Advertisement
Harley-Davidson Rugi 28 Persen, Siapkan PHK dan Efisiensi Rp2,3 T
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) - ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Harley-Davidson mencatat penurunan pendapatan 28 persen pada kuartal IV tahun fiskal 2025. CEO baru, Artie Starrs, menyiapkan efisiensi US$150 juta atau sekitar Rp2,3 triliun, termasuk rencana PHK massal.
Langkah efisiensi tersebut ditempuh seusai laporan keuangan per 31 Desember 2025 menunjukkan tekanan signifikan akibat melemahnya permintaan global dan tingginya suku bunga.
Advertisement
Raksasa otomotif asal Amerika Serikat, Harley-Davidson, menghadapi tekanan finansial serius di penutupan tahun fiskal 2025. Penurunan pendapatan hingga 28 persen pada kuartal keempat memaksa manajemen melakukan langkah penyesuaian besar-besaran.
CEO Artie Starrs, yang menjabat sejak Agustus 2025, menyatakan strategi utama perusahaan adalah memangkas biaya operasional melalui efisiensi senilai US$150 juta atau sekitar Rp2,3 triliun. Salah satu opsi yang disiapkan ialah pemutusan hubungan kerja (PHK) massal untuk menyesuaikan kapasitas produksi yang dinilai berlebih.
BACA JUGA
Laporan Visordown menyebutkan, kebijakan tersebut diambil untuk merespons penurunan kepercayaan konsumen dan tingginya suku bunga yang mempersulit akses kredit pembelian motor gede (moge). Seusai kondisi ekonomi global diperparah ketegangan geopolitik, konsumen cenderung menahan pembelian barang mewah. Manajemen pun melakukan tinjauan biaya menyeluruh dengan melibatkan konsultan eksternal.
Tekanan tidak hanya datang dari faktor makroekonomi, tetapi juga perubahan demografi pasar. Generasi baby boomers yang selama ini menjadi basis loyalis utama mulai memasuki masa pensiun. Di sisi lain, konsumen Milenial dan Gen Z cenderung memilih motor tipe adventure atau touring ketimbang model cruiser klasik yang identik dengan Harley-Davidson.
Meski pasar kendaraan listrik roda dua terus tumbuh, segmen ini masih dinilai niche dan belum mampu menopang total pendapatan perusahaan. Seusai tren global menunjukkan penurunan minat terhadap aset mewah berbiaya tinggi, strategi penyelarasan manufaktur dengan permintaan riil dianggap sebagai langkah realistis.
Kini publik dan karyawan menunggu pengumuman resmi terkait jumlah pekerja yang terdampak PHK. Efisiensi besar-besaran ini diharapkan dapat memulihkan stabilitas keuangan Harley-Davidson di tengah ketidakpastian ekonomi global, sekaligus menjadi momentum untuk merancang produk yang relevan bagi generasi muda tanpa meninggalkan identitas legendaris perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Mulai Besok! China Bebaskan Visa untuk Warga Inggris dan Kanada
Advertisement
1008 Dipa Menyala, Mahashivaratri Hidupkan Spirit Prambanan
Advertisement
Berita Populer
- KONI Diharapkan Perkuat Ekosistem Olahraga Daerah
- Libur Panjang, Kunjungan Wisata di Pantai Parangtritis Naik
- Rekam Tetangga Mandi, Pria Nanggulan Ditahan Polisi
- BPJS PBI Dinonaktifkan, Pemkab Gunungkidul Buka Reaktivasi Terbatas
- Rayakan Imlek di Candi, InJourney Suguhkan Atraksi Barongsai dan Liong
Advertisement
Advertisement







