HP Mulai Bermasalah? Kenali Gejalanya Sebelum Memutuskan Ganti
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Pemudik sepeda motor. /Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, JOGJA — Memboncengkan anak di depan kerap dilakukan oleh para pengendara motor. Padahal, Memboncengkan anak di depan sangat berbahaya. Selain terpapar debu dan polusi, anak juga rawan terkena kerikil maupun batu yang beterbangan dari jalan.
Berikut bahaya memboncengkan anak di depan :
Memboncengkan anak di depan berarti membiarkan sang anak terpapar angin kencang. Padahal, anak sangat rentan terserang penyakit, apalagi terkena angin kencang.
Memboncengkan anak didepan artinya juga membiarkan anak tidak bisa berapegangan erat pada bagian apapun. Coba dibayangkan jika Anda melakukan pengereman mendadak? Bagaimana nasib anak Anda nanti?
Keberadaan anak di depan akan mengurangi manuver pengendara motor.
Anak yang masih berusia kecil, cenderung melihat berbagai tombol pada motor sebagai mainan yang menarik. Hal ini berisiko mengganggu bahkan membahayakan pengendara serta pengguna jalan lainnya.
Memboncengkan anak di depan, sangat berisiko ketika mengalami kecelakaan. Anak berisiko terpental atau terlempar dari motor dalam kecelakaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.