bahan bakar dengan tingkat oktan yang sesuai dapat menjamin kinerja mesin supaya optimal, meningkatkan efisiensi bahan bakar, dan memberikan pengalaman berkendara yang lebih halus. Seiring dengan kemajuan teknologi, dunia RON kemungkinan dapat menyaksikan inovasi yang menarik, yang akan membentuk masa depan bahan bakar otomotif.
Menggunakan bahan bakar dengan tingkat oktan yang sesuai dengan persyaratan mesin sangat penting untuk memastikan mesin beroperasi secara optimal dan efisien.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement







