7 Ciri HP Disadap dan Cara Mengatasinya agar Data Pribadi Aman
Kenali 7 ciri HP disadap, mulai dari baterai boros hingga aktivitas mencurigakan. Simak cara mengamankan ponsel dan melindungi data pribadi.
Ilustrasi smartphone/Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Ponsel yang tiba-tiba lemot, baterainya cepat habis, atau menunjukkan aktivitas yang tidak dikenali perlu mendapat perhatian. Gejala tersebut bisa berkaitan dengan masalah perangkat biasa, tetapi juga berpotensi menjadi indikasi adanya aplikasi berbahaya atau akses tidak sah.
Penyadapan dan penyusupan perangkat lunak berbahaya (malware) menjadi ancaman bagi pengguna ponsel. Jika perangkat berhasil dikuasai penjahat siber, informasi pribadi bisa dicuri dan aktivitas pemiliknya berpotensi dipantau tanpa sepengetahuan.
Data yang diperoleh pelaku juga dapat diperjualbelikan atau disalahgunakan untuk berbagai kejahatan, termasuk penipuan dan transaksi keuangan ilegal. Karena itu, mengenali gejala sejak awal penting agar pengguna bisa segera memeriksa keamanan perangkat dan akun pribadinya.
Melansir Lifewire, ada sejumlah tanda yang dapat mengindikasikan ponsel mengalami aktivitas mencurigakan. Berikut ciri-ciri yang perlu diperhatikan beserta langkah untuk mengatasinya.
1. Baterai ponsel lebih cepat habis
Daya baterai yang mendadak lebih boros dari biasanya bisa menjadi salah satu tanda adanya aktivitas tidak wajar. Aplikasi berbahaya yang berjalan di latar belakang dapat membuat sistem bekerja lebih keras sehingga konsumsi daya meningkat.
Meski demikian, baterai cepat habis bukan bukti pasti ponsel disadap. Kondisi tersebut juga dapat dipicu aplikasi yang aktif di latar belakang atau penurunan kesehatan baterai.
2. Kinerja HP mendadak melambat
Performa ponsel yang tiba-tiba menurun patut diperiksa, terutama jika sebelumnya perangkat dapat digunakan secara normal.
Malware atau aplikasi mencurigakan yang bekerja tanpa sepengetahuan pemilik bisa membebani sistem. Akibatnya, ponsel terasa lebih lambat saat membuka aplikasi maupun menjalankan beberapa aktivitas.
Namun, terlalu banyak aplikasi yang berjalan bersamaan juga dapat menyebabkan HP lemot.
3. Muncul aktivitas yang tidak pernah dilakukan
Perhatikan jika ponsel menunjukkan aktivitas yang tidak dikenali. Misalnya, aplikasi terbuka sendiri atau muncul riwayat penggunaan yang tidak pernah dilakukan pemilik perangkat.
Aktivitas semacam ini dapat mengindikasikan adanya akses tidak sah. Pengguna perlu memeriksa aplikasi yang sedang berjalan dan memastikan tidak ada aktivitas asing pada perangkat.
4. Terpasang aplikasi yang tidak dikenal
Aplikasi yang muncul tanpa pernah diunduh atau dipasang sendiri juga perlu diwaspadai.
Penjahat siber dapat memanfaatkan aplikasi berbahaya untuk mengakses informasi tertentu atau memantau aktivitas pengguna. Jika menemukan aplikasi asing, periksa asal dan fungsinya. Hapus aplikasi tersebut apabila terbukti mencurigakan.
5. Ada panggilan atau SMS yang tidak dikenal
Riwayat panggilan dan pesan singkat dapat menjadi petunjuk lain. Pengguna perlu waspada apabila menemukan SMS terkirim ke nomor asing, padahal merasa tidak pernah mengirimkannya.
Perhatikan pula panggilan atau pesan masuk yang seolah-olah merupakan balasan dari komunikasi yang tidak pernah dilakukan. Aktivitas tersebut perlu diperiksa untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan nomor atau perangkat.
6. Pengaturan pengalihan panggilan berubah
Pengguna dapat memeriksa fitur pengalihan panggilan atau call forwarding untuk mengetahui apakah panggilan masuk diteruskan ke nomor lain.
Salah satu kode yang dapat digunakan pada jaringan tertentu adalah *#21#. Kode tersebut berfungsi memeriksa status pengalihan panggilan, bukan mendeteksi penyadapan atau malware secara langsung.
Informasi yang muncul dapat berbeda bergantung pada operator dan layanan jaringan yang digunakan. Karena itu, hasil pemeriksaan tidak bisa dijadikan satu-satunya dasar untuk menyimpulkan ponsel sedang disadap.
7. Ada aktivitas mencurigakan pada akun pribadi
Pemeriksaan keamanan tidak cukup hanya dilakukan pada perangkat. Pengguna juga perlu memperhatikan akun email, media sosial, dan aplikasi pesan instan.
Tautan mencurigakan yang dikirim melalui platform tersebut bisa mengarahkan korban ke situs berbahaya atau mendorong pemasangan aplikasi tanpa disadari.
Periksa kembali pesan dan tautan asing yang pernah diterima. Jika ditemukan aktivitas masuk atau perubahan pengaturan akun yang tidak dikenali, segera lakukan pengamanan.
Jika menemukan satu atau beberapa gejala tersebut, pengguna sebaiknya tidak langsung menyimpulkan ponsel telah disadap. Lakukan pemeriksaan dan sejumlah langkah pengamanan berikut.
1. Ganti PIN atau kata sandi layar
Ubah PIN, pola, atau kata sandi yang digunakan untuk membuka ponsel. Hindari kombinasi yang mudah ditebak, seperti tanggal lahir atau informasi pribadi lainnya.
Langkah ini membantu mencegah orang lain mengakses perangkat secara langsung.
2. Ubah kata sandi email
Email perlu mendapat perhatian karena sering digunakan untuk mengakses dan memulihkan akun digital lainnya.
Jika menemukan aktivitas mencurigakan, segera ganti kata sandi email dengan kombinasi baru yang berbeda dari sebelumnya. Periksa pula pengaturan pemulihan akun dan alamat email cadangan.
3. Periksa keamanan perangkat
Manfaatkan fitur pemeriksaan keamanan yang tersedia pada ponsel untuk mendeteksi aplikasi atau aktivitas berbahaya.
Pada sejumlah perangkat, fitur seperti Device Care dapat diakses melalui menu pengaturan. Nama maupun kemampuan fitur tersebut bisa berbeda sesuai merek dan sistem operasi yang digunakan.
Periksa pula aplikasi yang terpasang dan izin aksesnya. Berikan izin hanya kepada aplikasi yang benar-benar membutuhkannya.
4. Lakukan reset pabrik jika diperlukan
Jika gangguan masih berlanjut dan perangkat diduga terinfeksi, pengguna dapat mempertimbangkan mengembalikan ponsel ke pengaturan pabrik atau factory reset.
Proses ini menghapus data dan aplikasi yang tersimpan di perangkat, termasuk kemungkinan perangkat lunak berbahaya yang terpasang. Namun, seluruh data yang belum dicadangkan berisiko hilang.
Karena itu, simpan terlebih dahulu dokumen, foto, dan informasi penting. Pastikan pula cadangan data tidak memuat aplikasi atau berkas mencurigakan yang berpotensi dipasang kembali.
5. Hubungi operator seluler
Jika mencurigai nomor telepon atau kartu SIM disalahgunakan, segera hubungi layanan pelanggan operator seluler.
Operator dapat membantu memeriksa layanan yang terhubung dengan nomor tersebut dan memberikan arahan pengamanan. Jika ditemukan indikasi penyalahgunaan, pengguna dapat menanyakan kemungkinan pemblokiran sementara.
Mengenali tanda-tanda tersebut dapat membantu pengguna mengambil langkah lebih cepat untuk melindungi perangkat dan informasi pribadi. Namun, baterai boros atau HP lemot saja tidak cukup untuk membuktikan adanya penyadapan. Pemeriksaan menyeluruh tetap diperlukan sebelum menyimpulkan perangkat telah disusupi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenali 7 ciri HP disadap, mulai dari baterai boros hingga aktivitas mencurigakan. Simak cara mengamankan ponsel dan melindungi data pribadi.
SBY menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi politik Indonesia dan meminta Presiden Prabowo menghidupkan kembali politik yang berkeadaban.
WAFF 2026 di Oman dikabarkan mengundang Thailand dan Rusia. Timnas Indonesia tidak masuk daftar peserta karena turnamen tak masuk agenda FIFA.
Prabowo meminta Kapolri mengusut dugaan penyadapan terhadap Kepala Negara dan pejabat negara secara objektif serta transparan.
BPS mencatat kemiskinan Gunungkidul turun menjadi 13,27% pada 2026. Namun, indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan justru meningkat.
Nusron Wahid mendatangi KPK untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap pengurusan sertifikat tanah dan HGB Summarecon.