Tak Sekadar Sembelit, Ini Dampak Tubuh Kurang Makan Sayur
Jarang makan sayur tidak hanya menyebabkan sembelit, tetapi juga dapat meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, obesitas, hingga menurunkan daya tahan tu
Ilustrasi serangan siber./Sputniknews
Harianjogja.com, JOGJA—Ancaman siber kembali menyasar pengguna teknologi kecerdasan buatan (AI). Kali ini, kampanye malvertising atau iklan berbahaya ditemukan memanfaatkan mesin pencari Bing untuk menjebak pengguna yang ingin mengunduh aplikasi desktop Claude.
Temuan tersebut diungkap perusahaan keamanan siber Huntress yang menemukan operasi bernama FakeAgent pada 21–22 Juli 2026. Dalam periode singkat itu, sedikitnya 29 organisasi dilaporkan terdampak setelah perangkat mereka terinfeksi malware berbahaya bernama SectopRAT.
Modus yang digunakan tergolong cerdik karena pelaku memanfaatkan layanan resmi milik Anthropic, yakni fitur Artifact pada platform Claude.ai.
Fitur tersebut sebenarnya dirancang untuk memungkinkan pengguna membagikan halaman web, kode program, maupun konten lain melalui tautan publik. Namun dalam kasus ini, pelaku menyalahgunakannya untuk membuat halaman unduhan Claude palsu.
Karena halaman tersebut dihosting di domain resmi claude.ai, banyak korban menganggap situs yang mereka kunjungi benar-benar berasal dari pengembang resmi.
Meski terdapat keterangan kecil yang menyebutkan bahwa konten tersebut dibuat pengguna dan belum diverifikasi, peringatan itu dinilai mudah terlewat oleh pengunjung.
Menurut hasil investigasi Huntress, halaman palsu tersebut telah diakses dan diunduh sekitar 7.100 kali sebelum akhirnya dihapus oleh Anthropic.
Menggunakan File Claude Palsu
Korban yang mengklik tautan unduhan kemudian diarahkan ke situs lain yang menyediakan berkas bernama ClaudeDesktop.exe.
Sekilas file tersebut tampak sah karena menggunakan komponen JetBrains Chromium yang legal. Namun di balik itu, pelaku memanfaatkan teknik DLL sideloading melalui file berbahaya bernama libcef.dll untuk menjalankan malware tanpa menimbulkan kecurigaan.
Setelah aktif, malware menggunakan berbagai teknik penghindaran deteksi yang cukup canggih.
Di antaranya adalah penggunaan VMProtect, pemeriksaan lingkungan virtual untuk mendeteksi mesin virtual (VM), pengecekan GPU dan shader perangkat, hingga dekripsi muatan berbahaya menggunakan teknologi DirectX shader.
Teknik tersebut membuat malware lebih sulit dikenali oleh perangkat keamanan konvensional.
Mampu Kendalikan Komputer Korban
SectopRAT bukan malware baru. Program jahat ini diketahui telah aktif sejak 2019 dan terus berkembang dengan kemampuan yang semakin kompleks.
Selain berfungsi sebagai pencuri informasi (information stealer), SectopRAT juga memiliki kemampuan Hidden Virtual Network Computing (HVNC) yang memungkinkan pelaku mengendalikan komputer korban dari jarak jauh tanpa terlihat oleh pengguna.
Data yang menjadi target pencurian meliputi:
Agar tetap bertahan di perangkat korban, malware membuat scheduled task melalui file DockerDesktop.exe sehingga dapat berjalan otomatis setiap kali komputer dinyalakan.
Server Disembunyikan di Blockchain
Salah satu aspek yang membuat SectopRAT semakin berbahaya adalah penggunaan teknik EtherHiding.
Metode ini menyembunyikan alamat server pengendali (command and control/C2) di dalam transaksi blockchain Ethereum dan BNB Smart Chain.
Dengan cara tersebut, pelaku dapat mengurangi risiko server mereka dilacak atau diblokir oleh penyedia layanan keamanan.
Dalam penyelidikan lanjutan, tim Huntress juga menemukan sedikitnya 10 domain yang didaftarkan menggunakan alamat email yang sama sejak Desember 2025.
Salah satu domain tersebut sebelumnya pernah dikaitkan dengan penyebaran malware StealC dan sempat menjadi target penyitaan dalam operasi internasional Operation Endgame.
Pengguna Diminta Tidak Asal Klik Iklan
Kasus ini menjadi pengingat bahwa hasil pencarian internet, termasuk iklan bersponsor yang muncul di bagian atas mesin pencari, tidak selalu aman.
Pengguna yang ingin mengunduh aplikasi seperti Claude disarankan untuk mengakses situs resmi pengembang secara langsung dengan mengetik alamat URL sendiri, bukan mengandalkan tautan yang muncul dari iklan pencarian.
Selain itu, pengguna juga dianjurkan selalu memeriksa alamat situs secara teliti, mengaktifkan perlindungan keamanan perangkat, serta menghindari mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak jelas.
Di tengah semakin maraknya pemanfaatan AI dan meningkatnya kecanggihan serangan siber, kewaspadaan pengguna menjadi lapisan pertahanan pertama untuk melindungi data pribadi dan informasi penting dari tangan pelaku kejahatan digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jarang makan sayur tidak hanya menyebabkan sembelit, tetapi juga dapat meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, obesitas, hingga menurunkan daya tahan tu
Pelaku penggelapan motor di Wates ditangkap di Stasiun Tugu Jogja saat hendak kabur ke Purwokerto menggunakan kereta api.
Sebanyak 50 pasien mengikuti operasi sumbing bibir gratis di Bekasi yang digelar Sido Muncul dan Smile Train Indonesia.
PSEL Piyungan diperkirakan membutuhkan investasi Rp2 triliun dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028 untuk mengolah 1.000 ton sampah per hari.
Syafiq Raif Muzaffar, siswa SLB di Bantul, meraih Juara I Nasional FLS3N Diksus kategori seni lukis melalui karya bertema budaya Yogyakarta.
SPPG Karangwuni mendukung investigasi menyeluruh dugaan keracunan MBG di SMP Negeri 3 Wates, termasuk sanitasi kantin dan SOP distribusi makanan.