Riset Buktikan Melajang Lebih Baik daripada Hubungan Beracun
Studi longitudinal 12.000 orang membuktikan bahwa kualitas hubungan jauh lebih penting daripada sekadar punya pasangan. Simak mengapa melajang bisa lebih sehat
Chip RTX Spark/Nvidia
Harianjogja.com, JOGJA—Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Nvidia, resmi meluncurkan chip terbaru mereka, RTX Spark. Pengumuman yang disampaikan langsung oleh CEO Nvidia, Jensen Huang, dalam ajang Computex 2026 di Taiwan ini langsung menyita perhatian dunia teknologi.
Chip canggih ini dirancang untuk menghadirkan kemampuan kecerdasan buatan (AI) yang selama ini bergantung pada cloud, agar dapat berjalan langsung di perangkat pribadi seperti laptop dan komputer desktop.
Dilansir dari Reuters, Selasa (2/6/2026), RTX Spark merupakan hasil kolaborasi erat antara Nvidia dan Microsoft selama tiga tahun terakhir. Jensen Huang menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya untuk "menciptakan kembali PC" (reinvent the PC) di era AI.
Hasil dari inovasi ini akan mulai menyapa pasar pada musim gugur 2026 melalui berbagai lini PC baru dari merek-merek besar, di antaranya Microsoft (Surface), Dell, HP, Lenovo, Asus, Acer, dan MSI.
Superchip 1 Petaflop untuk Agen AI Lokal
RTX Spark bukan sekadar chip biasa, melainkan sebuah superchip yang mengintegrasikan unit pemrosesan pusat (CPU), unit pemrosesan grafis (GPU), dan unit pemroses neural (NPU) ke dalam satu paket ringkas. Dirancang bersama MediaTek, chip ini menggunakan arsitektur Arm untuk efisiensi daya dan arsitektur Blackwell untuk GPU-nya.
Spesifikasi unggulannya meliputi:
- Kemampuan Komputasi: Mencapai 1 petaflop.
- Memori Terpadu: Hingga 128GB.
Dengan kekuatan tersebut, RTX Spark memungkinkan perangkat menjalankan agen AI secara mandiri (on-device) dengan tingkat keamanan dan kecepatan tinggi. Ini menandai era baru di mana komputer bukan lagi alat pasif, melainkan menjadi rekan yang proaktif bagi penggunanya.
Vera: Prosesor untuk Komputasi Berat
Selain untuk komputer personal, Nvidia juga memperkenalkan CPU baru bernama Vera. Berbeda dengan RTX Spark yang terintegrasi, Vera adalah prosesor tersendiri yang dirancang untuk kebutuhan komputasi berat di pusat data (data center).
Vera saat ini telah memasuki tahap produksi penuh dan akan digunakan oleh perusahaan AI terkemuka seperti OpenAI, Anthropic, dan SpaceX. Menurut Jensen Huang, pasar untuk CPU jenis ini memiliki potensi nilai hingga 200 miliar dolar AS dan akan menjadi pendorong pertumbuhan utama bagi Nvidia.
Langkah inovatif ini sejalan dengan tren industri yang kini bergerak melampaui AI sebagai alat penjawab pertanyaan sederhana, menuju agen AI yang benar-benar otonom.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Studi longitudinal 12.000 orang membuktikan bahwa kualitas hubungan jauh lebih penting daripada sekadar punya pasangan. Simak mengapa melajang bisa lebih sehat
Data BPS terbaru Februari 2026: NTT puncaki daftar provinsi dengan minat baca tertinggi di Indonesia. Simak daftar lengkap dan tips meningkatkan budaya literasi
Puntung rokok masih menjadi salah satu jenis sampah yang paling mudah ditemukan di ruang publik. Ukurannya yang kecil membuatnya sering luput dari perhatian
Pemkab Kulonprogo siapkan SK penonaktifan Lurah Garongan jika status hukum naik menjadi tersangka. Simak penjelasan Bupati Agung Setyawan terkait kasus pungli.
Asah Kreativitas dan Solidaritas, Astra Motor Yogyakarta Gelar “Scoopy Your Mode, Your Ride”
Timnas Indonesia U-19 menang 3-0 atas Myanmar di Piala AFF U-19 2026. Simak hasil pertandingan, evaluasi Nova Arianto, dan rencana rotasi untuk laga berikutnya.