Bos Toyota Sebut Tren EV Massal Jadi Kekhawatiran Terbesarnya

Jumali
Jumali Kamis, 11 Juni 2026 15:07 WIB
Bos Toyota Sebut Tren EV Massal Jadi Kekhawatiran Terbesarnya

Mobil listrik Toyota bZ4X - Toyota

Harianjogja.com, JOGJA—Chairman Toyota, Akio Toyoda, mengaku khawatir dengan arah perkembangan industri otomotif global yang dinilainya semakin terfokus pada kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV).

Dalam wawancara dengan media otomotif CarWow yang dikutip Carscoops, Kamis (11/6/2026), Toyoda menyebut tren elektrifikasi yang berlangsung saat ini berpotensi mengabaikan keberagaman teknologi yang selama ini menjadi kekuatan industri otomotif.

"Semua orang beralih ke BEV, dan itu adalah ketakutan terbesar saya," ujar Toyoda.

Menurut dia, pandangan tersebut sebenarnya telah disampaikan sejak beberapa tahun lalu ketika kendaraan listrik belum mendominasi pembahasan industri otomotif global.

Toyoda mengaku masih memiliki ketertarikan besar terhadap mesin pembakaran internal. Selain faktor emosional, ia juga mempertimbangkan keberlangsungan rantai industri yang selama ini menopang jutaan pekerja di sektor otomotif.

"Saya menyukai aroma mesin, suara mesin, dan mesin itu sendiri. Saya juga ingin mempertahankan lapangan pekerjaan bagi para pemasok komponen mesin," katanya.

Toyota hingga kini tetap mempertahankan strategi multi-teknologi dalam upaya mencapai target netral karbon. Selain mengembangkan mobil listrik murni, pabrikan asal Jepang tersebut juga terus berinvestasi pada kendaraan hybrid, fuel cell electric vehicle (FCEV), serta mesin pembakaran berbahan bakar hidrogen.

Menurut Toyoda, diskusi mengenai masa depan elektrifikasi masih terus berlangsung di internal perusahaan. Ia menilai kendaraan ramah lingkungan tidak harus selalu identik dengan mobil listrik berbasis baterai.

Bagi Toyoda, mobil juga memiliki nilai emosional yang tidak bisa diabaikan.

"Mobil adalah mainan saya. Saya ingin membuat mobil yang memang ingin saya simpan di garasi sendiri. Jika saya hanya harus membuat mobil yang netral karbon, itu tidak menarik," ujarnya.

Meski mempertahankan pengembangan mesin konvensional, Toyota tetap menyesuaikan diri dengan tuntutan pasar yang mengarah pada kendaraan rendah emisi.

Salah satu produk yang tengah disiapkan adalah generasi terbaru GR Yaris dengan sistem hybrid performa tinggi yang memadukan mesin turbo 2.0 liter dan motor listrik. Kombinasi tersebut dikabarkan mampu menghasilkan tenaga hingga 394 daya kuda.

Selain itu, Toyota juga masih menyiapkan mobil sport bermesin konvensional, termasuk GR GT yang disebut akan menggunakan mesin V8 4.0 liter twin-turbo tanpa elektrifikasi.

Sejumlah nama legendaris seperti MR2 dan Celica juga disebut berpeluang kembali hadir dalam jajaran produk Toyota pada masa mendatang.

Strategi tersebut menunjukkan Toyota masih memilih pendekatan yang lebih fleksibel dibanding sejumlah pabrikan global yang telah menetapkan target penghentian penjualan mobil bermesin pembakaran internal dalam beberapa tahun ke depan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online