Advertisement

Elon Musk Curhat di X: Kekayaan Fantastis Tak Jamin Bahagia

Jumali
Jum'at, 06 Februari 2026 - 09:57 WIB
Jumali
Elon Musk Curhat di X: Kekayaan Fantastis Tak Jamin Bahagia Elon Musk - Royal Society - Wikipedia

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Orang terkaya dunia sekaligus CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, mengungkapkan sisi personal yang jarang terlihat publik dengan mengakui bahwa kekayaan luar biasa tidak membuatnya merasa bahagia. Pengakuan itu disampaikan langsung melalui platform media sosial X pada Rabu (4/2/2026), memicu perbincangan luas di kalangan warganet global.

Dalam unggahan singkatnya, Musk menulis kalimat reflektif yang menyiratkan kegelisahan batin. “Siapa pun yang mengatakan ‘uang tidak bisa membeli kebahagiaan’ benar-benar tahu apa yang mereka bicarakan,” tulisnya disertai emoji wajah sedih. Seusai diunggah, pernyataan tersebut langsung viral dan menuai ribuan komentar dalam waktu singkat.

Curahan hati tersebut menjadi sorotan karena datang dari figur dengan kekayaan nyaris tak terbatas. Berdasarkan laporan Forbes per 3 Februari 2026, kekayaan bersih Elon Musk tercatat mencapai 852 miliar dolar AS atau sekitar Rp14.387 triliun, menjadikannya individu paling kaya di planet ini. Nilai tersebut bahkan berpotensi melonjak lebih tinggi seusai pemegang saham Tesla menyetujui paket kompensasi berbasis kinerja yang diperkirakan dapat menembus angka 1 triliun dolar AS.

Reaksi publik terhadap pernyataan Musk pun terbelah tajam. Sebagian warganet menunjukkan empati dan menyarankan agar sang taipan mencari makna hidup melalui kegiatan sosial, spiritualitas, atau filantropi. Namun, tak sedikit pula yang merespons dengan nada sinis, mempertanyakan keluhannya di tengah kondisi ekonomi global yang sulit bagi banyak orang.

Salah satu komentar yang viral menyoroti kesenjangan realitas tersebut. “Apakah kamu khawatir soal atap rumah anak-anakmu atau makanan besok? Jika tidak, berhentilah mengeluh dan hitunglah berkahmu,” tulis seorang pengguna dengan nada tajam. Seusai komentar itu beredar, diskusi pun melebar ke isu kesehatan mental, tekanan hidup figur publik, dan makna kebahagiaan di era modern.

Di luar polemik personalnya, Elon Musk tetap menjadi sosok sentral dalam peta kekuatan teknologi global. Ia mengendalikan perusahaan-perusahaan strategis seperti Tesla di sektor kendaraan listrik, SpaceX di bidang eksplorasi luar angkasa, serta xAI dalam pengembangan kecerdasan buatan. Pengaruhnya juga meluas ke ranah politik, media, hingga visi kolonisasi Mars yang ambisius.

Namun, seusai pengakuan terbuka tersebut, publik kembali diingatkan bahwa pencapaian material, kekuasaan ekonomi, dan visi besar belum tentu sejalan dengan ketenangan batin. Curhatan Musk menjadi gambaran bahwa persoalan kebahagiaan tetap menjadi pergulatan manusia, bahkan bagi mereka yang berada di puncak piramida kekayaan dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Arab Saudi Bakal Bangun Rise Tower 2 KM, Siap Geser Burj Khalifa

Arab Saudi Bakal Bangun Rise Tower 2 KM, Siap Geser Burj Khalifa

News
| Jum'at, 06 Februari 2026, 11:07 WIB

Advertisement

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

Wisata
| Rabu, 04 Februari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement