OpenAI Dots Resmi Meluncur, Agen AI yang Bisa Kerja Mandiri
OpenAI meluncurkan Dots, agen AI berbasis GPT-6 Astra yang bisa bekerja mandiri 24 jam dan terhubung dengan lebih dari 4.000 aplikasi.
Foto ilustrasi pabrik ponsel pintar. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pasar smartphone global diperkirakan menghadapi tekanan pada 2026. Lembaga riset International Data Corporation (IDC) memproyeksikan perlambatan pertumbuhan bahkan potensi penurunan pasar akibat semakin panjangnya siklus penggantian perangkat serta kenaikan harga jual rata-rata smartphone.
Tren tersebut menunjukkan konsumen kini tidak lagi terburu-buru mengganti ponsel. Jika perangkat yang digunakan masih berfungsi dengan baik, banyak pengguna memilih mempertahankannya lebih lama dibanding beberapa tahun lalu.
Menurut IDC, kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil turut memengaruhi keputusan pembelian. Di sisi lain, kenaikan harga smartphone tidak selalu diiringi lompatan inovasi yang cukup signifikan untuk mendorong konsumen melakukan upgrade.
Dalam skenario pesimistis, pasar smartphone global bahkan berpotensi mengalami penurunan hingga 5% pada 2026.
Tekanan lain datang dari kenaikan harga komponen. Sejumlah analis yang dikutip Financial Times memperkirakan harga ritel perangkat dapat meningkat hingga 20% akibat membengkaknya biaya produksi.
IDC juga memproyeksikan pengapalan smartphone non-foldable atau ponsel layar konvensional akan turun sekitar 1,4% pada 2026. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa pasar smartphone tradisional mulai memasuki fase yang lebih matang dengan pertumbuhan yang semakin terbatas.
Namun di tengah perlambatan tersebut, segmen ponsel lipat justru menunjukkan prospek yang jauh lebih cerah.
IDC memperkirakan pasar smartphone lipat akan tumbuh 29,7% pada 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh hadirnya perangkat baru yang menawarkan desain dan pengalaman penggunaan berbeda dibanding smartphone konvensional.
Salah satu faktor yang paling dinantikan adalah masuknya Apple ke pasar ponsel lipat. IDC memperkirakan iPhone lipat pertama akan hadir pada akhir 2026 dan berpotensi menjadi katalis bagi pertumbuhan kategori tersebut.
Selain itu, Samsung diperkirakan memperkuat posisinya melalui kehadiran Galaxy Z TriFold yang membawa konsep ponsel lipat tiga ke pasar yang lebih luas. Sementara Huawei juga diproyeksikan mencatat pertumbuhan kuat melalui perangkat lipat berbasis HarmonyOS Next.
"Tahun 2026 akan bergairah untuk kategori HP lipat dengan pertumbuhan tahunan diproyeksikan hampir 30%, dibandingkan patokan 6% pada proyeksi sebelumnya," kata Direktur Riset Senior IDC, Nabila Popal.
Menurut dia, kehadiran Apple berpotensi menjadi titik balik perkembangan pasar smartphone lipat secara global.
"Namun, game-changer untuk kategori HP lipat akan muncul di akhir 2026 ketika Apple masuk ke sektor ini," ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Vice President IDC untuk perangkat klien, Francisco Jeronimo. Ia menilai masuknya Apple akan memperluas daya tarik ponsel lipat ke pasar yang lebih mainstream.
Meski demikian, smartphone lipat diperkirakan masih menjadi segmen premium karena harga jualnya jauh lebih tinggi dibanding ponsel konvensional.
IDC memproyeksikan Android tetap menjadi sistem operasi dominan di pasar ponsel lipat dengan pangsa sekitar 61% pada 2026. Sementara Apple diperkirakan menguasai 22% dan HarmonyOS Next sekitar 17%.
Secara jangka panjang, kategori smartphone lipat diproyeksikan mencatat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 17% hingga 2029. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding pasar smartphone konvensional yang diperkirakan tumbuh kurang dari 1%.
Meski demikian, proyeksi tersebut masih dapat berubah mengikuti dinamika ekonomi global, termasuk inflasi, ketegangan perdagangan internasional, maupun perubahan perilaku konsumen. Namun satu hal yang mulai terlihat adalah pasar smartphone konvensional semakin sulit mencatat pertumbuhan tinggi, sementara perangkat lipat menjadi salah satu sumber inovasi baru bagi industri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OpenAI meluncurkan Dots, agen AI berbasis GPT-6 Astra yang bisa bekerja mandiri 24 jam dan terhubung dengan lebih dari 4.000 aplikasi.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Simak jam layanan dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Nakhoda KM Virgo Transport 8 berinisial AY ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait tenggelamnya kapal di perairan Laut Jawa.
Nanang Hendarno resmi menjadi Dirut Telkom menggantikan Dian Siswarini. Simak profil dan susunan terbaru Direksi serta Komisaris Telkom.
Jadwal KRL Jogja-Solo 1 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan dari Jogja ke Palur. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif Rp8.000.