ESDM Siapkan Rp5,2 Triliun, Jargas 2027 Sasar 959 Ribu Rumah
ESDM alokasikan Rp5,2 triliun untuk jargas 2027, targetkan 959 ribu sambungan rumah guna tekan impor LPG.
BYD Dolphin. - Harian Jogja/Antara
Harianjogja.com, SEMARANG—BYD Indonesia semakin agresif menggarap pasar kendaraan elektrifikasi di Jawa Tengah. Melalui peluncuran BYD M6 DM-i, pabrikan asal China tersebut menawarkan solusi kendaraan keluarga berteknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang diklaim mampu menggabungkan efisiensi bahan bakar dengan fleksibilitas berkendara di berbagai kondisi jalan.
Kemampuan teknologi Dual Mode Intelligent (DM-i) milik BYD diuji langsung dalam ajang Media Challenge BYD M6 DM-i yang berlangsung di Semarang, Senin (15/6/2026). Pengujian dilakukan dengan melibatkan awak media dan key opinion leader (KOL) otomotif melalui perjalanan sejauh sekitar 150 kilometer yang melintasi kawasan perkotaan, jalan tol, hingga jalur pegunungan.
Rute pengujian dimulai dari Kota Semarang, berlanjut melalui ruas Tol Trans Jawa menuju Salatiga dan Kabupaten Semarang, kemudian berakhir di kawasan wisata Kopeng yang dikenal memiliki medan menanjak.
Beragam karakter jalan sengaja dipilih untuk mengukur kemampuan BYD M6 DM-i menghadapi kemacetan perkotaan, perjalanan antarkota, hingga tanjakan dengan elevasi cukup tinggi. Setelah seluruh perjalanan selesai, peserta melakukan verifikasi konsumsi bahan bakar guna mengukur tingkat efisiensi kendaraan secara langsung.
Head of Public and Government Relations PT BYD Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan teknologi DM-i dirancang sebagai jawaban atas tantangan adopsi kendaraan listrik yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur pengisian daya di sejumlah wilayah.
"Ini memberikan jawaban atas adopsi kendaraan listrik yang relatif lambat di wilayah pegunungan atau kota-kota di luar metropolitan. Teknologi ini juga menjadi solusi untuk menekan dampak kenaikan harga BBM," ujar Luther.
Menurut dia, BYD mengampanyekan efisiensi konsumsi bahan bakar BYD M6 DM-i hingga mencapai 65 kilometer per liter pada pengujian dengan jarak tempuh sekitar 150 kilometer.
Luther menilai faktor geografis dan ketersediaan infrastruktur pengisian daya menjadi pertimbangan utama masyarakat saat memilih kendaraan elektrifikasi. Karena itu, teknologi PHEV dianggap mampu menjembatani kebutuhan konsumen yang ingin menikmati kendaraan listrik tanpa bergantung sepenuhnya pada keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Di sisi lain, Head of Product BYD Indonesia Bobby Bharata menjelaskan bahwa teknologi DM-i mengombinasikan motor listrik dengan mesin konvensional yang dapat berfungsi sebagai generator maupun sumber tenaga tambahan saat dibutuhkan.
"Dalam skenario EV Mode, pengguna bisa menikmati pengalaman berkendara dengan tenaga listrik hingga kecepatan 130 kilometer per jam. Untuk BYD M6 DM-i, jarak tempuh dalam mode listrik murni mencapai sekitar 110 kilometer," kata Bobby.
Ia menjelaskan sistem DM-i bekerja melalui tiga mode utama, yaitu Series, HEV Paralel, dan Direct.
Pada mode Series, mesin pembakaran internal berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai kendaraan. Ketika kendaraan membutuhkan tenaga tambahan, sistem akan beralih ke mode HEV Paralel, di mana mesin dan motor listrik bekerja bersama untuk menggerakkan roda sekaligus mengisi baterai.
Sementara itu, mode Direct akan aktif secara otomatis saat kapasitas baterai mencapai batas tertentu. Dalam kondisi tersebut, sistem akan mengatur kombinasi kerja mesin dan motor listrik agar kendaraan tetap beroperasi pada tingkat efisiensi terbaik.
Berdasarkan data internal perusahaan, BYD mengklaim telah menguasai sekitar 40% pangsa pasar kendaraan listrik di Jawa Tengah. Dari sekitar 1.600 unit kendaraan listrik yang beroperasi di provinsi tersebut, sebagian besar berasal dari lini produk BYD.
Untuk memperkuat ekspansi pasar, BYD saat ini telah memiliki 97 jaringan distribusi nasional yang menyediakan layanan penjualan maupun purnajual.
Khusus untuk wilayah Jawa Tengah, perusahaan berencana memperluas jaringan dengan membuka empat showroom baru secara serentak pada Rabu (17/6/2026), sebagai bagian dari strategi memperkuat penetrasi pasar kendaraan listrik dan PHEV di luar kota-kota metropolitan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
ESDM alokasikan Rp5,2 triliun untuk jargas 2027, targetkan 959 ribu sambungan rumah guna tekan impor LPG.
Program Mas JOS telah menjangkau 45 kelurahan di Kota Jogja. Warga diajak memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.
Tiwi/Fadia melaju ke 16 besar Macau Open 2026 usai menang telak atas wakil India. Leo/Daniel juga lolos setelah lawan mundur.
BKSDA Sumbar memastikan harimau Sumatra yang muncul di Agam merupakan induk dan anak. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan saat berkebun.
Jelang Pilur serentak Gunungkidul 2026, lurah diwajibkan menyerahkan LPJ akhir masa jabatan kepada bupati paling lambat 26 Juni 2026.
Dinkes Bantul menargetkan 460.000 warga mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis 2026 dengan strategi jemput bola hingga komunitas.