Advertisement

Saat Pasar Menyusut, Samsung Kuasai Pasar Smartphone Asia Tenggara

Muhammad Diva Farel Ramadhan
Selasa, 17 Februari 2026 - 19:57 WIB
Abdul Hamied Razak
Saat Pasar Menyusut, Samsung Kuasai Pasar Smartphone Asia Tenggara Kantor Samsung di Seoul Korea Selatan / Bisnis.com

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Samsung kembali menegaskan dominasinya di pasar smartphone Asia Tenggara sepanjang 2025. Di tengah perlambatan pasar regional, produsen teknologi asal Korea Selatan ini justru mencatatkan pertumbuhan pengiriman ponsel secara tahunan.

Berdasarkan riset Omdia, Samsung membukukan pengiriman 17,9 juta unit ponsel sepanjang 2025, naik 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut mengantarkan Samsung menguasai 18 persen pangsa pasar smartphone di Asia Tenggara.

Advertisement

Kinerja positif Samsung berbanding terbalik dengan kondisi pasar regional yang secara total mencatatkan pengiriman sekitar 100 juta unit, atau turun 1 persen secara tahunan. Meski demikian, pasar mulai menunjukkan tanda pemulihan pada kuartal IV/2025 dengan pertumbuhan 2 persen menjadi 25,8 juta unit.

Samsung sendiri menutup 2025 dengan performa kuat pada kuartal akhir. Sepanjang tiga bulan terakhir tahun lalu, perusahaan ini mengirimkan 4,2 juta unit ponsel, melonjak 19 persen secara tahunan dengan pangsa pasar kuartalan mencapai 17 persen.

Keberhasilan tersebut ditopang peluncuran Galaxy A17 yang dinilai sukses di segmen menengah bawah. Model ini menawarkan peningkatan spesifikasi dibandingkan pendahulunya, Galaxy A16, sehingga memperkuat daya saing Samsung di pasar smartphone terjangkau.

Di posisi kedua, Xiaomi mencatatkan pertumbuhan pengiriman sebesar 4 persen menjadi 17 juta unit dengan pangsa pasar 17 persen. Namun, pada kuartal IV/2025, volume pengiriman Xiaomi tertahan di angka 3,9 juta unit seiring sebagian besar peluncuran produk baru dilakukan pada kuartal sebelumnya.

Sementara itu, lima besar pasar smartphone Asia Tenggara juga diisi oleh Transsion, OPPO, dan vivo. Transsion mencatatkan penurunan pengiriman 8 persen menjadi 16,3 juta unit, disusul OPPO yang turun 16 persen menjadi 14,7 juta unit. Vivo berada di posisi kelima dengan pengiriman 11,9 juta unit, turun 6 persen, meski berhasil meningkatkan harga jual rata-rata sebesar 11 persen.

Manajer Riset Omdia, Chiew Le Xuan, menyebut tekanan biaya mendorong vendor mengadopsi strategi berbasis kanal distribusi demi menjaga margin. Strategi ini dinilai efektif bagi sejumlah merek, termasuk Xiaomi dan POCO, terutama saat momentum promosi 11.11.

“POCO mencatat pengiriman bulanan tertingginya pada November dengan kontribusi mencapai rekor 21 persen. Peluncuran POCO C71 memainkan peran penting dalam menopang volume dan meredam tekanan biaya di segmen entry-level,” ujar Chiew dalam keterangan resmi Omdia, Selasa (17/2/2026).

Meski pasar mulai pulih, para vendor menutup 2025 dengan sikap hati-hati menatap 2026. Omdia menilai tantangan utama berasal dari kenaikan biaya memori dan penyimpanan yang diperkirakan semakin menekan strategi harga. Saat ini, komponen memori dan penyimpanan menyumbang lebih dari 30 persen total biaya material ponsel di bawah US$200—segmen yang mencakup lebih dari 60 persen pasar Asia Tenggara.

Senior Analyst Omdia, Sheng Win Chow, mengatakan dampak kenaikan harga komponen diproyeksikan mulai terasa jelas pada pertengahan 2026. Indikasi awal terlihat dari peluncuran Samsung Galaxy A07 5G serta seri Redmi Note 15 yang dipasarkan dengan harga lebih tinggi dibandingkan pendahulunya.

“Kenaikan biaya mengurangi kemampuan vendor menyerap tekanan harga melalui dukungan margin. Hal ini melemahkan pengungkit tradisional berbasis volume seperti rabat back-end dan pemuatan inventaris,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

PBB: Israel Hambat Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

PBB: Israel Hambat Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

News
| Selasa, 17 Februari 2026, 22:27 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement