Advertisement

Ini Untung Rugi Pakai AI untuk Kelola Keuangan Pribadi

Jumali
Rabu, 18 Februari 2026 - 08:57 WIB
Jumali
Ini Untung Rugi Pakai AI untuk Kelola Keuangan Pribadi Ilustrasi Artificial Intelligence / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mengatur keuangan pribadi kian populer pada 2026. Dari menyusun anggaran hingga simulasi investasi, teknologi ini menawarkan kemudahan sekaligus menyimpan risiko yang perlu diwaspadai.

Teknologi Artificial Intelligence (AI) semakin banyak digunakan untuk membantu pengelolaan keuangan pribadi, baik di Amerika Serikat maupun Indonesia. Platform seperti OpenAI melalui produknya ChatGPT menjadi salah satu alat yang kerap dimanfaatkan untuk mencari saran finansial.

Advertisement

Lonjakan Penggunaan di 2026

Di Amerika Serikat, survei dari FNBO menunjukkan sekitar 46 persen responden pernah menggunakan AI generatif untuk mendapatkan panduan keuangan. Bahkan, hampir separuh responden menilai AI dapat berfungsi layaknya penasihat keuangan dalam membantu mengatur arus kas serta mengidentifikasi blind spot dalam perencanaan.

Sementara itu, di Indonesia, laporan dari detikINET mencatat 87 persen responden telah memanfaatkan AI untuk mendukung pengelolaan bisnis dan keuangan pribadi.

Angka ini menunjukkan bahwa AI bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan telah menjadi bagian dari strategi finansial masyarakat modern.

Keuntungan Menggunakan AI untuk Keuangan

1. Analisis Cepat dan Efisien

AI mampu memproses data dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Pengguna dapat membuat simulasi anggaran bulanan, proyeksi tabungan, hingga skenario investasi hanya dalam hitungan detik.

2. Identifikasi Pola Pengeluaran

Dengan memasukkan data transaksi, AI dapat mendeteksi kebiasaan boros atau pengeluaran yang tidak efisien.

3. Akses Mudah dan Biaya Rendah

Dibandingkan menyewa penasihat keuangan profesional, AI jauh lebih terjangkau dan dapat diakses kapan saja.

Risiko dan Tantangan yang Perlu Diwaspadai

Di balik kemudahan tersebut, terdapat risiko serius terkait privasi dan keamanan data.

Laporan dari IBM yang dikutip Yahoo Finance pada 2025 mengungkapkan 13 persen organisasi pernah mengalami pelanggaran pada model AI yang menyebabkan data sensitif terekspos.

Beberapa risiko utama meliputi:

- Kebocoran data pribadi

- Penyalahgunaan data biometrik

- Penipuan berbasis AI

Agar tetap aman, pengguna disarankan:

- Meninjau kebijakan privasi aplikasi secara menyeluruh.

- Menonaktifkan opsi pelatihan data (data training) jika tersedia.

- Tidak memasukkan data sensitif seperti NIK, nomor rekening, atau tanggal lahir.

- Menggunakan skenario hipotetis saat berkonsultasi.

- Melakukan verifikasi ulang sebelum mengambil keputusan finansial nyata.

AI sangat unggul dalam hal perhitungan dan simulasi berbasis data. Namun, aspek emosional, intuisi, serta akuntabilitas tetap menjadi keunggulan penasihat manusia.

Memasuki pertengahan 2026, pendekatan paling ideal bukanlah memilih salah satu, melainkan mengombinasikan efisiensi AI dengan kebijaksanaan profesional manusia untuk mencapai stabilitas finansial yang aman dan terukur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Skandal Chifagate, Presiden Peru Jose Jeri Dimakzulkan

Skandal Chifagate, Presiden Peru Jose Jeri Dimakzulkan

News
| Rabu, 18 Februari 2026, 08:17 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement