BYD Terancam Rugi Rp500 Miliar Setelah Salah Kirim Mobil ke Konsumen
BYD membuka opsi refund penuh kepada 1.265 konsumen di Australia setelah menjual mobil dengan tahun produksi berbeda. Kerugian perusahaan berpotensi menembus Rp
Seorang pria melihat Tesla Model S di showroom di Beijing, Tiongkok 29 Januari 2014./Reuters
Harianjogja.com, JOGJA — Pabrik mobil listrik Tesla Inc dilaporkan akan meningkatkan produksinya di pabrik di Shanghai, mulai 16 Mei mendatang. Tesla akan meningkatkan produksi menjadi 2.600 unit perhari. Upaya peningkatan produksi ini sebagai tindak lanjut atas penutupan aktivitas produksi yang terjadi beberapa waktu lalu akibat Covid-19.
Akibat serangan Covid-19 pada akhir Maret lalu, Tesla terpaksa hanya menjalankan satu shift di pabriknya di Shanghai. Dengan penerapan satu shift itu berdampak pada produksi mobil yang hanya mencapai 16.900 unit per hari. Oleh karena itu, mulai 16 Mei mendatang, jumlah shift ini akan ditingkatkan demi mengejar target produksi 2.600 unit per hari.
Sementara penjualan kendaraan listrik di China telah meledak sebelum serangan Covid-19 melanda. Hal ini dicatatkan dari jumlah penjualan Tesla di China yang melonjak 56 persen pada kuartal pertama, sementara penjualan kendaraan listrik oleh saingannya yang lebih besar di China, BYD, meningkat lima kali lipat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Reuters
BYD membuka opsi refund penuh kepada 1.265 konsumen di Australia setelah menjual mobil dengan tahun produksi berbeda. Kerugian perusahaan berpotensi menembus Rp
Lelang pembangunan gedung baru RSUD Sleman dipastikan mundur karena reviu DED belum selesai. Skema pinjaman juga bergeser ke 2027.
Super El Nino diperkirakan memicu lonjakan harga pangan global hingga 2028. Pemerintah Indonesia menyiapkan cadangan pangan untuk antisipas
Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru menggelar Kotabaru Run 2026 untuk menyambut perayaan 100 tahun dengan semangat toleransi dan kebersamaan.
Gempa M4,1 mengguncang Jembrana, Bali, Senin malam. BMKG menyatakan gempa dipicu sesar aktif dasar laut dan tidak berpotensi tsunami.
Pemda DIY menyambut positif pernyataan KPK soal Mandala Krida, namun masih menunggu kepastian tertulis sebelum melanjutkan pembenahan stadion.