Advertisement
Google Ubah Cara Cari di Windows Tanpa Buka Browser
Foto ilustrasi menulis menggunakan laptop. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Cara pengguna Windows mencari informasi kini berubah drastis setelah Google merilis aplikasi desktop terbaru yang memungkinkan pencarian dilakukan tanpa membuka browser. Inovasi ini membuat aktivitas di depan komputer jadi lebih cepat dan praktis, terutama bagi pelajar dan pekerja yang sering berpindah aplikasi.
Aplikasi yang sebelumnya hanya tersedia di fase uji coba Search Labs ini kini sudah dirilis secara global. Pengguna cukup menekan kombinasi tombol Alt + Spasi untuk memunculkan jendela pencarian mengambang yang langsung aktif di atas layar tanpa harus meninggalkan pekerjaan yang sedang dibuka.
Advertisement
Kemudahan ini membawa dampak langsung bagi produktivitas harian. Pengguna tidak lagi harus membuka banyak tab browser hanya untuk mencari file, aplikasi, atau informasi tambahan. Semua bisa diakses dari satu jendela pencarian yang terintegrasi langsung dengan sistem komputer.
Tidak hanya menampilkan hasil pencarian dari internet, fitur ini juga mampu menjangkau isi dokumen pribadi di komputer, daftar aplikasi yang terpasang, hingga file yang tersimpan di Google Drive. Dengan begitu, pengguna bisa menemukan data penting lebih cepat tanpa harus mengingat lokasi penyimpanannya secara manual.
BACA JUGA
Langkah ini sekaligus menjadi strategi Google untuk menyaingi fitur Spotlight milik Apple yang selama ini dikenal unggul di perangkat Mac. Kini, pengguna Windows mendapatkan pengalaman serupa bahkan dengan tambahan fitur berbasis kecerdasan buatan yang lebih interaktif.
Salah satu keunggulan utama terletak pada integrasi teknologi Google Lens. Melalui fitur ini, pengguna dapat langsung melakukan pencarian visual dari tampilan layar. Misalnya, menerjemahkan teks berbahasa asing atau menyelesaikan soal matematika tanpa perlu menyalin konten ke aplikasi lain.
Selain itu, Google juga menyematkan AI Mode yang mengubah cara hasil pencarian ditampilkan. Pengguna tidak lagi hanya melihat daftar tautan, melainkan langsung mendapatkan jawaban yang lebih kontekstual, interaktif, dan mudah dipahami sesuai kebutuhan.
Fitur lain yang tak kalah penting adalah kemampuan berbagi layar yang membantu menjaga alur kerja tetap fokus. Dokumen dapat tetap terbuka di satu sisi, sementara pengguna mengajukan pertanyaan atau mencari referensi di sisi lain tanpa harus berpindah aplikasi. Hal ini sangat membantu dalam menyusun laporan, tugas, atau pekerjaan yang membutuhkan banyak referensi sekaligus.
Dengan alur kerja yang lebih ringkas, waktu yang sebelumnya terbuang untuk membuka dan menutup tab browser bisa ditekan secara signifikan. Dampaknya, pekerjaan menjadi lebih efisien dan tidak mudah terganggu oleh perpindahan aplikasi yang berulang.
Melansir laporan Digital Trends pada Rabu (15/4/2026), peluncuran aplikasi ini menjadi langkah awal Google dalam menjadikan desktop sebagai pusat kendali pencarian utama. Meski saat ini baru mendukung bahasa Inggris, Google disebut tengah menyiapkan dukungan multibahasa agar fitur ini bisa digunakan lebih luas di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tiga Kapal Asing Ditangkap di Selat Malaka Rugikan Negara Miliaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Terjun ke Ceruk Enam Meter di Kalasan Sleman Saat Hujan
- Terjadi Lagi Keracunan Makanan di Sekolah Bantul, Korban 80 Siswa
- Top Ten News Harianjogja.com, Rabu 15 April 2026, Penerapan WFH
- Hujan Lebat Picu Longsor di Sleman, Talud Ambrol di Sejumlah Wilayah
- Pemkab Gunungkidul Akan Bangun TPR Pantai Senilai Rp2,6 Miliar
Advertisement
Advertisement








