Google Punya Cara Cek Pesan Penipuan, Begini Langkahnya
Cek SMS dan chat mencurigakan dengan Circle to Search atau Google Lens. Kenali tanda penipuan sebelum mengeklik tautan atau membagikan data pribadi.
Seorang pria melihat Tesla Model S di showroom di Beijing, Tiongkok 29 Januari 2014./Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Tesla menghadapi tekanan pasar pada awal 2026 setelah sejumlah investor jangka panjang melepas sahamnya. Padahal, valuasi perusahaan milik Elon Musk itu masih berada di kisaran US$1,5 triliun.
Pergerakan saham Tesla (TSLA) memasuki tahun 2026 dengan sentimen yang kurang bersahabat. Aksi jual dari investor lama memicu kekhawatiran baru di tengah perlambatan kinerja fundamental perusahaan.
247WallSt melaporkan, pendapatan Tesla turun 2,9 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal terakhir. Penurunan angka pengiriman kendaraan serta margin keuntungan yang semakin tertekan menjadi perhatian utama pelaku pasar.
Di saat bisnis inti kendaraan listrik melambat, CEO Elon Musk justru mempercepat transformasi perusahaan ke sektor teknologi masa depan. Fokus diarahkan pada pengembangan robotaxi, robot humanoid Optimus, kecerdasan buatan (AI), hingga ekspansi energi surya dengan target kapasitas 100 gigawatt (GW).
Strategi tersebut diperkirakan membutuhkan tambahan pendanaan besar, berkisar antara US$30 miliar hingga US$70 miliar. Besarnya kebutuhan modal memunculkan kekhawatiran mengenai tekanan arus kas dalam jangka pendek.
Sentimen negatif juga terlihat di forum investor ritel seperti Reddit, khususnya kanal r/WallStreetBets. Di sana, muncul narasi pesimistis terhadap prospek saham Tesla, bahkan terdapat taruhan put option senilai US$600.000 sebagai bentuk spekulasi penurunan harga saham.
Kondisi ini kontras dengan performa produsen otomotif konvensional seperti Ford Motor Company yang justru mencatat kenaikan saham 8,43 persen secara year to date (YTD). Konsistensi Ford pada bisnis inti dinilai lebih stabil dibandingkan pendekatan Tesla yang agresif bereksperimen di sektor berisiko tinggi.
Perbandingan tersebut membuat sebagian investor lama menilai narasi pertumbuhan kendaraan listrik yang dulu menjadi daya tarik utama Tesla mulai memudar. Posisi tersebut kini digantikan janji transformasi menuju perusahaan teknologi berbasis AI dan robotika yang masih dalam tahap pengembangan.
Meski demikian, optimisme belum sepenuhnya hilang. Firma analis Morgan Stanley menilai lini bisnis energi surya Tesla memiliki potensi besar. Mereka memperkirakan sektor manufaktur surya terbesar di Amerika Serikat milik Tesla dapat menambah valuasi hingga US$190 miliar.
Di tengah perdebatan antara potensi jangka panjang dan tekanan kinerja saat ini, Tesla berada di persimpangan penting. Perusahaan kini dituntut membuktikan bahwa transformasi menuju robotika dan AI bukan sekadar pengalihan isu dari melambatnya pasar kendaraan listrik global, melainkan strategi berkelanjutan yang mampu menjaga pertumbuhan di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek SMS dan chat mencurigakan dengan Circle to Search atau Google Lens. Kenali tanda penipuan sebelum mengeklik tautan atau membagikan data pribadi.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Minggu 18 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu, 18 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 18 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 18 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 18 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.