Gagang Pintu Jadi Masalah, 4,3 Juta Mobil Listrik Direcall

Jumali
Jumali Sabtu, 22 Agustus 2026 09:57 WIB
Gagang Pintu Jadi Masalah, 4,3 Juta Mobil Listrik Direcall

Mobil listrik Xiaomi. (ANTARA/ mi.com)

Harianjogja.com, JOGJA— Sebanyak 4,3 juta kendaraan listrik di China harus menjalani recall atau penarikan kembali karena kekhawatiran keselamatan pada sistem gagang pintu elektronik. Penarikan ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah industri otomotif China dan melibatkan sejumlah produsen kendaraan listrik ternama.

Produsen yang terdampak antara lain Tesla, Xiaomi, Leapmotor, Xpeng, dan Geely. Perusahaan-perusahaan tersebut melakukan pembaruan perangkat lunak pada Jumat (21/8/2026) untuk menangani persoalan pada sistem gagang pintu kendaraan.

Masalah ini berkaitan dengan penggunaan flush handle, yakni gagang pintu yang dibuat rata dengan permukaan bodi kendaraan. Teknologi tersebut dipopulerkan Tesla dalam satu dekade terakhir dan kemudian diadopsi secara luas oleh berbagai produsen kendaraan listrik.

Dari sisi desain, gagang pintu tersembunyi memberikan tampilan kendaraan yang lebih minimalis sekaligus diklaim membantu mengurangi hambatan aerodinamis. Gagang akan keluar secara elektronik ketika pemilik mendekati kendaraan.

Namun, teknologi itu memunculkan persoalan ketika kendaraan kehilangan daya listrik. Dalam kondisi tertentu, sistem elektronik pada pintu dapat mengalami gangguan sehingga menyulitkan penghuni keluar dari kendaraan.

Risiko Terbesar Muncul Saat Mobil Kehilangan Daya

Sistem gagang pintu modern pada sejumlah kendaraan listrik mengandalkan mekanisme elektronik untuk membuka akses ke kabin.

Masalah menjadi lebih serius ketika kendaraan mengalami kecelakaan dan kehilangan pasokan listrik. Jika mekanisme elektronik tidak berfungsi dan tidak tersedia pembuka manual yang mudah ditemukan, pengemudi maupun penumpang dapat kesulitan membuka pintu.

Direktur Eksekutif Center for Auto Safety, Michael Brooks, menyoroti risiko tersebut sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (21/8/2026).

"Jika produsen otomotif tidak memiliki opsi pembuka manual yang jelas saat mobil kehilangan daya, penumpang atau pengemudi akan sangat sulit menyelamatkan diri dalam situasi yang mengancam jiwa," ujar Brooks.

Menurut Brooks, sejumlah produsen sebenarnya menyediakan mekanisme pembuka manual. Salah satunya menggunakan tuas di bagian dalam yang dapat ditarik dua kali untuk membuka pintu secara mekanis.

Persoalannya, mekanisme tersebut tidak selalu mudah ditemukan oleh pengguna, terutama ketika mereka berada dalam situasi darurat dan harus segera keluar dari kendaraan.

Pada sejumlah mobil Tesla, misalnya, fitur pembuka manual berada di area kantong pintu atau di balik panel. Letaknya dinilai tidak selalu disertai petunjuk visual yang jelas.

Gagang Pintu Elektronik Mulai Jadi Keluhan Pengguna

Persoalan gagang pintu bukan hanya berkaitan dengan kondisi kecelakaan. Desain baru tersebut juga menjadi salah satu fitur yang dapat membingungkan pengguna kendaraan.

Lembaga konsultan JD Power pada 2023 telah menyoroti meningkatnya keluhan terkait desain gagang pintu kendaraan

"Titik sentuh mendasar seperti gagang pintu kini menjadi area masalah yang terus berkembang seiring upaya produsen meredesainnya," tulis JD Power dalam laporannya.

JD Power mencatat tujuh dari 10 model kendaraan yang paling bermasalah pada komponen tersebut merupakan kendaraan listrik.

Penggunaan teknologi baru pada komponen yang selama ini sederhana membuat produsen harus mempertimbangkan aspek kemudahan penggunaan, bukan hanya desain dan efisiensi.

Gagang pintu menjadi semakin penting ketika kendaraan berada dalam kondisi darurat. Pengguna tidak hanya membutuhkan sistem yang bekerja dalam kondisi normal, tetapi juga mekanisme alternatif yang mudah dipahami ketika sistem elektronik mengalami gangguan.

Tesla Hadapi Gugatan soal Gagang Pintu

Persoalan desain gagang pintu juga telah berujung pada sejumlah gugatan hukum terhadap Tesla.

Dalam beberapa gugatan, desain gagang pintu Tesla diklaim membuat pengemudi maupun penumpang kesulitan keluar dari kendaraan ketika terjadi kebakaran. Gugatan tersebut bahkan mengaitkan kesulitan keluar dari kendaraan dengan cedera hingga kematian.

Sejumlah pengemudi juga melaporkan persoalan tersebut kepada Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA). Keluhan antara lain berkaitan dengan kesulitan mengeluarkan anak dari kendaraan.

Persoalan ini menunjukkan bahwa desain eksterior kendaraan tidak hanya menyangkut tampilan. Mekanisme sederhana seperti gagang pintu juga memiliki peran penting dalam keselamatan ketika terjadi keadaan darurat.

Belum Jelas Apakah Recall Meluas ke Negara Lain

Meski penarikan kendaraan telah dilakukan di China, belum ada kepastian apakah tindakan serupa akan diberlakukan di pasar lain, termasuk Amerika Serikat dan Eropa.

Tesla maupun regulator keselamatan di AS dan Eropa belum memberikan tanggapan terkait kemungkinan penarikan kendaraan dengan persoalan serupa di wilayah mereka.

Brooks mengingatkan bahwa recall yang dilakukan di suatu negara tidak secara otomatis berarti produsen akan melakukan tindakan serupa di pasar lainnya.

"Penarikan kembali di satu negara tidak selalu berarti produsen mobil akan melakukan hal yang sama di pasar lain," ungkap Brooks.

"Masih ada kemungkinan Tesla akan melawan perintah recall di AS," lanjutnya.

Kasus ini menjadi perhatian karena 4,3 juta kendaraan listrik terdampak di China. Di tengah semakin luasnya penggunaan fitur elektronik pada kendaraan, produsen kini menghadapi tantangan untuk memastikan teknologi yang menawarkan desain futuristik tetap menyediakan mekanisme keselamatan yang mudah digunakan ketika terjadi keadaan darurat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online