Ferran Torres Patah Hati Sebelum Final, Tapi Golnya Bawa Spanyol Juara
Ferran Torres putus dari influencer Martina Hunter sebelum final, tapi tetap cetak gol kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2026. Kisah patah hati berbuah trofi ju
Ilustrasi Media Sosial - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Austria tengah menyiapkan kebijakan baru yang membatasi akses media sosial bagi anak-anak di bawah usia 14 tahun, sebagai langkah agresif melindungi generasi muda dari dampak negatif dunia digital.
Kebijakan ini dijadwalkan diajukan secara resmi paling lambat akhir Juni 2026, dengan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pelarangan, tetapi juga menuntut tanggung jawab platform digital.
Wakil Kanselir Austria, Andreas Babler, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam menghadapi dampak buruk media sosial terhadap anak-anak. “Kami tidak akan lagi tinggal diam melihat platform-platform ini membuat anak-anak kita kecanduan dan sering kali juga sakit,” ujarnya dikutip dari New York Post.
Perbandingan dengan Regulasi di Indonesia
Jika dibandingkan dengan Indonesia, pendekatan Austria dinilai lebih adaptif namun tetap tegas dalam menekan risiko kecanduan digital pada anak.
Indonesia sebelumnya telah mengesahkan aturan yang melarang anak di bawah usia 16 tahun mengakses platform seperti TikTok, YouTube, dan Roblox. Namun, Austria memilih batas usia 14 tahun dengan metode evaluasi yang berbeda.
Alih-alih menetapkan daftar platform terlarang, pemerintah Austria akan menilai setiap aplikasi berdasarkan tingkat adiktivitas algoritma dan jenis konten yang beredar.
Platform yang terbukti memicu kecanduan tinggi nantinya akan dibatasi aksesnya bagi pengguna di bawah umur, sehingga kebijakan ini lebih fleksibel dan berbasis risiko.
Tren Global dan Reformasi Pendidikan
Langkah Austria juga memperkuat tren global dalam pengawasan penggunaan media sosial pada anak. Sebelumnya, Australia telah menerapkan larangan bagi usia di bawah 16 tahun pada Desember 2025.
Anadolu melaporkan, negara lain seperti France dan Denmark juga mengikuti dengan menetapkan batas usia 15 tahun yang akan mulai berlaku pada September 2026.
Hasil eksperimen “tanpa ponsel” yang melibatkan 72.000 siswa di Austria menunjukkan peningkatan kesadaran remaja terhadap bahaya penggunaan gawai berlebihan, yang kemudian mendorong pemerintah mempercepat kebijakan ini.
Sebagai tindak lanjut, Austria juga berencana mereformasi kurikulum SMA mulai tahun ajaran 2027/2028.
Mata pelajaran Literasi Media dan Pendidikan Kecerdasan Buatan (AI) akan diperkenalkan guna memperkuat kemampuan siswa dalam menghadapi tantangan digital.
Untuk mendukung perubahan tersebut, jam pelajaran bahasa Latin dan bahasa asing kedua dilaporkan akan dikurangi.
Dalam aspek pengawasan, pemerintah Austria memastikan penggunaan teknologi verifikasi usia modern tanpa mengorbankan privasi pengguna, sekaligus menolak kebijakan wajib nama asli namun tetap memperketat penegakan hukum terhadap penyalahgunaan data di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ferran Torres putus dari influencer Martina Hunter sebelum final, tapi tetap cetak gol kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2026. Kisah patah hati berbuah trofi ju
Venezuela mengonfirmasi tiga kematian akibat hantavirus di Anzoategui. Pemerintah menyatakan belum ada bukti penularan virus antarmanusia.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Rabu 22 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 22 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Kepala BGN Nanik S. Deyang mengundurkan diri untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Presiden disebut menyetujui dan memintanya tetap mengawasi BGN.
Bakom menegaskan tata letak Sidang Kabinet Paripurna dirancang untuk memudahkan arahan Presiden Prabowo, bukan terkait kedudukan Wapres Gibran.