Advertisement
Canva AI 2.0 Rilis, Desain Kini Bisa Dibuat Cuma Ngobrol
Logo Canva - Canva
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Platform desain Canva resmi meluncurkan pembaruan besar bertajuk Canva AI 2.0 dalam acara Canva Create di Los Angeles, Kamis (16/4/2026). Pembaruan ini mengubah cara orang membuat desain, dari proses manual menjadi berbasis kecerdasan buatan yang terintegrasi penuh.
Kini, pengguna cukup menyampaikan ide secara sederhana, baik melalui teks maupun suara, lalu sistem AI akan langsung menghasilkan desain lengkap yang bisa diedit. CEO Canva, Melanie Perkins, menegaskan bahwa desain bukan sekadar tampilan visual, tetapi cara menuangkan ide menjadi bentuk nyata.
Advertisement
"Desain tidak pernah sekadar soal membuat sesuatu tampak cantik. Desain adalah soal memberi bentuk pada sebuah ide," ujarnya dalam keterangan pers.
Transformasi ini juga ditegaskan oleh COO Canva, Cliff Obrecht, yang menyebut Canva kini berevolusi dari platform desain dengan fitur AI menjadi platform AI yang dilengkapi alat desain.
BACA JUGA
Salah satu fitur utama adalah Desain Berbasis Percakapan (Conversational Design), yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan AI layaknya berdiskusi. Sistem ini menjaga konteks percakapan sehingga pengguna dapat melakukan revisi tanpa harus mengulang dari awal.
Selain itu, terdapat fitur Orkestrasi Agen (Agentic Orchestration) yang memungkinkan AI menjalankan perintah kompleks secara otomatis. Misalnya, pengguna cukup meminta pembuatan kampanye digital, dan sistem akan menyusun strategi sekaligus menghasilkan materi siap pakai.
Bagi pengguna yang sering mengalami masalah saat mengedit desain, fitur Kecerdasan Berbasis Objek (Object-Based Intelligence) memungkinkan perubahan pada satu elemen tanpa merusak keseluruhan desain. Sementara itu, Memori Lestari (Living Memory) akan mempelajari preferensi pengguna untuk menjaga konsistensi gaya secara otomatis.
Canva AI 2.0 juga terintegrasi dengan berbagai aplikasi populer seperti Slack, Gmail, Google Drive, Zoom, hingga HubSpot. Integrasi ini memungkinkan pengguna mengubah data dari berbagai sumber menjadi konten visual tanpa berpindah aplikasi.
Di balik teknologi ini, Canva mengembangkan tiga model AI utama, yakni Proteus untuk transfer gaya, Lucid Origin untuk pembuatan gambar, serta I2V yang mampu mengubah gambar menjadi video. Teknologi ini diklaim lebih cepat dan efisien dibanding model lain di pasaran.
Kabar menarik lainnya, Canva menghadirkan Mode Offline yang memungkinkan pengguna tetap mengedit desain tanpa koneksi internet. Fitur ini sangat relevan bagi pengguna di wilayah dengan akses jaringan terbatas, termasuk pelajar dan pelaku UMKM di Indonesia.
Selain itu, Canva juga memperkuat kolaborasi dengan Anthropic dan OpenAI, sehingga hasil dari asisten AI seperti ChatGPT dapat langsung diolah menjadi desain profesional di dalam platform.
Canva AI 2.0 mulai tersedia sejak 16 April 2026 dalam tahap pratinjau untuk satu juta pengguna pertama, sebelum diluncurkan secara bertahap ke seluruh pengguna global. Saat ini, Canva telah memiliki lebih dari 265 juta pengguna aktif bulanan dan menjadi salah satu platform AI kreatif paling populer di dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement









