Alwi Farhan Lolos 16 Besar Denmark Open 2026, Tekuk Ayush Shetty Tiga Gim
Alwi Farhan mengalahkan Ayush Shetty 21-11, 13-21, 21-10 untuk lolos ke babak 16 besar Denmark Open 2026 di Odense, Denmark.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Mengemudi mobil dengan aman tidak cukup hanya dengan menguasai pedal gas, rem, dan setir. Pengemudi juga perlu memahami dimensi kendaraan, menjaga jarak aman, serta mengetahui cara menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan perjalanan.
Keterampilan tersebut berguna dalam berbagai kondisi sehari-hari, mulai dari mencari tempat parkir di area sempit, menghadapi kemacetan di jalan menanjak, hingga mengantisipasi kendaraan lain yang berada di titik buta atau blind spot.
Bagi pengemudi pemula, situasi seperti itu dapat menimbulkan kepanikan. Padahal, keputusan yang terburu-buru justru bisa meningkatkan risiko menyenggol kendaraan lain atau kehilangan kendali.
Karena itu, keterampilan mengemudi perlu dilatih secara bertahap di lokasi yang aman. Pengemudi juga harus memahami karakter mobil yang digunakan, sebab prosedur pengoperasian kendaraan manual, otomatis, dan mobil dengan fitur bantuan berkendara dapat berbeda.
Mengutip panduan Daihatsu, berikut lima keterampilan dasar yang perlu dikuasai pengemudi mobil untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan.
Parkir di antara dua mobil atau di lahan terbatas dapat menjadi tantangan, terutama bagi pengemudi yang belum terbiasa memperkirakan ukuran kendaraan.
Keterampilan pertama yang perlu dilatih adalah mengenali dimensi mobil, termasuk panjang, lebar, serta jarak antara bodi kendaraan dan objek di sekitarnya.
Latihan dapat dimulai dengan parkir seri di area lapang sebelum beralih ke parkir paralel. Pilih tempat yang aman dan tidak mengganggu arus lalu lintas agar pengemudi dapat berlatih tanpa tekanan dari kendaraan lain.
Manfaatkan spion, marka parkir, sensor, atau kamera jika tersedia. Namun, perangkat tersebut hanya membantu memperkirakan posisi kendaraan dan tidak selalu dapat mendeteksi seluruh objek di sekitar mobil.
Karena itu, pengemudi tetap perlu memeriksa lingkungan sekitar, termasuk keberadaan pejalan kaki, sepeda motor, tiang, dan benda rendah yang mungkin tidak terlihat dari kursi pengemudi.
Lakukan manuver dengan kecepatan rendah. Jika posisi mobil belum tepat, berhenti sejenak dan atur kembali arah kendaraan. Jangan memaksakan parkir hanya karena kendaraan lain sedang mengantre.
Jalan menanjak dapat menjadi ujian tersendiri ketika lalu lintas padat mengharuskan pengemudi berhenti dan kembali melaju. Pada kondisi ini, mobil berisiko bergerak mundur jika pengemudi tidak mampu menahan kendaraan dengan benar.
Pengguna mobil manual perlu melatih koordinasi kopling, rem, dan gas. Salah satu cara menahan kendaraan ketika berhenti di tanjakan adalah menggunakan rem parkir, kemudian melepasnya sesuai prosedur kendaraan saat mobil siap bergerak kembali.
Sementara itu, pengemudi mobil otomatis perlu mengenali karakter transmisi dan fitur bantuan tanjakan jika tersedia. Jangan menganggap semua mobil otomatis memiliki kemampuan yang sama untuk menahan kendaraan di jalan menanjak.
Jaga pula jarak yang cukup dengan kendaraan di depan. Jarak tersebut memberi ruang ketika mobil harus berhenti atau kembali bergerak.
Ketika melewati turunan panjang, kendalikan kecepatan sejak awal. Manfaatkan pengereman mesin atau engine brake dengan memilih gigi yang sesuai, mengikuti petunjuk buku manual kendaraan. Hindari mengandalkan pedal rem secara terus-menerus tanpa pengaturan kecepatan yang tepat karena pengereman berkepanjangan dapat meningkatkan suhu sistem rem.
Jika pengemudi belum terbiasa menghadapi tanjakan curam atau turunan panjang, sebaiknya berlatih terlebih dahulu dengan pendamping berpengalaman di lokasi yang aman.
Pengereman yang baik bukan hanya soal menekan pedal rem, tetapi juga membaca situasi lalu lintas dan menentukan waktu yang tepat untuk memperlambat kendaraan.
Ketika mendekati persimpangan, lampu lalu lintas, atau antrean kendaraan, kurangi kecepatan secara bertahap jika situasi memungkinkan. Cara ini membantu menjaga kenyamanan penumpang sekaligus memberi waktu bagi kendaraan di belakang untuk merespons.
Namun, ketika menghadapi keadaan darurat, pengemudi harus memprioritaskan keselamatan. Lakukan pengereman sesuai kondisi dan kemampuan sistem pengereman kendaraan, termasuk menggunakan sistem pengereman darurat jika diperlukan.
Selain itu, jaga jarak dengan kendaraan di depan. Salah satu panduan dasar adalah aturan tiga detik saat kondisi jalan dan cuaca mendukung.
Caranya, pilih objek tetap di tepi jalan. Setelah kendaraan di depan melewati objek tersebut, hitung waktu hingga mobil yang dikemudikan mencapai titik yang sama. Jika waktunya kurang dari tiga detik, tambah jarak.
Jarak aman perlu diperbesar ketika hujan, jalan licin, jarak pandang terbatas, atau kendaraan membawa beban berat. Aturan tiga detik bukan jaminan bahwa mobil selalu dapat berhenti tepat waktu dalam semua kondisi.
Membaca arus lalu lintas, menjaga jarak, dan mengantisipasi perubahan situasi akan membantu pengemudi mengurangi kebutuhan melakukan pengereman mendadak.
Blind spot atau titik buta adalah area di sekitar kendaraan yang tidak terlihat secara optimal melalui pandangan langsung maupun kaca spion. Kendaraan roda dua yang berada di sisi mobil, misalnya, dapat luput dari perhatian pengemudi.
Sebelum berpindah jalur atau berbelok, periksa spion, nyalakan lampu sein, lalu pastikan area yang akan dituju aman. Lakukan shoulder check, yakni menoleh singkat ke arah samping untuk memeriksa area yang tidak terjangkau spion.
Gerakan tersebut harus dilakukan secara singkat dan terkontrol. Pengemudi tetap perlu menjaga perhatian terhadap kondisi jalan di depan.
Pengaturan spion juga berpengaruh terhadap luas area pandang. Sesuaikan posisi spion kiri dan kanan dengan posisi duduk serta bentuk kendaraan agar area di samping dan belakang mobil dapat terlihat seoptimal mungkin.
Jika mobil memiliki fitur pemantau titik buta, manfaatkan sebagai bantuan tambahan. Meski demikian, fitur tersebut tidak menggantikan kewajiban pengemudi untuk memeriksa kondisi sekitar sebelum bermanuver.
Jangan berpindah jalur hanya karena lampu sein sudah dinyalakan. Pastikan terlebih dahulu bahwa ruang yang dituju cukup dan tidak membahayakan pengguna jalan lain.
Ban bocor saat perjalanan dapat mengganggu aktivitas, terutama jika terjadi jauh dari bengkel. Dalam situasi tersebut, langkah pertama bukan langsung mengganti ban, melainkan mengendalikan kendaraan dan mencari lokasi berhenti yang aman.
Ketika menyadari ban bermasalah, kurangi kecepatan secara bertahap. Hindari mengerem atau membelokkan setir secara mendadak karena perubahan tekanan ban dapat memengaruhi kestabilan kendaraan.
Arahkan mobil ke lokasi yang aman dan jauh dari arus lalu lintas. Nyalakan lampu hazard saat diperlukan untuk memperingatkan pengguna jalan lain.
Jika ban bocor terjadi di jalan tol atau lokasi dengan lalu lintas berkecepatan tinggi, jangan memaksakan penggantian ban di tempat yang sempit atau berbahaya. Utamakan keselamatan penumpang dan hubungi petugas jalan tol atau layanan bantuan darurat.
Bagi pengemudi yang hendak mengganti ban sendiri, penting untuk mengetahui lokasi dongkrak, kunci roda, dan ban cadangan. Pelajari pula titik pemasangan dongkrak melalui buku manual kendaraan.
Penggantian ban hanya dilakukan jika lokasi dan kondisi benar-benar aman. Pastikan mobil berada di permukaan keras, rata, dan stabil. Aktifkan rem parkir serta amankan kendaraan agar tidak bergerak. Jangan pernah menempatkan bagian tubuh di bawah mobil yang hanya ditopang dongkrak.
Setelah ban cadangan terpasang, ikuti prosedur pengencangan baut roda sesuai petunjuk pabrikan. Periksa tekanan ban cadangan dan batas kecepatan penggunaannya, terutama jika mobil menggunakan ban cadangan berukuran lebih kecil.
Pengemudi tidak harus mengganti ban sendiri jika kondisi di lokasi berbahaya. Meminta bantuan merupakan pilihan yang lebih tepat daripada mempertaruhkan keselamatan diri dan penumpang.
Lima keterampilan tersebut dapat membantu pengemudi menghadapi situasi yang sering dijumpai di jalan. Namun, kemampuan berkendara yang baik tidak hanya ditentukan oleh kelancaran mengoperasikan mobil, melainkan juga kemampuan membaca risiko dan mengambil keputusan yang tepat.
Latih keterampilan secara bertahap, kenali karakter kendaraan, dan ikuti petunjuk pabrikan. Yang terpenting, jangan membiarkan tekanan dari pengguna jalan lain membuat keputusan berkendara menjadi terburu-buru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alwi Farhan mengalahkan Ayush Shetty 21-11, 13-21, 21-10 untuk lolos ke babak 16 besar Denmark Open 2026 di Odense, Denmark.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis15 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
DPRD Sleman mengimbau warga mengurangi pembakaran sampah, membatasi aktivitas luar ruang, dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu dan asap.
Google merilis Gemini 4 Argon secara global untuk pengembang, perusahaan, dan pelanggan berbayar. Simak harga API, fitur, dan akses gratis terbatas.
Komisi B DPRD Kota Jogja mendorong penguatan City of Festival untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan dan meningkatkan belanja di usaha lokal.
Kenali lima keterampilan mengemudi mobil, mulai dari parkir di ruang sempit, menghadapi tanjakan, menjaga jarak, memeriksa blind spot, hingga menangani ban boco