Jangan Salah Paham, Ini Bedanya MHEV, HEV, PHEV, dan REEV
Masih bingung membedakan MHEV, HEV, PHEV, dan REEV? Simak penjelasan lengkap cara kerja, kelebihan, dan peran mesin bensin pada setiap teknologi mobil elektrifi
Logo Xiaomi /Wikipedia
Harianjogja.com, JOGJA—Era MIUI resmi berakhir. Xiaomi menghentikan pembaruan sistem antarmuka legendaris tersebut pada 24 Maret 2026, menandai peralihan penuh ke sistem operasi baru, HyperOS. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam evolusi ekosistem perangkat Xiaomi, Redmi, dan Poco di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Keputusan penghentian MIUI bukan tanpa alasan. Xiaomi menilai sistem lama tersebut sudah tidak lagi mampu mendukung kebutuhan integrasi lintas perangkat yang semakin kompleks. Sebagai pengganti, HyperOS hadir dengan pendekatan baru yang menggabungkan Android, kernel Linux, serta sistem Internet of Things (IoT) internal Xiaomi (Vela) dalam satu ekosistem terpadu.
Dikutip dari laman resmi Xiaomi, MIUI pertama kali diperkenalkan pada 2010 sebagai custom ROM berbasis Android 2.2. Sistem ini sempat menjadi favorit karena menawarkan fleksibilitas tinggi, mulai dari fitur modifikasi, akses rooting, hingga personalisasi mendalam yang jarang ditemukan pada antarmuka Android lain saat itu. Popularitasnya bahkan melesat sebelum Xiaomi merilis smartphone pertamanya.
Seiring waktu, MIUI berkembang menjadi salah satu sistem antarmuka terbesar di dunia dengan lebih dari 500 juta pengguna aktif bulanan. Fitur-fitur seperti Dual Apps, Second Space, dan App Lock menjadi identitas kuat yang melekat pada pengguna Xiaomi selama bertahun-tahun.
Namun, perkembangan teknologi yang menuntut konektivitas antarperangkat secara real-time, Gizmochina melaporkan hal ini membuat MIUI mulai tertinggal. HyperOS kemudian dikembangkan untuk menjawab tantangan tersebut, dengan keunggulan efisiensi performa, penggunaan sumber daya yang lebih ringan, serta kemampuan integrasi lintas perangkat melalui fitur HyperConnect.
HyperOS memungkinkan ponsel terhubung langsung dengan perangkat smart home hingga kendaraan listrik Xiaomi dalam satu sistem yang terintegrasi. Pengalaman ini menjadi bagian dari visi besar Xiaomi “Human x Car x Home” yang kini mulai direalisasikan secara nyata.
Pengembangan HyperOS sendiri telah dimulai sejak 2014 dan diperkenalkan secara global pada 2023 bersamaan dengan peluncuran Xiaomi 14. Sejak saat itu, proses migrasi dari MIUI ke HyperOS dilakukan secara bertahap di berbagai perangkat.
Bagi pengguna di Indonesia, penghentian MIUI menjadi sinyal penting untuk segera mengecek pembaruan sistem. Perangkat yang masih menggunakan MIUI tetapi masuk dalam daftar update disarankan segera beralih ke HyperOS demi mendapatkan peningkatan keamanan, performa, dan fitur terbaru.
Ke depan, Xiaomi dipastikan akan memfokuskan pengembangan pada HyperOS, termasuk integrasi kecerdasan buatan (AI) yang lebih mendalam. Langkah ini menjadi strategi untuk memperkuat posisi Xiaomi dalam persaingan global di era ekosistem teknologi cerdas yang semakin terintegrasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Masih bingung membedakan MHEV, HEV, PHEV, dan REEV? Simak penjelasan lengkap cara kerja, kelebihan, dan peran mesin bensin pada setiap teknologi mobil elektrifi
Cek jadwal lengkap KRL Solo-Jogja Rabu 22 Juli 2026. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan dari Palur menuju Yogyakarta.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 22 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Jogja hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.
Rest day membantu memulihkan otot, mencegah cedera, dan menjaga kebugaran tubuh. Simak manfaat dan cara menjalankannya dengan tepat.
Kebakaran hutan terbesar di Spanyol menghanguskan 26.000 hektar lahan dan memaksa sekitar 1.200 warga mengungsi di Guadalajara.
Iran mengklaim menyerang pusat data Amazon di Bahrain sebagai balasan atas serangan AS ke Darkhovin. Ketegangan kedua negara kembali meningkat.