Advertisement
Kegagalan iPhone Air Picu Mundurnya Tren HP Ultra-Tipis
iPhone Air - Apple.com
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—iPhone Air dilaporkan gagal menarik minat konsumen. Alhasil, sejumlah vendor Android besar membatalkan atau menunda proyek ponsel tipis mereka untuk fokus ke model lebih konvensional.
Hal itu dilaporkan oleh DigiTimes, Sabtu (29/11/2025). Dalam laporannya terungkap bahwa raksasa teknologi China, Xiaomi, Oppo, dan Vivo, dikabarkan membatalkan rencana peluncuran ponsel berdesain ultratipis.
Advertisement
Pembatalan ini diduga kuat merupakan respons atas kinerja iPhone Air yang tidak memenuhi ekspektasi di pasaran. Indikasi tersebut semakin diperkuat dengan langkah yang diambil oleh para pemasok utama Apple.
Foxconn, salah satu pemasok kunci Apple, dilaporkan telah mengurangi lini produksi untuk iPhone Air. Sementara itu, pemasok lainnya, Luxshare, bahkan disebut telah menghentikan produksi perangkat tersebut sepenuhnya.
BACA JUGA
Gelombang dampaknya tidak hanya berhenti pada rantai pasokan. Desainer utama iPhone Air juga dikabarkan memutuskan untuk hengkang dari perusahaan. Di sisi lain, Apple dilaporkan memutuskan untuk menunda pengembangan model penerus dari ponsel ultratipis tersebut.
Fenomena lesunya pasar ponsel ultratipis ini ternyata tidak hanya dialami oleh Apple. Samsung juga menghadapi kendala serupa dengan lini Galaxy S25 Edge-nya, yang penjualannya disebut kurang memuaskan. Bahkan, beredar laporan bahwa Samsung telah memutuskan untuk membatalkan rencana produksi generasi penerusnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Konflik Laut Hitam Memanas: Ukraina Klaim Hancurkan Kapal Selam
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Nataru Lancar, Kontraktor Tol Jogja-Solo Tambal Jalan dan Stop Truk
- Viral Dugaan Klitih Ngampilan, Polisi Kumpulkan Saksi
- Nataru di Gunungkidul, Ibu Hamil Didata dan Pengamanan Disiapkan
- Aduan Terbanyak Ombudsman DIY 2025: Pemda, Kepolisian, Layanan Swasta
- Bantul Kekurangan 153 Kepala Sekolah TK hingga SMP
Advertisement
Advertisement




