Advertisement

Demi Keselamatan, China Larang Gagang Pintu Elektrik Mobil

Jumali
Jum'at, 02 Januari 2026 - 22:37 WIB
Jumali
Demi Keselamatan, China Larang Gagang Pintu Elektrik Mobil Ilustrasi mobil listrik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah China melarang penggunaan gagang pintu elektrik pada mobil mulai 2027. Kebijakan ini diambil demi keselamatan penumpang setelah sejumlah kecelakaan fatal menyulitkan proses evakuasi.

Carscoops mengungkapkan regulasi baru ini mewajibkan seluruh kendaraan penumpang dengan berat di bawah 3,5 ton untuk dilengkapi dengan gagang pintu interior dan eksterior yang memiliki fungsi mekanis. Hal ini bertujuan untuk memastikan pintu tetap dapat dibuka secara manual dalam kondisi darurat, meskipun daya listrik kendaraan mati total.

Advertisement

Rancangan peraturan ini pertama kali diusulkan oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China pada Desember lalu. Kebijakan ini muncul sebagai respons atas meningkatnya tantangan yang dihadapi petugas penyelamat saat mengevakuasi korban dari mobil listrik (EV) modern yang menggunakan desain pintu elektrik penuh.

Gagang pintu elektrik yang dapat ditarik (pop-out) seperti pada Tesla Model S dan BYD Seal, serta model tekan pada Tesla Model 3 dan Y, menjadi sasaran utama aturan ini. Meskipun desain tersebut diklaim meningkatkan estetika dan aerodinamika, fungsinya terbukti bermasalah saat sistem kelistrikan mobil rusak pasca-benturan.

Insiden memilukan menjadi pemicu utama lahirnya kebijakan ini. Pada Oktober lalu, seorang penumpang tewas dalam kecelakaan di Chengdu karena saksi mata di lokasi gagal membuka pintu kendaraan yang terkunci secara elektronik.

Kejadian serupa dilaporkan oleh Sixth Tone, di mana tiga orang kehilangan nyawa dalam kecelakaan yang melibatkan Xiaomi SU7 Ultra di Tongling. "Bagian dalam pintu menggunakan tombol yang tidak dapat beroperasi jika daya mati. Bahkan saat kaca jendela dipecahkan, petugas tetap kesulitan menjangkau tuas pembuka," ungkap seorang sumber kepada media lokal The Paper.

Regulasi ini sekaligus mematahkan klaim produsen mengenai efisiensi tinggi dari desain gagang pintu rata. Data menunjukkan bahwa manfaat aerodinamis dari desain ini sangat kecil, yakni hanya mengurangi hambatan sekitar 0,005 hingga 0,01 pada koefisien drag.

Angka tersebut hanya setara dengan penghematan energi sekitar 0,6 kWh per 100 kilometer. Nilai efisiensi yang minim ini dinilai tidak sebanding dengan risiko keselamatan yang ditimbulkan bagi nyawa penumpang.

Sebagai pengekspor mobil terbesar di dunia, kebijakan China diprediksi akan memicu perubahan desain skala global. Produsen otomotif Barat yang beroperasi di China kemungkinan besar akan menyesuaikan desain standar mereka agar tetap mematuhi aturan baru demi mengoptimalkan biaya produksi massal.

Dengan kata lain, tren gagang pintu mobil dunia diperkirakan akan kembali ke sistem mekanis konvensional yang lebih aman mulai tahun 2027 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Wabah Diare di Indore India, 9 Tewas Ratusan Dirawat

Wabah Diare di Indore India, 9 Tewas Ratusan Dirawat

News
| Jum'at, 02 Januari 2026, 22:17 WIB

Advertisement

Thailand Legalkan Pernikahan Sesama Jenis, Dorong Ekonomi Pelangi

Thailand Legalkan Pernikahan Sesama Jenis, Dorong Ekonomi Pelangi

Wisata
| Jum'at, 02 Januari 2026, 18:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement