Profil Perry Warjiyo, Arsitek QRIS yang Mundur dari BI
Profil Perry Warjiyo, ekonom asal UGM yang mengabdi sekitar 42 tahun di Bank Indonesia dan dikenal sebagai penggagas transformasi pembayaran digital melalui QRI
Mobil listrik Toyota bZ4X - Toyota
Harianjogja.com, JOGJA—Chairman Toyota, Akio Toyoda, mengaku khawatir dengan arah perkembangan industri otomotif global yang dinilainya semakin terfokus pada kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV).
Dalam wawancara dengan media otomotif CarWow yang dikutip Carscoops, Kamis (11/6/2026), Toyoda menyebut tren elektrifikasi yang berlangsung saat ini berpotensi mengabaikan keberagaman teknologi yang selama ini menjadi kekuatan industri otomotif.
"Semua orang beralih ke BEV, dan itu adalah ketakutan terbesar saya," ujar Toyoda.
Menurut dia, pandangan tersebut sebenarnya telah disampaikan sejak beberapa tahun lalu ketika kendaraan listrik belum mendominasi pembahasan industri otomotif global.
Toyoda mengaku masih memiliki ketertarikan besar terhadap mesin pembakaran internal. Selain faktor emosional, ia juga mempertimbangkan keberlangsungan rantai industri yang selama ini menopang jutaan pekerja di sektor otomotif.
"Saya menyukai aroma mesin, suara mesin, dan mesin itu sendiri. Saya juga ingin mempertahankan lapangan pekerjaan bagi para pemasok komponen mesin," katanya.
Toyota hingga kini tetap mempertahankan strategi multi-teknologi dalam upaya mencapai target netral karbon. Selain mengembangkan mobil listrik murni, pabrikan asal Jepang tersebut juga terus berinvestasi pada kendaraan hybrid, fuel cell electric vehicle (FCEV), serta mesin pembakaran berbahan bakar hidrogen.
Menurut Toyoda, diskusi mengenai masa depan elektrifikasi masih terus berlangsung di internal perusahaan. Ia menilai kendaraan ramah lingkungan tidak harus selalu identik dengan mobil listrik berbasis baterai.
Bagi Toyoda, mobil juga memiliki nilai emosional yang tidak bisa diabaikan.
"Mobil adalah mainan saya. Saya ingin membuat mobil yang memang ingin saya simpan di garasi sendiri. Jika saya hanya harus membuat mobil yang netral karbon, itu tidak menarik," ujarnya.
Meski mempertahankan pengembangan mesin konvensional, Toyota tetap menyesuaikan diri dengan tuntutan pasar yang mengarah pada kendaraan rendah emisi.
Salah satu produk yang tengah disiapkan adalah generasi terbaru GR Yaris dengan sistem hybrid performa tinggi yang memadukan mesin turbo 2.0 liter dan motor listrik. Kombinasi tersebut dikabarkan mampu menghasilkan tenaga hingga 394 daya kuda.
Selain itu, Toyota juga masih menyiapkan mobil sport bermesin konvensional, termasuk GR GT yang disebut akan menggunakan mesin V8 4.0 liter twin-turbo tanpa elektrifikasi.
Sejumlah nama legendaris seperti MR2 dan Celica juga disebut berpeluang kembali hadir dalam jajaran produk Toyota pada masa mendatang.
Strategi tersebut menunjukkan Toyota masih memilih pendekatan yang lebih fleksibel dibanding sejumlah pabrikan global yang telah menetapkan target penghentian penjualan mobil bermesin pembakaran internal dalam beberapa tahun ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Profil Perry Warjiyo, ekonom asal UGM yang mengabdi sekitar 42 tahun di Bank Indonesia dan dikenal sebagai penggagas transformasi pembayaran digital melalui QRI
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada Selasa 28 Juli 2026 didominasi berawan dan cerah berawan. Suhu udara berkisar 19-31 derajat Celsius di lima kabupaten/kota.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
Pemkab Kulonprogo menargetkan pengadaan tanah kas pengganti Kalurahan Palihan rampung Oktober 2026 setelah tim dibentuk dan audit selesai.
Hari Jadi ke-222 Klaten diperingati 28 Juli. Bupati terdahulu menyampaikan doa dan harapan agar Klaten semakin maju dan sejahtera.
Pemkab Gunungkidul menyusun Perbup Insentif dan Disinsentif Kendali Ruang untuk mendorong investasi berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan.