Advertisement
Infrastruktur EV China Melonjak, 19,3 Juta Titik Pengisian Terpasang
Ilustrasi mobil listrik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—China semakin mengukuhkan dominasinya dalam pengembangan kendaraan listrik global dengan membangun lebih dari 19,3 juta titik pengisian daya hingga akhir November 2025, sebuah capaian yang menempatkan Negeri Tirai Bambu jauh di atas negara lain.
Berdasarkan data Administrasi Energi Negara China, total infrastruktur pengisian kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang terpasang mencapai 19,322 juta unit. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari 4,625 juta pengisi daya publik dan 14,697 juta pengisi daya pribadi yang tersebar di kawasan perkotaan hingga jalur transportasi utama.
Advertisement
Lonjakan infrastruktur ini menunjukkan keseriusan pemerintah China dalam mempercepat transisi energi menuju mobilitas ramah lingkungan. Dalam satu tahun terakhir, jumlah titik pengisian tercatat tumbuh sekitar 52%, menandakan ekspansi agresif yang sejalan dengan peningkatan populasi kendaraan listrik di pasar domestik.
Tak hanya bertambah dari sisi kuantitas, kualitas pengisian daya juga terus ditingkatkan. Rata-rata kapasitas pengisian kini mencapai 45,34 kilowatt, mencerminkan meluasnya penggunaan teknologi pengisian cepat atau fast charging untuk memangkas waktu pengisian baterai.
BACA JUGA
Ekspansi jaringan ini dirancang untuk mendukung mobilitas jarak jauh. Otoritas energi China mengklaim lebih dari 98% area peristirahatan di jalan raya kini telah dilengkapi fasilitas pengisian daya, sehingga pengguna EV dapat melakukan perjalanan lintas wilayah tanpa kekhawatiran kehabisan energi.
Meski rasio kepemilikan masih berada di kisaran sembilan unit kendaraan listrik per satu pengisi daya publik, pemerintah menilai distribusi infrastruktur sudah cukup merata. Kepadatan titik pengisian di kawasan strategis dianggap mampu menjaga kenyamanan pengguna sekaligus mencegah antrean berlebih.
Jika dibandingkan dengan negara maju lain, capaian China terlihat sangat kontras. Amerika Serikat yang berada di posisi kedua dunia baru memiliki sekitar 210.000 pengisi daya publik hingga Februari 2025. Jumlah tersebut terpaut sangat jauh dari China yang diproyeksikan mampu melampaui 20 juta titik pengisian daya pada akhir 2025.
Keberhasilan China membangun jaringan pengisian berskala masif ini dinilai menjadi tolok ukur baru industri kendaraan listrik global. Integrasi antara infrastruktur pengisian dan sistem kelistrikan nasional tidak hanya mendorong adopsi EV di dalam negeri, tetapi juga memperkuat posisi strategis China dalam rantai pasok energi bersih dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Rusun Subsidi Perkotaan Disiapkan, Kementerian PKP Gandeng Danantara
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- BMKG: Sebagian Besar Wilayah Indonesia Hujan Disertai Petir Sabtu
- Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Layani Wisatawan 7 Februari
- Jadwal SIM Keliling Sleman Sabtu 7 Februari 2026, Ada Layanan Malam
- Menjaga Manis Tradisi: Kue Keranjang Imlek dari Tukangan Jogja
- Sekolah Bantul Diminta Prioritaskan Jasa Lokal untuk Study Tour
Advertisement
Advertisement



