Fungsi Tersembunyi Mobil Listrik, Jadi Sumber Listrik saat Bencana

Jumali
Jumali Minggu, 12 Juli 2026 17:57 WIB
Fungsi Tersembunyi Mobil Listrik, Jadi Sumber Listrik saat Bencana

Ilustrasi mobil listrik

Harianjogja.com, JOGJA—Di tengah padamnya listrik akibat banjir besar yang melanda di Guangxi, Tiongkok, puluhan warga terlihat berkumpul di sekitar mobil listrik untuk mengisi daya ponsel mereka. Situasi ini menjadi salah satu gambaran bagaimana kendaraan listrik berperan membantu masyarakat saat kondisi darurat.

Hujan ekstrem yang dipicu Topan Mesaak menyebabkan banjir di berbagai wilayah di Guangxi. Selain merendam permukiman dan mengganggu akses transportasi, bencana tersebut juga memicu pemadaman listrik yang berdampak pada aktivitas harian warga dan komunikasi masyarakat.

Ketika pasokan listrik utama terhenti, sejumlah pemilik kendaraan energi baru memanfaatkan fitur Vehicle-to-Load atau V2L untuk membantu warga terdampak. Teknologi tersebut memungkinkan energi yang tersimpan di baterai mobil dialirkan ke perangkat elektronik melalui stopkontak khusus yang tersedia pada kendaraan.

Dikutip dari Southern Metropolis Daily, banyak pemilik mobil listrik di Guangxi menggunakan fitur tersebut untuk menyediakan sumber listrik sementara bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dalam sejumlah foto dan video yang beredar di media sosial, tampak warga mengantre di sekitar kendaraan listrik untuk mengisi ulang baterai ponsel. Di tengah gangguan jaringan dan terbatasnya akses informasi, ponsel menjadi perangkat penting untuk berkomunikasi dengan keluarga maupun memperoleh perkembangan situasi terbaru.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa fungsi mobil listrik tidak lagi terbatas sebagai alat transportasi. Dalam keadaan darurat, kendaraan tersebut juga dapat berperan sebagai sumber energi cadangan yang membantu masyarakat bertahan saat infrastruktur kelistrikan mengalami gangguan.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa akses pengisian daya ponsel. Sejumlah pemilik mobil listrik juga dilaporkan bergabung dalam konvoi sukarelawan yang mengantarkan bantuan ke wilayah terdampak banjir.

Kemampuan baterai kendaraan listrik untuk memasok daya bagi berbagai perangkat elektronik menjadi salah satu keunggulan yang dinilai bermanfaat dalam kondisi bencana. Dengan bantuan kabel ekstensi, satu kendaraan bahkan dapat digunakan untuk melayani pengisian daya ponsel milik banyak warga secara bergantian.

Meski demikian, penggunaan kabel bercabang dalam jumlah besar tetap memerlukan perhatian khusus. Risiko seperti korsleting maupun beban listrik berlebih dapat terjadi apabila instalasi sementara tidak digunakan sesuai prosedur keselamatan.

Fenomena pemanfaatan mobil listrik sebagai sumber energi darurat sebenarnya bukan hal baru di Tiongkok. Saat banjir besar melanda di Provinsi Henan pada 2021, banyak pemilik kendaraan listrik juga memanfaatkan fitur V2L untuk membantu masyarakat yang kehilangan akses listrik selama beberapa hari.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu momentum yang meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai manfaat kendaraan listrik di luar kebutuhan transportasi sehari-hari. Sejak saat itu, fitur V2L semakin mendapat perhatian dari konsumen maupun produsen otomotif.

Saat ini, teknologi Vehicle-to-Load mulai banyak tersedia pada mobil listrik modern, termasuk beberapa model plug-in hybrid electric vehicle dan extended-range electric vehicle. Sistem tersebut bekerja melalui pengisi daya dua arah yang mengubah arus searah dari baterai menjadi arus bolak-balik sehingga dapat digunakan untuk mengoperasikan berbagai perangkat elektronik.

Di Tiongkok, sebagian besar kendaraan listrik yang dilengkapi teknologi V2L mampu menyuplai daya AC sekitar 3,3 kW hingga 6,6 kW. Kapasitas tersebut cukup untuk mendukung kebutuhan listrik perangkat rumah tangga ringan, peralatan komunikasi, maupun perlengkapan darurat lainnya.

Beberapa model bahkan menawarkan kapasitas lebih besar. Salah satunya adalah Xpeng G6 AWD yang memiliki kemampuan output listrik yang memungkinkan sejumlah perangkat elektronik digunakan secara bersamaan dalam waktu tertentu.

Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir, gempa, atau bencana alam lainnya, kemampuan ini menjadi nilai tambah yang semakin diperhitungkan. Kendaraan listrik tidak hanya berfungsi sebagai sarana mobilitas, tetapi juga dapat menjadi sumber energi cadangan ketika jaringan listrik utama mengalami gangguan.

Kondisi yang terjadi di Guangxi menunjukkan bahwa perkembangan teknologi kendaraan listrik kini mulai menyentuh aspek kesiapsiagaan bencana. Di tengah meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem di berbagai negara, termasuk Indonesia, keberadaan fitur V2L dapat menjadi salah satu solusi pendukung yang membantu masyarakat tetap terhubung dan memperoleh akses listrik saat situasi darurat berlangsung.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online