Advertisement

Penggunaan Galaxy AI Samsung Tembus 86,9 Persen

Newswire
Rabu, 18 Februari 2026 - 19:27 WIB
Abdul Hamied Razak
Penggunaan Galaxy AI Samsung Tembus 86,9 Persen Ilustrasi - Pemanfaatan fitur berbasis kecerdasan artifisial (AI) pada perangkat Samsung Galaxy S25 Series. (ANTARA - HO/SAMSUNG)

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA —Samsung mencatat lonjakan signifikan pemanfaatan fitur kecerdasan buatan Galaxy AI pada jajaran perangkat unggulannya sepanjang 2025. Tingkat penggunaan Galaxy AI tercatat mencapai 86,9 persen, meningkat tajam dibandingkan 71,6 persen pada 2024.

Dengan capaian tersebut, hampir sembilan dari sepuluh pengguna perangkat flagship Samsung kini mengandalkan kecerdasan buatan dalam aktivitas digital sehari-hari.

Advertisement

MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, menilai tingginya angka adopsi tersebut menunjukkan pergeseran fungsi Galaxy AI dari sekadar fitur pelengkap menjadi bagian integral dari rutinitas pengguna.

“Tingkat penggunaan yang mencapai 86,9 persen menunjukkan bahwa Galaxy AI bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan sudah menjadi bagian dari keseharian digital pengguna,” ujar Ilham dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, Galaxy AI banyak dimanfaatkan untuk membantu pencarian informasi, pengolahan konten visual, hingga mendukung proses kreatif dan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan efisien. Frekuensi penggunaan yang tinggi juga mencerminkan bagaimana pengguna semakin mengandalkan AI untuk kepraktisan sekaligus kreativitas.

Salah satu fitur yang paling sering digunakan adalah Circle to Search with Google, dengan tingkat pemanfaatan mencapai 76 persen. Fitur ini memungkinkan pengguna mencari informasi langsung dari objek yang terlihat di layar tanpa perlu berpindah aplikasi.

Selain itu, Photo Assist dan Generative Edit juga menjadi andalan pengguna untuk menyempurnakan foto dan konten visual secara instan. Kedua fitur tersebut memungkinkan proses pengeditan dilakukan lebih cepat tanpa langkah teknis yang rumit.

“Data ini menjadi dasar bagi Samsung untuk terus menghadirkan inovasi Galaxy AI yang semakin relevan di tahun 2026,” kata Ilham.

Untuk mendukung produktivitas, Samsung juga menghadirkan berbagai fitur berbasis AI yang dirancang membantu penyelesaian pekerjaan. Live Translate & Interpreter memungkinkan percakapan lintas bahasa secara langsung dengan terjemahan real-time di perangkat, baik saat melakukan panggilan maupun komunikasi tatap muka dengan mitra internasional.

Sementara itu, Transcript Assist memudahkan pengguna merekam jalannya rapat dan secara otomatis mengubahnya menjadi teks, lengkap dengan pemisahan suara antar-pembicara serta ringkasan poin penting. Fitur ini dinilai mempercepat proses pencatatan sekaligus tindak lanjut hasil rapat.

Fitur Now Brief turut melengkapi pengalaman pengguna dengan menyajikan ringkasan jadwal, pengingat, dan informasi relevan dalam satu tampilan singkat. Dengan begitu, pengguna tidak perlu membuka banyak aplikasi untuk memantau agenda harian.

Dalam aspek kreativitas, Galaxy AI dirancang untuk meminimalkan hambatan teknis dalam proses berkarya. Integrasi kecerdasan buatan pada perangkat Samsung memungkinkan pengguna mewujudkan ide menjadi konten visual maupun audio berkualitas tanpa memerlukan keahlian teknis mendalam atau perangkat tambahan.

Photo Assist membantu peningkatan kualitas gambar, penyesuaian komposisi, hingga penguatan detail secara otomatis agar hasil foto siap digunakan untuk kebutuhan konten digital. Sementara Generative Edit memungkinkan pengguna memodifikasi elemen foto, seperti memindahkan objek atau menyempurnakan latar belakang dengan hasil yang tetap terlihat natural.

Adapun melalui fitur Audio Eraser, pengguna dapat merekam video di berbagai kondisi, termasuk lingkungan bising, karena sistem mampu memisahkan suara utama dari kebisingan latar secara otomatis. Dengan demikian, rekaman audio tetap terdengar jernih tanpa bantuan peralatan tambahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Reaktivasi PBI-JK 2026: Kemensos Perketat Verifikasi

Reaktivasi PBI-JK 2026: Kemensos Perketat Verifikasi

News
| Rabu, 18 Februari 2026, 21:37 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement