8 Tahun Berlalu, Ddu-Du Ddu-Du Tembus 2,4 Miliar di YouTube!
BLACKPINK cetak sejarah! Video "Ddu-Du Ddu-Du" tembus 2,4 miliar view di YouTube, pertama dari grup K-Pop. Simak daftar video miliaran mereka.
Pemudik sepeda motor. /Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, JOGJA — Memboncengkan anak di depan kerap dilakukan oleh para pengendara motor. Padahal, Memboncengkan anak di depan sangat berbahaya. Selain terpapar debu dan polusi, anak juga rawan terkena kerikil maupun batu yang beterbangan dari jalan.
Berikut bahaya memboncengkan anak di depan :
Memboncengkan anak di depan berarti membiarkan sang anak terpapar angin kencang. Padahal, anak sangat rentan terserang penyakit, apalagi terkena angin kencang.
Memboncengkan anak didepan artinya juga membiarkan anak tidak bisa berapegangan erat pada bagian apapun. Coba dibayangkan jika Anda melakukan pengereman mendadak? Bagaimana nasib anak Anda nanti?
Keberadaan anak di depan akan mengurangi manuver pengendara motor.
Anak yang masih berusia kecil, cenderung melihat berbagai tombol pada motor sebagai mainan yang menarik. Hal ini berisiko mengganggu bahkan membahayakan pengendara serta pengguna jalan lainnya.
Memboncengkan anak di depan, sangat berisiko ketika mengalami kecelakaan. Anak berisiko terpental atau terlempar dari motor dalam kecelakaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BLACKPINK cetak sejarah! Video "Ddu-Du Ddu-Du" tembus 2,4 miliar view di YouTube, pertama dari grup K-Pop. Simak daftar video miliaran mereka.
Bajaj akan meluncurkan motor listrik terbarunya ke pasar ekspor lebih dulu sebelum India. Amerika Latin dipilih sebagai target utama karena permintaan kendaraan
Asita DIY menilai tren wisata multi-destinasi menjadi peluang besar bagi Yogyakarta untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan, memperkuat ekonomi lokal, dan men
Harga Bright Gas resmi turun di DIY dan Pulau Jawa. Bright Gas 12 kg kini Rp220.000 dan 5,5 kg Rp103.000 per tabung mulai Juli 2026.
PT Importa Jaya Abadi membidik ekspansi ke pasar Asia Tenggara setelah memperkuat dominasinya di pasar domestik.
Profil Perry Warjiyo, ekonom asal UGM yang mengabdi sekitar 42 tahun di Bank Indonesia dan dikenal sebagai penggagas transformasi pembayaran digital melalui QRI