CdM Cek 18 Cabor Indonesia Jelang Asian Games 2026
CdM Indonesia Todotua Pasaribu telah mengecek 18 dari 35 cabor yang diproyeksikan tampil di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Ilustrasi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Artificial intelligence atau AI saat ini digunakan untuk berbagai hal. Potensi AI tampak tak terbatas, memenuhi hampir semua kebutuhan kita. Mulai dari membuat rencana perjalanan pribadi hingga menyusun resep dari bahan sisa di dapur.
Interaksi yang mulus dengan AI, yang terus belajar dan membuat percakapan lebih personal dan sesuai, menimbulkan pertanyaan menarik: Bisakah AI digunakan untuk dukungan kesehatan mental? Apakah hanya untuk sekadar meluapkan perasaan, mendengar cerita ringan, atau mencari dorongan sederhana atas keberhasilan kecil?
Namun, di mana batasannya? Haruskah AI digunakan untuk dukungan kesehatan mental?
BACA JUGA: Dewan Pers Sebut AI Jadi Tantangan Terbesar Pers ke Depan
Dalam wawancara dengan Hindustan Times, Dr. Deepak Patkar, Direktur Pelayanan Medis dan Kepala Imaging di Nanavati Max Super Speciality Hospital, menjelaskan lebih jauh tentang chatbot AI, kapan penggunaannya tepat, dan kapan kita harus menarik garis batas.
AI mudah diakses dan sangat praktis. Dengan hanya memberikan perintah sederhana, AI dapat memberikan jawaban yang dipersonalisasi.
"Chatbot AI, yang didukung oleh pembelajaran mesin canggih dan pemrosesan bahasa alami, telah merevolusi aksesibilitas layanan kesehatan mental. Mereka adalah pilihan menarik untuk dukungan emosional awal karena mampu memberikan tanggapan cepat dan non-judgmental ketika seseorang meluapkan perasaan atau berbagi pemikiran biasa. Namun, perannya dalam kesehatan mental tetap kompleks,” kata Dr. Patkar, dikutip dari The Hindustan Times, Jumat (10/1/2025).
Menurut Dr. Patkar, chatbot AI cocok untuk dukungan emosional awal. Berdasarkan penelitian, chatbot terbukti membantu menangani masalah intensitas rendah seperti kekhawatiran atau stres ringan.
Ia menjelaskan pendekatan terapi perilaku kognitif telah dimasukkan ke dalam aplikasi seperti Woebot dan Wysa untuk membantu pengguna mengidentifikasi dan menghadapi pikiran negatif. Sumber daya ini menawarkan dukungan 24/7 dan dapat mengurangi stigma, terutama bagi mereka yang enggan mencari bantuan profesional.
Selain itu, chatbot sangat baik dalam mengajarkan mekanisme penanganan emosional dan melacak pola suasana hati. Namun, AI memiliki keterbatasan yang signifikan dalam memberikan dukungan kesehatan mental. Memahami batasan ini sangat penting.
Dr. Patkar menyoroti bahwa chatbot tidak mampu menangani masalah kesehatan mental yang rumit dan tidak memiliki kedalaman empati serta pemahaman manusia.
"Chatbot tidak dapat mendiagnosis atau menangani masalah kesehatan mental yang kompleks. Mereka juga memiliki keterbatasan dalam menangani situasi darurat dengan efektif, yang bisa berujung pada konsekuensi tragis jika pengguna berada dalam momen kritis,” ungkapnya.
Dr. Patkar menjelaskan bahwa chatbot sebaiknya digunakan untuk tujuan informal, seperti melampiaskan emosi atau mengatasi stres sehari-hari.
"Mereka bekerja paling baik ketika digunakan bersama terapi konvensional, bukan sebagai pengganti. Jika Anda mengalami ketidaknyamanan emosional ekstrem, pikiran untuk bunuh diri, atau rasa tidak bahagia yang berkelanjutan, selalu konsultasikan dengan praktisi kesehatan mental besertifikat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa zona aman untuk menggunakan chatbot adalah sebagai langkah awal untuk memahami perasaan Anda, bukan sebagai solusi untuk masalah yang lebih serius. Dr. Patkar menyimpulkan, ketika bantuan ahli diperlukan, selalu prioritaskan itu, dan gunakan alat AI dengan bijak sesuai batas dukungannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
CdM Indonesia Todotua Pasaribu telah mengecek 18 dari 35 cabor yang diproyeksikan tampil di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Xabi Alonso memuji atmosfer suporter Chelsea di SUGBK setelah The Blues menang 3-0 atas AC Milan pada Indonesia Super Cup 2026.
Industri alas kaki tumbuh 11,3% pada kuartal II/2026. Aprisindo menilai ekspor, investasi, dan pasar domestik menopang kinerja.
Mario Suryo Aji terjatuh di Q2 Moto2 Inggris 2026 dan harus start dari posisi ke-18 setelah sebelumnya tampil kompetitif di sesi practice.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 9 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 9 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal tiap stasiun di sini.