Fitur OTA Mobil Listrik Disebut Bisa Jadi Celah Serangan Siber
Teknologi OTA pada mobil listrik dinilai membuka celah serangan siber. Pakar mengingatkan risiko peretasan kendaraan dan pentingnya perlindungan data pengguna.
Salah satu produk Skoda/Skoda
Harianjogja.com, JOGJA—Škoda Auto dilaporkan akan angkat kaki dari pasar otomotif China pada pertengahan 2026 setelah penjualannya merosot tajam hingga 96 persen dari masa puncaknya. Keputusan ini mencerminkan perubahan besar di industri otomotif global, terutama dominasi kendaraan listrik buatan lokal.
Laporan ini diungkap Carscoops pada Jumat (27/3/2026), yang menyebut pasar China kini mengalami pergeseran signifikan sejak pandemi Covid-19. Konsumen semakin beralih ke kendaraan listrik (EV) dan hybrid, sementara merek lokal semakin mendominasi.
Padahal, China sebelumnya merupakan pasar terbesar bagi Skoda. Bahkan, satu dari empat mobil Skoda pernah terjual di negara tersebut. Penjualan sempat mencapai 325.000 unit pada 2017 dan meningkat menjadi 341.000 unit pada 2018.
Optimisme tinggi sempat muncul ketika Skoda menargetkan penjualan hingga 600.000 unit per tahun pada 2020. Namun, pandemi Covid-19 mengubah segalanya.
Penurunan drastis mulai terlihat pada 2020, ketika penjualan turun dari 282.000 unit pada 2019 menjadi 173.000 unit. Tren negatif ini terus berlanjut tanpa pemulihan signifikan.
Penjualan kembali merosot menjadi 71.200 unit pada 2021, lalu turun ke 44.600 unit pada 2022. Pada 2023, angka tersebut hanya sekitar 22.800 unit, dan semakin anjlok menjadi 17.500 unit pada 2024.
Bahkan pada 2025, Skoda hanya mampu menjual sekitar 15.000 unit di China—menandai keruntuhan tajam dari salah satu pemain besar di pasar otomotif terbesar dunia.
Menghadapi kondisi tersebut, Volkswagen Group memutuskan untuk menghentikan operasi Skoda di China dalam beberapa bulan ke depan. Meski demikian, layanan purna jual bagi pelanggan tetap akan dipertahankan.
Kalah Saing dari Merek Lokal
Keputusan hengkang ini terjadi di tengah dominasi produsen lokal seperti BYD, Geely, dan Nio yang semakin kuat di pasar kendaraan listrik.
Meski Skoda telah mengembangkan model listrik seperti SUV Elroq dan proyek Epiq serta Peaq, Grup Volkswagen menilai persaingan di China tidak lagi menguntungkan.
Situasi ini menunjukkan bahwa dominasi merek asing di China mulai tergeser oleh inovasi dan agresivitas produsen lokal di segmen EV.
Sebagai langkah lanjutan, Skoda akan mengalihkan fokus ke pasar India dan Asia Tenggara yang dinilai masih potensial. Di India, penjualan Skoda tercatat mencapai 70.600 unit pada 2025, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Tren positif ini menjadi alasan utama pergeseran strategi pasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Teknologi OTA pada mobil listrik dinilai membuka celah serangan siber. Pakar mengingatkan risiko peretasan kendaraan dan pentingnya perlindungan data pengguna.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan rokok elektrik tidak lebih aman dari rokok konvensional dan berpotensi disalahgunakan untuk narkotika.
Jadwal SIM Keliling Sleman Rabu 22 Juli 2026 digelar di MPP Sleman. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Cek jadwal lengkap KA Bandara YIA Jogja Rabu 22 Juli 2026. Tersedia layanan reguler dan Xpress menuju Bandara YIA yang cepat dan anti macet.
Cek jadwal lengkap KRL Solo-Jogja Rabu 22 Juli 2026. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan dari Palur menuju Yogyakarta.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 22 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Jogja hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.