Honda Siapkan Motor Listrik dengan Sensasi Kopling Motor Bensin
Honda patenkan teknologi pseudo-clutch untuk motor listrik masa depan. Menghadirkan kembali sensasi kopling, inersia, dan getaran khas motor bensin.
AI Gemini milik Google. - ist/Google
Harianjogja.com, JOGJA— Google resmi memperkenalkan Gemini 3.5 Flash dalam ajang Google I/O 2026. Model AI terbaru ini diklaim mampu menghadirkan performa setara model flagship seperti Gemini 3.1 Pro, tetapi dengan kecepatan pemrosesan yang jauh lebih tinggi dan biaya operasional lebih rendah.
Peluncuran Gemini 3.5 Flash menjadi salah satu sorotan utama dalam strategi baru Google untuk memperluas penggunaan AI agent, yakni sistem kecerdasan buatan yang dapat menjalankan tugas secara otomatis tanpa campur tangan manusia secara langsung.
Salah satu keunggulan utama Gemini 3.5 Flash adalah efisiensi pemrosesan. Google menyebut model ini mampu menghasilkan hampir 300 token per detik, jauh lebih cepat dibanding model premium seperti Gemini 3.1 Pro yang berfokus pada penalaran mendalam dan analisis kompleks.
Secara sederhana, pengguna dapat merasakan respons AI yang jauh lebih instan. Untuk tugas seperti membuat rangkuman, menulis artikel, brainstorming, hingga coding ringan, hasil dapat muncul hanya dalam hitungan detik.
Meski lebih cepat, Google mengklaim kemampuan benchmark Gemini 3.5 Flash tetap berada di level model frontier. Hal ini menjadi penting karena selama ini model AI berperforma tinggi identik dengan kebutuhan komputasi besar dan biaya mahal.
CEO Google, Sundar Pichai, menyebut Gemini 3.5 Flash sebagai model “sangat cepat” dengan biaya operasional hanya sekitar setengah hingga sepertiga dari model AI sekelasnya.
Efisiensi tersebut dinilai penting untuk mendukung pengembangan AI agent. Teknologi ini memungkinkan AI menjalankan serangkaian tugas otomatis, seperti mencari informasi dari berbagai situs, membandingkan harga, hingga melakukan pemesanan secara mandiri.
Bagi pengembang perangkat lunak, peningkatan terbesar terlihat pada kemampuan coding. Dalam berbagai pengujian internal seperti Terminal-Bench 2.1 dan SWE-Bench Pro, Gemini 3.5 Flash menunjukkan performa yang melampaui generasi Flash sebelumnya.
Google Cloud mengungkapkan, model ini mencatat skor 76,2% di Terminal-Bench 2.1, 1656 Elo di GDPval-AA, serta 83,6% di MCP Atlas. Google mengklaim hasil tersebut bahkan mendekati kemampuan model AI yang jauh lebih besar dan mahal seperti GPT-5.5.
Google menyebut peningkatan itu berasal dari kombinasi pembaruan pra-pelatihan model serta umpan balik para pengembang yang menggunakan Gemini di platform Antigravity.
Dilansir dari Ars Technica, Senior Director of Product Management Gemini, Tulsee Doshi, mengatakan proses post-training berbasis masukan pengguna mulai menunjukkan hasil signifikan, terutama dalam kemampuan coding dan penggunaan tools otomatis.
Menurut Doshi, Google juga tengah menyiapkan Gemini 3.5 Pro yang dijadwalkan meluncur untuk publik pada Juni 2026. Model Pro akan difokuskan untuk kebutuhan analisis kompleks, penalaran mendalam, dan coding skala besar.
Sementara itu, lini Flash dirancang sebagai model AI cepat dan ringan untuk penggunaan harian, termasuk chatbot, pencarian cepat, asisten AI, brainstorming, hingga workflow otomatis.
Selain kemampuan coding, Gemini 3.5 Flash juga disebut lebih efisien dalam kontrol antarmuka atau UI control. Fitur ini memungkinkan AI memahami tampilan halaman web, menemukan tombol tertentu, lalu menjalankan tindakan otomatis layaknya manusia.
Kemampuan tersebut dipandang penting untuk masa depan AI agent karena dapat membantu pengguna menyelesaikan tugas repetitif seperti mengisi formulir, memantau harga produk, atau mencari data secara otomatis.
Google memastikan Gemini 3.5 Flash akan tersedia lebih luas, termasuk bagi pengguna gratis di aplikasi Gemini dan AI Mode di Google Search. Model ini diproyeksikan menjadi model default karena lebih cepat dan hemat sumber daya.
Sebaliknya, lini Pro akan tetap menjadi bagian layanan premium seperti Gemini Advanced karena membutuhkan komputasi lebih besar untuk tugas tingkat lanjut.
Dalam kesempatan yang sama, Google juga memperkenalkan Gemini Spark, asisten AI berbasis cloud yang dapat bekerja otomatis menggunakan data dari Gmail, Google Drive, serta aktivitas pengguna lainnya.
Peluncuran Gemini 3.5 Flash menegaskan arah baru Google yang kini semakin fokus mengembangkan AI agent sebagai generasi berikutnya dalam ekosistem kecerdasan buatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Honda patenkan teknologi pseudo-clutch untuk motor listrik masa depan. Menghadirkan kembali sensasi kopling, inersia, dan getaran khas motor bensin.
Liverpool dan Adidas meluncurkan jersey kandang musim 2026/2027 bernuansa retro era juara liga 1989-90 dengan teknologi CLIMACOOL+.
Gerakan tersebut diwujudkan melalui implementasi aplikasi STUPA, yaitu layanan keuangan digital berbasis aplikasi uang elektronik.
Kulonprogo masih aman dari kekeringan di awal kemarau 2026. BPBD siaga droping air bersih diperkirakan mulai Agustus.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Veda Ega unggul klasemen Moto3 2026 meski kalah top speed dari Hakim Danish. Duel keduanya makin ketat di lintasan.