Advertisement
Pasar Otomotif Singapura Berubah, EV Tak Lagi Dominan
Ilustrasi mobil listrik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Survei Ernst & Young (EY) dalam 2025 Mobility Consumer Index (MCI), menunjukkan perubahan preferensi konsumen Singapura terhadap mobil. Berdasarkan hasil survey tersebut, minat pembelian mobil konvensional naik menjadi 32%, meningkat dari 26% pada tahun sebelumnya.
Peningkatan minat terhadap mobil bensin ini dipicu oleh sejumlah tantangan praktis yang menghantui calon pemilik kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). Meskipun Singapura merupakan pionir adopsi EV di Asia Tenggara, survei terhadap 300 calon pembeli mengungkap keraguan utama:
- Keterbatasan Pengisian Daya: Kekhawatiran atas ketersediaan dan aksesibilitas stasiun pengisian daya yang belum merata.
Advertisement
- Biaya Pemeliharaan: Kecemasan terkait mahalnya biaya penggantian baterai dan biaya tersembunyi lainnya dalam jangka panjang.
- Faktor Praktis: Konsumen kini cenderung mengambil sikap lebih berhati-hati dan mengedepankan aspek fungsionalitas daripada sekadar tren ramah lingkungan.
BACA JUGA
Sriram Changali, pimpinan industri EY-Parthenon ASEAN dan Singapura, mencatat adanya normalisasi antusiasme. "Jika tahun lalu mencerminkan optimisme kuat terhadap EV, tahun ini pembeli mulai mempertimbangkan kembali opsi ICE dengan pandangan kepemilikan yang lebih praktis," ujarnya dikutip dari Business Times.
Meski minat EV turun dari 73% (2024) menjadi 58% (2025), angka ini masih jauh di atas rata-rata global yang hanya sebesar 43%. Hal ini mengukuhkan posisi Singapura sebagai pasar kendaraan energi baru yang tetap dominan di kawasan.
Dinamika pasar ini juga memengaruhi strategi pabrikan besar. BYD, raksasa EV asal China, sempat mengukir sejarah dengan mengungguli Toyota sebagai merek terlaris di Singapura pada Mei 2025.
Namun, merespons perubahan sentimen pasar, BYD melakukan langkah mengejutkan dengan meluncurkan model bermesin bensin pada Juli 2025. Diversifikasi ini menunjukkan bahwa bahkan pemimpin pasar EV pun kini beradaptasi untuk menjangkau segmen konsumen yang masih setia pada mesin konvensional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KPK Nilai Pengurusan Pajak PT Wanatiara Rugikan Negara Rp59 M
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
- DIY Capai Swasembada Beras, Lahan Sawah Terus Menyusut
- Dampak Banjir, Mahasiswa Aceh Tamiang di Jogja Kesulitan Bayar UKT
- Pemkab Sleman Terapkan Manajemen Talenta ASN Bersama BKN
- Larangan Sampah Organik ke Depo, Ini yang Dilakukan Warga Panembahan
- RSUD Prambanan Rayakan HUT ke-16 dengan Fun Walk Bertema SIGAP
Advertisement
Advertisement



