Advertisement

Alibaba & ByteDance Tantang Google Nano Banana

Jumali
Kamis, 12 Februari 2026 - 03:17 WIB
Jumali
Alibaba & ByteDance Tantang Google Nano Banana Ilustrasi Artificial Intelligence / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Alibaba dan ByteDance resmi merilis AI pembuat gambar terbaru untuk menantang dominasi Google Nano Banana dalam persaingan teknologi visual global.

Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa kompetisi tak lagi berfokus pada model bahasa besar (LLM), melainkan bergeser ke pengembangan kecerdasan visual berbasis AI yang semakin kompleks.

Advertisement

Mengutip laporan SCMP, Alibaba memperkenalkan Qwen-Image-2.0 melalui ekosistem Alibaba Cloud, sementara ByteDance merilis Seedream 5.0 dengan peningkatan pada kemampuan pemahaman konteks. Kedua model tersebut diklaim menghadirkan kualitas visual lebih tajam serta efisiensi dalam memproses instruksi pengguna yang detail.

Qwen-Image-2.0 dirancang mampu mengubah paragraf panjang menjadi slide presentasi profesional secara instan. Alibaba menyebut model ini menjawab persoalan klasik AI pembuat gambar, terutama kesalahan penulisan teks yang kerap muncul pada hasil visual. Seusai diperkenalkan melalui media sosial resmi perusahaan, model ini disebut mampu menangani prompt kompleks dan menjadi bagian penting dalam strategi ekspansi layanan digital Alibaba.

Di sisi lain, Seedream 5.0 milik ByteDance menonjolkan aspek reasoning atau logika dalam memahami konteks perintah pengguna. Model tersebut dinilai lebih adaptif terhadap instruksi bertingkat, termasuk kemampuan mentransfer gaya visual dari referensi tertentu ke gambar baru. Seusai diuji coba terbatas pada aplikasi CapCut, teknologi ini menunjukkan peningkatan detail visual melalui sistem pengayaan berbasis AI.

Meski demikian, Google Nano Banana Pro masih dipandang unggul dalam konsistensi detail dan stabilitas output. Dalam sejumlah pengujian independen, model besutan DeepMind itu disebut lebih andal ketika menangani komposisi kompleks dengan banyak elemen visual. Seusai dibandingkan dari sisi kecepatan generasi gambar, Google tetap menjadi pilihan utama dalam alur produksi profesional yang menuntut efisiensi tinggi.

Hingga kini, Alibaba dan ByteDance belum merilis laporan teknis komprehensif terkait benchmark resmi seperti FID maupun CLIP score. Perbandingan performa yang beredar masih mengandalkan uji komunitas dan demonstrasi publik. Publik kini menunggu data numerik resmi untuk memastikan siapa yang benar-benar memimpin revolusi AI pembuat gambar di pasar global.

Apakah Qwen-Image-2.0 dan Seedream 5.0 mampu menggeser dominasi Google Nano Banana? Bagaimana dampaknya bagi industri kreatif dan konten digital? Persaingan AI pembuat gambar ini diprediksi akan mempercepat inovasi sekaligus mengubah lanskap produksi visual di berbagai sektor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

KSP Nasari Dorong Kemandirian Koperasi Desa/Kelurahan

KSP Nasari Dorong Kemandirian Koperasi Desa/Kelurahan

News
| Kamis, 12 Februari 2026, 06:07 WIB

Advertisement

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Wisata
| Rabu, 11 Februari 2026, 21:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement