Levante vs Sevilla: Tuan Rumah Berjuang Keluar dari Zona Degradasi
Levante menjamu Sevilla pada Selasa dini hari WIB. Tuan rumah butuh poin untuk keluar dari zona degradasi, sementara Sevilla menjaga posisi lima besar La Liga.
Ilustrasi Malware/Magnific
Harianjogja.com, JOGJA— Sebuah varian terbaru dari trojan perbankan Android, RedHook, ditemukan memiliki peningkatan kemampuan yang signifikan dan mengancam keamanan pengguna.
Dilansir dari Bleeping Computer, Group-IB, perusahaan keamanan siber, mengungkap bahwa malware ini sekarang dapat menyalahgunakan fitur Wireless Android Debug Bridge (ADB) untuk mendapatkan akses shell dengan hak istimewa tinggi tanpa memerlukan akses root atau koneksi USB ke komputer .
Sebelumnya, RedHook pertama kali diidentifikasi pada tahun 2025 sebagai trojan yang memantau layar dan mencatat ketukan tombol. Varian terbaru ini menunjukkan lompatan kemampuan yang signifikan karena dapat mengambil alih hampir seluruh fungsi perangkat .
Cara Kerja dan Penyebaran
Metode penyebaran RedHook masih mengandalkan rekayasa sosial (social engineering) . Pelaku biasanya menghubungi korban melalui panggilan telepon, SMS, atau aplikasi pesan instan dengan menyamar sebagai petugas bank atau instansi pemerintah. Korban kemudian diarahkan untuk mengunduh file APK dari situs palsu yang menyerupai Google Play Store. Setelah aplikasi terpasang, malware akan meminta izin Accessibility (Aksesibilitas). Izin inilah yang menjadi kunci bagi RedHook untuk menjalankan aksinya .
Begitu izin aksesibilitas diberikan, RedHook secara otomatis mengaktifkan Opsi Pengembang dan menyalakan Wireless ADB. Malware ini kemudian mengambil kode pemasangan (pairing code) dari layar dan menghubungkan dirinya ke layanan ADB internal perangkat melalui antarmuka loopback (127.0.0.1) . Dengan cara ini, RedHook mendapatkan akses shell (UID 2000), sebuah tingkat akses yang jauh lebih tinggi daripada aplikasi biasa, sehingga memberikan kendali yang luas atas sistem .
Fitur Berbahaya yang Didukung
Setelah berhasil memperoleh akses shell, pelaku memiliki kendali yang sangat luas terhadap perangkat korban. Group-IB melaporkan bahwa varian baru RedHook mendukung setidaknya 53 perintah berbeda yang dapat dijalankan dari jarak jauh . Kemampuan-kemampuan tersebut antara lain:
1. Melakukan streaming dan mengambil tangkapan layar secara real-time.
2. Meniru sentuhan dan sapuan pada layar (simulate taps and swipes).
3. Mengunci dan membuka perangkat dari jarak jauh.
4. Memasang atau menghapus aplikasi tanpa sepengetahuan pengguna .
5. Membaca pesan singkat dan daftar kontak.
6. Mengaktifkan kamera perangkat.
RedHook juga memanfaatkan alat legal bernama Shizuku, yang populer di kalangan pengguna dan pengembang Android, untuk menjalankan perintah tingkat lanjut. Dengan Shizuku, malware ini dapat mengubah pengaturan sistem yang dilindungi, memberikan izin tambahan pada dirinya sendiri, serta melakukan berbagai operasi tanpa menampilkan dialog konfirmasi kepada pengguna .
Perlindungan bagi Pengguna
Google sendiri telah menyiapkan mekanisme pertahanan melalui Google Play Protect, yang secara default aktif pada perangkat Android dengan layanan Google Play. Fitur ini dapat memperingatkan atau memblokir instalasi aplikasi berbahaya, bahkan dari sumber luar . Namun, perlindungan ini tidak akan maksimal jika pengguna secara manual mengabaikan peringatan keamanan dan memberikan izin akses yang berbahaya.
Oleh karena itu, kewaspadaan pengguna adalah benteng utama. Beberapa langkah yang dapat diambil untuk melindungi diri dari malware RedHook antara lain:
1. Instal Aplikasi dari Sumber Resmi: Hanya mengunduh aplikasi dari Google Play Store atau toko aplikasi resmi lainnya.
2. Waspada Terhadap Penipuan: Jangan mudah percaya pada panggilan, SMS, atau pesan yang mengatasnamakan bank atau instansi pemerintah dan meminta Anda mengunduh aplikasi dari tautan tertentu.
3. Periksa Izin Aksesibilitas: Jangan pernah memberikan izin aksesibilitas kepada aplikasi yang tidak jelas fungsinya, karena izin ini dapat disalahgunakan oleh malware modern untuk mengambil alih perangkat .
4. Periksa Opsi Pengembang: Secara berkala, periksa menu Opsi Pengembang di ponsel Anda untuk memastikan fitur Wireless ADB tidak aktif tanpa sepengetahuan Anda.
5. Pastikan Google Play Protect Aktif: Periksa di aplikasi Google Play Store apakah fitur Google Play Protect dalam status aktif untuk memberikan lapisan perlindungan otomatis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Levante menjamu Sevilla pada Selasa dini hari WIB. Tuan rumah butuh poin untuk keluar dari zona degradasi, sementara Sevilla menjaga posisi lima besar La Liga.
Inflasi Indonesia mencapai 3,28% pada September 2026. Tito Karnavian meminta pemda mengawasi harga beras, telur, dan daging ayam ras.
Karhutla membakar lahan di Sulawesi dan Ternate, sementara banjir di Aceh Tamiang merendam empat kecamatan dan memaksa 222 KK mengungsi.
Dispusip Bantul menargetkan skor Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat 8,6 dan Tingkat Kegemaran Membaca 60 pada 2026.
Sebanyak 60.177 personel gabungan dikerahkan untuk memadamkan karhutla di enam provinsi, dengan fokus utama Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.
PSS Sleman menang 3-0 atas PSM Makassar, tetapi Pieter Huistra menegaskan evaluasi tetap diperlukan sebelum menghadapi Persebaya.