Argentina Vs Aljazair, Messi Siap Ukir Sejarah
Argentina menghadapi Aljazair pada laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026. Lionel Messi siap mencatat penampilan keenamnya di ajang Piala Dunia.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Rencana pemerintah Inggris membatasi media sosial bagi anak di bawah umur menghadapi penolakan keras dari pihak yang paling terdampak: remaja itu sendiri. Mereka menilai larangan total bukan solusi, meski memahami risiko media sosial.
Konsultasi publik yang dibuka oleh Departemen Sains, Inovasi, dan Teknologi Inggris awal tahun ini memicu gelombang kritik dari kaum muda. Proses konsultasi yang akan ditutup Mei mendatang meminta seluruh warga, termasuk anak-anak, memberikan masukan terkait rencana pembatasan.
Elizabeth Alayande (17) mewakili suara generasi Z. Menurutnya, media sosial membantu membangun kepercayaan diri dan identitas, menjadi ruang mengekspresikan diri lewat video kreatif maupun interaksi dengan teman sebaya. “Dan saya rasa itu bukan pemborosan waktu terbesar jika dibagi secara seimbang dengan prioritas lain,” ujarnya kepada Reuters.
Leah Osando (16) menekankan sisi teknis dan potensi risiko. Larangan justru bisa mendorong anak-anak ke dark web atau VPN, yang lebih sulit diawasi dan berbahaya. Banyak remaja ternyata lihai mengakali kontrol dan fitur keamanan platform, meski Snapchat, Instagram, dan TikTok telah menerapkan akun privat default, batasan waktu layar 60 menit, dan pembatasan konten sensitif.
Ahli juga menyoroti pendekatan yang lebih tepat. Sonia Livingstone, pemimpin Digital Futures for Children di London School of Economics, menyarankan: “Politisi harus menuntut keamanan sejak tahap desain, tanpa menghilangkan akses ke dunia digital yang menjadi hak mereka.” Kritikus menambahkan tantangan penegakan aturan, termasuk membedakan usia anak di dunia maya tanpa melanggar privasi.
Di Indonesia, aturan serupa tercantum dalam PP TUNAS dan Permen Komdigi No 9 Tahun 2025, yang mewajibkan platform digital melindungi anak dengan verifikasi usia dan pengawasan konten. Namun, kritik masih muncul terkait potensi over-regulasi yang membatasi kebebasan berekspresi. Perbedaannya, di Inggris penolakan datang langsung dari remaja, sementara di Indonesia sebagian besar berasal dari akademisi dan pegiat hak digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Argentina menghadapi Aljazair pada laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026. Lionel Messi siap mencatat penampilan keenamnya di ajang Piala Dunia.
OnePlus N6 siap debut 30 Juni 2026. HP entry-level ini dibanderol Rp3 jutaan dengan desain modern dan baterai tahan lama.
Gempa M6,7 mengguncang Palu, pasien RS Samaritan panik dan dievakuasi. Simak kronologi lengkap dan data gempa 2026.
Keringat asin dan mudah sesak bisa jadi tanda cystic fibrosis. Kenali gejalanya sejak dini agar tak salah diagnosis.
Iran vs Selandia Baru berakhir 2-2 di Grup G Piala Dunia 2026, duel sengit dengan aksi Elijah Just.
Gempa M6,7 mengguncang Palu. Simak kronologi, fakta BMKG, dan data aktivitas gempa sepanjang 2026.