Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, Antam 1 Gram Rp2,766 Juta
Harga emas Pegadaian hari ini, Jumat 21 Agustus 2026, mencakup Antam, Galeri 24, dan UBS beserta harga buyback.
TikTok - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—TikTok bersiap memperkuat perlindungan anak di media sosial dengan meluncurkan teknologi deteksi usia berbasis AI di kawasan Eropa, menyusul meningkatnya tuntutan global terhadap keamanan pengguna di bawah umur.
Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat penegakan batas usia minimum pengguna sekaligus menjawab tuntutan regulator internasional.
Manajemen TikTok menyatakan teknologi tersebut difokuskan untuk mengidentifikasi akun yang diduga dimiliki pengguna berusia di bawah 13 tahun, kemudian menghapusnya dari platform. Langkah ini menjadi bagian dari kepatuhan perusahaan terhadap regulasi Eropa serta penegakan kebijakan internal yang selama ini mewajibkan batas usia minimum bagi pengguna.
Berdasarkan laporan Mashable, Sabtu (24/1/2026), sistem deteksi usia TikTok bekerja dengan menganalisis berbagai titik data digital. Data tersebut mencakup informasi profil, konten video yang diunggah, hingga pola perilaku pengguna dalam berinteraksi di platform. Hasil analisis digunakan untuk memperkirakan apakah seorang pengguna berada di bawah usia yang diizinkan.
Meski mengandalkan kecerdasan artifisial, TikTok menegaskan proses moderasi tidak sepenuhnya diserahkan kepada algoritma. Akun yang terindikasi dimiliki pengguna di bawah umur akan melalui peninjauan lanjutan oleh moderator manusia yang memiliki spesialisasi tertentu sebelum keputusan penghapusan diambil.
Pendekatan moderasi berlapis ini diterapkan untuk menekan risiko kesalahan teknis, termasuk kemungkinan terjadinya “positif palsu”, yakni kondisi ketika pengguna yang sebenarnya telah berusia di atas 13 tahun keliru ditandai oleh sistem otomatis. TikTok mengakui tantangan tersebut sebagai bagian dari pengembangan teknologi deteksi usia.
Peluncuran sistem deteksi usia ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Komisi Perlindungan Data Irlandia. Kerja sama tersebut dirancang untuk memastikan integrasi teknologi tetap sejalan dengan undang-undang privasi Eropa yang dikenal sangat ketat dalam perlindungan data pribadi.
“Dengan mengintegrasikan prinsip perlindungan data ke dalam fase desain teknologi sejak awal, hal ini memastikan bahwa prediksi kemungkinan seseorang berusia di bawah 13 tahun tidak digunakan untuk tujuan selain memutuskan apakah akan mengirim akun ke moderator manusia,” tulis manajemen TikTok dalam unggahan di blog resmi perusahaan.
TikTok menambahkan bahwa pendekatan berbasis privasi tersebut memungkinkan perusahaan meningkatkan keamanan bagi remaja tanpa mengorbankan perlindungan data pribadi seluruh pengguna. Menurut perusahaan, keseimbangan antara keselamatan anak dan privasi menjadi fokus utama dalam pengembangan fitur baru ini.
Langkah TikTok tersebut berlangsung di tengah sorotan tajam regulator Uni Eropa yang mendesak platform media sosial bertindak lebih tegas terhadap isu keselamatan anak. Parlemen Eropa bahkan tengah mengkaji wacana larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 15 tahun, mengikuti kebijakan Australia yang telah memberlakukan larangan serupa bagi anak di bawah 16 tahun.
Di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga tengah menyusun Peraturan Pemerintah TUNAS (PP Tunas) yang mengatur kewajiban platform digital dalam menjaga keselamatan anak. Regulasi tersebut mencakup penyediaan akun khusus anak, pembatasan akses terhadap fitur berisiko, serta penerapan mekanisme pengawasan yang lebih ketat.
Di sisi lain, persoalan verifikasi usia secara daring masih menjadi tantangan operasional bagi industri digital secara luas. Sejumlah platform lain, termasuk layanan gim Roblox, dilaporkan telah menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk verifikasi usia, meski masih menghadapi kendala berupa potensi manipulasi sistem oleh pengguna, menunjukkan kompleksitas upaya perlindungan anak di ekosistem digital global yang terus berkembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga emas Pegadaian hari ini, Jumat 21 Agustus 2026, mencakup Antam, Galeri 24, dan UBS beserta harga buyback.
Sembilan hari jelang liga, kesiapan PSS Sleman mencapai 90%-95%. Pieter Huistra masih menyoroti fisik, taktik, bola mati, dan mental pemain.
Avengers Endgame Encore tayang di Indonesia mulai 25 September 2026 dengan materi tambahan 4 menit serta perubahan visual dan dialog
Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan tak langsung datang ke NTT usai gempa M7,7. Ia tak ingin pejabat daerah sibuk menjemput dan fokus warga terganggu.
KPK menggeledah Rektorat Unsoed dan sejumlah rumah tersangka kasus dugaan korupsi PMB jalur Mandiri. Penyidik menyita dokumen dan bukti elektronik.
DPRD) Klaten menggelar rapat paripurna dengan agenda pemungutan dan penghitungan suara calon Wakil Bupati (Wabup) Klaten sisa masa jabatan 2025-2030