Advertisement

Otomatisasi Atlas Picu Penolakan Buruh, Hyundai Hadapi Tekanan

Jumali
Selasa, 27 Januari 2026 - 10:17 WIB
Jumali
Otomatisasi Atlas Picu Penolakan Buruh, Hyundai Hadapi Tekanan Logo Hyundai - Ist/Car Logos

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Rencana Hyundai memanfaatkan robot humanoid Atlas di pabrik mobil memicu kekhawatiran serius di kalangan serikat pekerja Korea Selatan.

Dilansir dari Reuters, Selasa (27/1/2026), serikat pekerja Hyundai secara tegas menolak implementasi robot humanoid Atlas tanpa adanya kesepakatan bersama antara manajemen dan perwakilan pekerja. Mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi memicu “guncangan pekerjaan” serta mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap buruh lokal.

Advertisement

Penolakan juga dilatarbelakangi kecurigaan bahwa Hyundai secara bertahap mengalihkan pusat operasi manufaktur ke Amerika Serikat. Pabrik Hyundai di Georgia disebut akan menjadi lokasi uji coba awal penggunaan Atlas, sebelum robot tersebut diperluas ke fasilitas produksi lainnya.

Pekerja di dua pabrik utama Hyundai di Korea Selatan menyatakan rencana ini mengancam keberlangsungan pekerjaan mereka. Kekhawatiran tersebut disamakan dengan dampak otomatisasi General Motors pada era 1960-an, ketika robot pertama kali diperkenalkan ke jalur perakitan otomotif dan mengubah struktur tenaga kerja secara drastis.

Posisi Boston Dynamics sebagai pengembang Atlas turut menjadi sorotan. Perusahaan robotika tersebut kini berada di bawah kendali Hyundai setelah diakuisisi dari Google, menjadikannya pusat perdebatan terkait arah kebijakan otomasi canggih di industri otomotif global.

Hyundai sendiri menargetkan produksi Atlas mencapai 30.000 unit per tahun pada 2028, dengan tahap awal implementasi difokuskan di fasilitas Georgia sebelum diperluas ke pabrik lain. Langkah ini sejalan dengan tren global penggunaan robot humanoid di sektor manufaktur.

Sejumlah analis memprediksi kehadiran robot humanoid akan mengubah lanskap ketenagakerjaan industri secara signifikan, menyerupai revolusi otomatisasi pada dekade-dekade sebelumnya. Tren serupa terlihat dari pengembangan robot Walker S2 milik UBTech yang juga tengah dievaluasi oleh berbagai perusahaan internasional.

Di tengah tekanan tersebut, Hyundai dinilai perlu melakukan mediasi intensif dengan serikat pekerja untuk mencegah potensi mogok massal sebelum Atlas benar-benar dioperasikan di lini produksi. Ketegangan ini menjadi ujian besar bagi Hyundai dalam menyeimbangkan inovasi teknologi dengan stabilitas tenaga kerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Adies Kadir Ditetapkan sebagai Hakim MK dari Unsur DPR

Adies Kadir Ditetapkan sebagai Hakim MK dari Unsur DPR

News
| Selasa, 27 Januari 2026, 11:57 WIB

Advertisement

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Wisata
| Sabtu, 24 Januari 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement