Advertisement
AS-China Memanas, OpenAI Seret DeepSeek ke DPR
OpenAI / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Tuduhan penjiplakan ChatGPT oleh DeepSeek menyeret OpenAI ke ranah politik Amerika Serikat, ketika perusahaan tersebut meminta DPR AS memperketat regulasi AI demi melindungi kekayaan intelektual nasional
Informasi tersebut mencuat seusai laporan Reuters mengungkap adanya memo yang dikirim OpenAI kepada Komite DPR AS pada Selasa (17/2/2026). Dalam dokumen itu, perusahaan yang dipimpin Sam Altman menuding perusahaan rintisan asal Hangzhou, China, yakni DeepSeek, menggunakan metode terlarang untuk meniru output model AI mereka.
Advertisement
Sejak tuduhan ini mencuat, isu tersebut tidak lagi dipandang sekadar sengketa bisnis, melainkan berkembang menjadi persoalan geopolitik strategis antara Amerika Serikat dan China.
OpenAI menyebut DeepSeek memanfaatkan metode distillation dalam melatih chatbot R1. Teknik ini memungkinkan transfer pengetahuan dari model AI yang lebih kuat dengan mengevaluasi dan meniru pola keluarannya secara sistematis.
BACA JUGA
Seusai penelusuran internal, OpenAI mencurigai adanya akses sistematis melalui router pihak ketiga serta penggunaan kode tertentu untuk menghindari deteksi sistem keamanan.
Kemunculan model V3 dan R1 pada Januari 2026 sempat mengguncang pasar teknologi global karena dinilai memiliki kemampuan yang setara dengan GPT-4o. Sejumlah eksekutif Silicon Valley bahkan memuji efisiensi biaya pengembangan yang diklaim DeepSeek. Namun, kekhawatiran mulai muncul di Washington ketika DeepSeek menawarkan layanan yang lebih cepat dan gratis, sehingga berpotensi mengancam model bisnis berbasis langganan (subscription) perusahaan teknologi Barat.
Dalam memo tersebut, OpenAI mendesak pemerintah Amerika Serikat segera memperketat regulasi AI guna melindungi hak kekayaan intelektual nasional. Mereka berpendapat tanpa regulasi yang tegas, China akan tetap mampu mengejar ketertinggalan teknologi meskipun telah ada pembatasan ekspor chip tingkat tinggi. Seusai memo itu dikirimkan ke parlemen, isu perlindungan inovasi menjadi argumen utama Washington untuk membendung ekspansi teknologi AI berbasis efisiensi biaya.
Poin Utama Tuduhan OpenAI terhadap DeepSeek:
| Aspek Sengketa | Detail Tuduhan & Fakta | Implikasi Teknologi |
| Metode Digunakan | Distillation (Penyulingan Pengetahuan). | Menjiplak pola pikir model AS. |
| Modus Operandi | Akses via router pihak ketiga. | Menghindari deteksi keamanan. |
| Model Terdampak | ChatGPT (OpenAI) vs R1 (DeepSeek). | Persaingan efisiensi model. |
| Status Respons | Pihak DeepSeek belum berkomentar. | Investigasi masih berjalan. |
| Target Akhir | Penguasaan Artificial General Intelligence. | Dimensi geopolitik AS-China. |
Perselisihan OpenAI dan DeepSeek kini dipandang sebagai simbol perlombaan strategis penguasaan AI generatif antara dua kekuatan besar dunia. Tuduhan praktik distillation memperlihatkan betapa tipisnya batas antara kompetisi, inovasi, dan potensi pelanggaran teknologi dalam ekosistem digital global. Seusai perlombaan menuju Artificial General Intelligence (AGI) semakin sarat dimensi politik, perkembangan sengketa ini dinilai berpotensi menggeser peta kekuatan teknologi dunia dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








