Advertisement

Era Apple di TSMC Meredup, Lonjakan Chip AI Nvidia Ubah Peta Kekuatan

Jumali
Senin, 19 Januari 2026 - 21:17 WIB
Jumali
Era Apple di TSMC Meredup, Lonjakan Chip AI Nvidia Ubah Peta Kekuatan Logo Apple - ist - apple inc

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Peta persaingan industri semikonduktor global dilaporkan mengalami pergeseran signifikan. Apple, yang selama lebih dari satu dekade dikenal sebagai pelanggan utama Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC), kini mulai kehilangan posisi istimewanya seiring melonjaknya permintaan cip kecerdasan buatan.

Berdasarkan analisis spesialis semikonduktor Tim Culpan yang dikutip Macrumors, Apple saat ini tidak lagi memiliki jaminan akses prioritas terhadap kapasitas produksi cip TSMC. Lonjakan permintaan cip AI membuat perusahaan seperti Nvidia dan AMD semakin agresif berebut slot produksi di pabrikan asal Taiwan tersebut.

Advertisement

Perubahan ini menandai berakhirnya dominasi cip Apple sebagai tulang punggung pertumbuhan bisnis TSMC. Cip AI memiliki karakteristik berbeda karena membutuhkan area wafer yang jauh lebih luas per unit dibandingkan chipset ponsel pintar, sehingga mampu menyerap kapasitas produksi dalam jumlah besar meski jumlah pelanggannya relatif lebih sedikit.

Dampak pergeseran tersebut terasa langsung pada kebijakan produksi TSMC. Desain cip Apple dilaporkan tidak lagi otomatis mendapatkan prioritas di lebih dari 20 fasilitas fabrikasi yang dioperasikan perusahaan tersebut.

Laporan itu juga menyebutkan Nvidia berpotensi telah melampaui Apple sebagai pelanggan terbesar TSMC dari sisi pendapatan dalam satu atau dua kuartal sepanjang 2025, meskipun TSMC sendiri tidak pernah merilis daftar peringkat pelanggan secara resmi.

Data industri menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir, Apple bukan lagi motor utama pertumbuhan pendapatan TSMC. Posisi tersebut perlahan diambil alih oleh perusahaan-perusahaan yang fokus pada pengembangan cip kecerdasan buatan.

Kondisi ini menghadirkan tantangan baru bagi Apple. Persaingan ketat di lini produksi berpotensi mendorong kenaikan biaya pembuatan cip generasi terbaru, terutama karena para raksasa AI berani membayar harga premium demi memperoleh akses produksi lebih cepat dan lebih besar.

Meski Apple diperkirakan tidak akan mengalami kekurangan wafer yang dapat mengganggu distribusi produk dalam waktu dekat, tekanan biaya ini tetap menjadi risiko. Margin keuntungan perusahaan asal Cupertino tersebut berpeluang tergerus dan dapat memengaruhi strategi penetapan harga produk di pasar ritel.

Kenaikan biaya produksi cip ini diperkirakan akan mulai dirasakan konsumen secara lebih luas setelah Apple meluncurkan lini produk barunya dalam beberapa tahun mendatang, seiring semakin sengitnya persaingan di era kecerdasan buatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kanselir Jerman Soroti Tingginya Cuti Sakit

Kanselir Jerman Soroti Tingginya Cuti Sakit

News
| Senin, 19 Januari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Wisata
| Senin, 19 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement