Advertisement

Penjualan Jatuh 96 Persen, Skoda Angkat Kaki dari China

Jumali
Jum'at, 27 Maret 2026 - 19:47 WIB
Jumali
Penjualan Jatuh 96 Persen, Skoda Angkat Kaki dari China Salah satu produk Skoda - Skoda

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Škoda Auto dilaporkan akan angkat kaki dari pasar otomotif China pada pertengahan 2026 setelah penjualannya merosot tajam hingga 96 persen dari masa puncaknya. Keputusan ini mencerminkan perubahan besar di industri otomotif global, terutama dominasi kendaraan listrik buatan lokal.

Laporan ini diungkap Carscoops pada Jumat (27/3/2026), yang menyebut pasar China kini mengalami pergeseran signifikan sejak pandemi Covid-19. Konsumen semakin beralih ke kendaraan listrik (EV) dan hybrid, sementara merek lokal semakin mendominasi.

Advertisement

Padahal, China sebelumnya merupakan pasar terbesar bagi Skoda. Bahkan, satu dari empat mobil Skoda pernah terjual di negara tersebut. Penjualan sempat mencapai 325.000 unit pada 2017 dan meningkat menjadi 341.000 unit pada 2018.

Optimisme tinggi sempat muncul ketika Skoda menargetkan penjualan hingga 600.000 unit per tahun pada 2020. Namun, pandemi Covid-19 mengubah segalanya.

Penurunan drastis mulai terlihat pada 2020, ketika penjualan turun dari 282.000 unit pada 2019 menjadi 173.000 unit. Tren negatif ini terus berlanjut tanpa pemulihan signifikan.

Penjualan kembali merosot menjadi 71.200 unit pada 2021, lalu turun ke 44.600 unit pada 2022. Pada 2023, angka tersebut hanya sekitar 22.800 unit, dan semakin anjlok menjadi 17.500 unit pada 2024.

Bahkan pada 2025, Skoda hanya mampu menjual sekitar 15.000 unit di China—menandai keruntuhan tajam dari salah satu pemain besar di pasar otomotif terbesar dunia.

Menghadapi kondisi tersebut, Volkswagen Group memutuskan untuk menghentikan operasi Skoda di China dalam beberapa bulan ke depan. Meski demikian, layanan purna jual bagi pelanggan tetap akan dipertahankan.

Kalah Saing dari Merek Lokal

Keputusan hengkang ini terjadi di tengah dominasi produsen lokal seperti BYD, Geely, dan Nio yang semakin kuat di pasar kendaraan listrik.

Meski Skoda telah mengembangkan model listrik seperti SUV Elroq dan proyek Epiq serta Peaq, Grup Volkswagen menilai persaingan di China tidak lagi menguntungkan.

Situasi ini menunjukkan bahwa dominasi merek asing di China mulai tergeser oleh inovasi dan agresivitas produsen lokal di segmen EV.

Sebagai langkah lanjutan, Skoda akan mengalihkan fokus ke pasar India dan Asia Tenggara yang dinilai masih potensial. Di India, penjualan Skoda tercatat mencapai 70.600 unit pada 2025, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Tren positif ini menjadi alasan utama pergeseran strategi pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

India Balik ke Rusia Demi Energi, Dampaknya ke Rakyat

India Balik ke Rusia Demi Energi, Dampaknya ke Rakyat

News
| Jum'at, 27 Maret 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat

Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat

Wisata
| Kamis, 26 Maret 2026, 13:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement