Mini Cooper Listrik Bisa Tinggalkan Tradisi Penggerak Roda Depan

Jumali
Jumali Rabu, 19 Agustus 2026 18:07 WIB
Mini Cooper Listrik Bisa Tinggalkan Tradisi Penggerak Roda Depan

Mini Cooper Clubman / Carbuzz

Harianjogja.com, JOGJA— Mini Cooper berpotensi meninggalkan salah satu tradisi terpanjang dalam sejarahnya. Model listrik generasi berikutnya disebut berpeluang menggunakan sistem penggerak roda belakang, berbeda dari karakter Mini yang selama ini identik dengan penggerak roda depan.

Sejak Mini pertama kali diperkenalkan pada 1959, sistem front-wheel drive menjadi salah satu ciri khas mobil asal Inggris tersebut. Konfigurasi itu tetap dipertahankan setelah Mini berada di bawah kepemilikan BMW.

Namun, perubahan teknologi kendaraan listrik dapat membuat tradisi tersebut berakhir. Rencana penggunaan platform BMW generasi keenam atau Gen6 untuk Mini Cooper listrik menjadi salah satu faktor yang membuka kemungkinan perubahan konfigurasi penggerak.

Platform BMW Gen6 Buka Peluang Penggerak Roda Belakang

Carscoops, Rabu (19/8/2026) mengungkapkan, Mini Cooper listrik generasi berikutnya tengah dikaitkan dengan penggunaan platform BMW Gen6.

Arsitektur tersebut sebelumnya dikembangkan BMW untuk kendaraan listrik generasi terbaru. Platform itu tidak dirancang untuk sistem penggerak roda depan.

Kondisi tersebut membuka kemungkinan Mini Cooper listrik beralih menggunakan rear-wheel drive atau penggerak roda belakang.

Jika terealisasi, perubahan itu akan menjadi langkah besar bagi Mini Cooper. Selama hampir tujuh dekade, tenaga dari mesin atau motor penggerak Mini selalu disalurkan ke roda depan.

Meski demikian, Mini belum mengonfirmasi secara resmi bahwa Cooper generasi baru akan menggunakan penggerak roda belakang. BMW juga disebut belum memiliki rencana mengembangkan versi penggerak roda depan dari platform Gen6.

Artinya, konfigurasi akhir Mini Cooper listrik generasi mendatang masih menunggu kepastian dari pihak perusahaan.

Mini Cooper Bensin Masih Pertahankan Roda Depan

Perubahan tersebut diperkirakan tidak langsung berlaku pada seluruh keluarga Mini Cooper.

Mini Cooper dengan mesin bensin kemungkinan masih mempertahankan sistem penggerak roda depan hingga dekade 2030-an. Model bermesin konvensional tersebut menggunakan arsitektur yang berbeda dari kendaraan listrik yang sedang disiapkan BMW.

Dengan demikian, Mini berpotensi memiliki perbedaan karakter teknis antara varian listrik dan versi bermesin bensin pada masa transisi menuju elektrifikasi.

Varian listrik dapat menggunakan platform baru dengan penggerak roda belakang, sementara model bensin tetap mempertahankan konfigurasi yang telah menjadi ciri khas Mini selama puluhan tahun.

Desain Terinspirasi Mini R50

Perubahan pada generasi mendatang tidak hanya berkaitan dengan sistem penggerak.

Mini juga disebut tengah mempertimbangkan desain yang mengambil inspirasi dari Mini generasi R50. Model tersebut memiliki posisi penting dalam sejarah modern Mini karena menjadi generasi pertama setelah merek tersebut berada di bawah kepemilikan BMW.

Inspirasi dari R50 diharapkan tetap berpadu dengan karakter khas Mini. Merek tersebut disebut ingin mempertahankan pemanfaatan ruang yang cerdas serta berbagai detail desain yang membuat mobilnya memiliki identitas berbeda.

Di sisi lain, ukuran bodi menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan generasi berikutnya. Mini harus menyediakan ruang untuk berbagai teknologi baru sekaligus perangkat keselamatan modern tanpa menghilangkan karakter mobil kompak.

Versi Tiga Pintu Masih Jadi Bagian Penting

Di tengah berbagai perubahan teknologi, Mini diperkirakan tetap mempertahankan salah satu ciri yang sudah melekat pada Cooper.

Versi tiga pintu diperkirakan masih menjadi bagian penting dari lini Mini Cooper pada masa depan. Pilihan tersebut menunjukkan upaya Mini menjaga identitas produknya meski teknologi yang digunakan terus berkembang.

Jika rencana platform Gen6 benar-benar diterapkan, Mini Cooper listrik akan menghadirkan perubahan besar pada aspek teknis. Sistem penggerak roda depan yang telah menjadi tradisi sejak 1959 berpotensi digantikan penggerak roda belakang.

Namun, perubahan tersebut tidak serta-merta menghilangkan karakter Mini. Dimensi kompak, desain yang khas, pemanfaatan ruang, dan kemungkinan mempertahankan model tiga pintu tetap menjadi bagian dari identitas yang ingin dijaga.

Dengan demikian, Mini Cooper generasi berikutnya berpotensi menjadi perpaduan antara tradisi dan teknologi baru, terutama ketika merek tersebut memasuki era kendaraan listrik yang semakin berkembang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online