Topan Dujuan Dekati Tokyo, JAL dan ANA Batalkan 275 Penerbangan
Topan Dujuan mendekati Tokyo, JAL dan ANA membatalkan sedikitnya 275 penerbangan akibat cuaca buruk dan hujan ekstrem.
Ilustrasi: Logo Wuling. (ANTARA/Chairul Rohman)
Harianjogja.com, PURWOKERTO — Produsen otomotif asal China, Wuling Motors, memilih belum mengungkap harga baterai untuk mobil listrik terbarunya, Wuling Eksion, meski model ini sudah meluncur di pasar Indonesia sekitar dua bulan lalu. Keputusan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga kenyamanan konsumen di fase awal kepemilikan.
Manajer Komunikasi Produk Wuling Motors, Danang Wiratmoko, menjelaskan bahwa saat ini mayoritas pengguna Eksion masih berada dalam masa perlindungan garansi. Oleh karena itu, informasi harga baterai dinilai belum menjadi kebutuhan mendesak bagi konsumen.
“Harga baterai belum kami prioritaskan untuk disampaikan karena seluruh konsumen saat ini masih terlindungi oleh garansi, baik standar maupun tambahan,” ujarnya, Kamis (5/6/2026).
Langkah ini sekaligus menunjukkan pendekatan Wuling yang berfokus pada membangun kepercayaan pasar terhadap kendaraan listrik, terutama terkait isu krusial seperti biaya penggantian baterai yang kerap menjadi pertimbangan utama calon pembeli EV.
Wuling sendiri memberikan garansi standar hingga delapan tahun atau 120.000 kilometer, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu. Garansi ini mencakup tiga komponen utama kendaraan listrik, termasuk baterai sebagai jantung dari performa EV.
Tak hanya itu, Wuling juga menawarkan skema menarik berupa garansi seumur hidup khusus bagi pembeli pertama Eksion. Kebijakan ini menjadi nilai tambah signifikan, terutama bagi konsumen yang masih ragu terhadap daya tahan baterai dalam jangka panjang.
Namun, perlu dicatat bahwa garansi seumur hidup tersebut tidak berlaku jika kendaraan berpindah tangan. Pemilik kedua dan seterusnya hanya mendapatkan perlindungan standar yang telah ditetapkan.
Dari sisi spesifikasi, Wuling Eksion hadir sebagai kendaraan listrik keluarga dengan kapasitas tujuh penumpang. Mobil ini dibekali baterai berkapasitas 69 kWh serta motor listrik bertenaga 210 hp. Dalam kondisi baterai penuh, kendaraan ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 530 kilometer, menjadikannya salah satu EV dengan daya jelajah kompetitif di kelasnya.
Untuk pasar Indonesia, Wuling Eksion dipasarkan dalam beberapa varian. Tipe EV CE dibanderol mulai Rp389 juta, sedangkan varian EV EX mulai Rp459 juta. Selain versi listrik murni, Wuling juga menghadirkan opsi plug-in hybrid (PHEV) dengan kisaran harga Rp449 juta hingga Rp499 juta.
Dengan strategi garansi panjang dan spesifikasi kompetitif, Wuling tampak serius memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik nasional yang kian berkembang pesat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Topan Dujuan mendekati Tokyo, JAL dan ANA membatalkan sedikitnya 275 penerbangan akibat cuaca buruk dan hujan ekstrem.
IHSG melemah 0,88% ke 6.384,73 jelang RDG BI. Simak area support IHSG dan rekomendasi saham BIPI, IRSX, GDST, serta SMRA.
Asita DIY menyebut Kelok 23 berpotensi membuka koridor wisata Bantul-Gunungkidul dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di DIY.
Banjir bandang menerjang kompleks perkantoran Bupati Solok. Kantor PUPR, kesehatan, BKD hingga DPRD terdampak, warga juga dievakuasi.
Lebih dari 1.600 karyawan Apple Italia mogok kerja saat peluncuran iPhone 18 Pro. Serikat pekerja menuntut perbaikan kondisi kerja.
Pasar Burung Singosaren Bantul menambah pasaran Paing sejak September 2026 untuk memberi ruang transaksi lebih banyak bagi pedagang dan penghobi.