Xiaomi Siapkan Soft Light Glass, Cek HP yang Kebagian
Xiaomi menyiapkan Soft Light Glass di HyperOS 4 dengan tampilan transparan mirip iOS 26. Cek daftar HP dan tablet yang kebagian.
Logo Apple - ist/apple inc
Harianjogja.com, JOGJA— Apple dilaporkan memangkas lebih dari 200 posisi di sejumlah tim teknologi, termasuk kelompok yang mengembangkan Siri, Vision Pro, dan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan (AI).
Langkah ini menjadi bagian dari restrukturisasi perusahaan untuk mengalihkan lebih banyak sumber daya ke pengembangan AI dan perangkat generasi berikutnya.
Menurut laporan Bloomberg, Apple mengakui adanya perubahan pada sejumlah posisi. Namun, perusahaan menegaskan reorganisasi tersebut juga akan membuka posisi baru di beberapa bidang yang dianggap lebih strategis.
Perubahan organisasi itu berlangsung ketika Apple berupaya mempercepat pengembangan AI di tengah persaingan dengan perusahaan teknologi lainnya. Pada saat yang sama, Vision Pro masih menghadapi tantangan untuk memperluas pasar perangkat komputasi spasial.
Lebih dari 200 Posisi Terdampak
Dalam restrukturisasi terbaru, lebih dari 200 pekerjaan Apple dilaporkan terdampak. Sekitar 100 posisi berasal dari organisasi Vision Pro, sedangkan posisi lainnya berada di tim Siri dan Intelligent Systems Experience.
Tim Intelligent Systems Experience memiliki peran dalam pengembangan pengalaman perangkat lunak serta integrasi teknologi AI di berbagai perangkat Apple.
Pada organisasi Vision Pro, perubahan terutama menyasar tim yang menangani gaming dan konten imersif. Laporan Bloomberg menyebut tim gaming Vision Pro sebagian besar dihentikan, sementara jumlah anggota pada tim konten imersif dikurangi.
Vision Pro merupakan salah satu taruhan besar Apple di kategori spatial computing. Headset tersebut diperkenalkan pada awal 2024 dengan harga mulai US$3.499 atau sekitar Rp61,8 juta.
Apple kemudian memperbarui perangkat tersebut dengan chip M5. Namun, penjualan dan adopsinya belum menunjukkan keberhasilan sebesar sejumlah produk utama perusahaan lainnya.
Pengurangan tenaga kerja di bidang gaming dan konten imersif mengindikasikan adanya penyesuaian strategi Apple terhadap Vision Pro. Meski demikian, langkah tersebut tidak berarti pengembangan headset dihentikan sepenuhnya.
Apple dilaporkan masih mengembangkan versi Vision Pro dengan desain yang lebih tipis dan ringan sebagai penerus perangkat saat ini.
Di sisi lain, pengembangan perangkat XR yang lebih terjangkau disebut mengalami penundaan, termasuk rencana yang berkaitan dengan panel layar dari Samsung Display.
Apple Mulai Mengarahkan Sumber Daya ke AI
Restrukturisasi juga menyentuh tim Siri dan Intelligent Systems Experience. Kelompok ini memiliki peran penting dalam pengembangan Siri serta integrasi fitur AI ke berbagai perangkat Apple.
Perubahan tersebut terjadi ketika Apple tengah berupaya mengejar perkembangan AI generatif yang lebih cepat dari sejumlah pesaingnya.
Apple sebelumnya memperkenalkan Siri dengan arsitektur baru dan kemampuan berbasis AI. Versi terbaru tersebut dirancang untuk menangani permintaan pengguna secara lebih kontekstual serta berinteraksi lebih mendalam dengan fitur dan aplikasi pada perangkat Apple.
Versi beta publik Siri dengan kemampuan baru itu dijadwalkan hadir pada tahun ini.
Dengan perubahan struktur tim, Apple tampaknya mengalihkan sebagian sumber daya dari proyek tertentu menuju teknologi AI dan perangkat generasi berikutnya.
Apple tidak menyatakan bahwa pengembangan Siri dihentikan. Sebaliknya, perubahan organisasi tersebut dikaitkan dengan upaya menyesuaikan sumber daya perusahaan dengan prioritas bisnis baru.
Perusahaan juga menyebut perubahan akan berdampak pada sejumlah posisi lama sekaligus menciptakan posisi baru.
Artinya, restrukturisasi ini tidak semata-mata berupa pengurangan jumlah karyawan secara menyeluruh. Apple masih merekrut atau memindahkan tenaga kerja ke bidang yang dinilai lebih strategis.
Masa Depan Vision Pro Mulai Dievaluasi
Pengurangan tim Vision Pro menjadi perhatian karena perangkat tersebut sebelumnya diposisikan Apple sebagai salah satu produk penting untuk masa depan komputasi.
Apple memperkenalkan Vision Pro sebagai perangkat yang menggabungkan konten digital dengan lingkungan pengguna melalui teknologi spatial computing.
Namun, harga yang tinggi dan pasar yang masih terbatas menjadi tantangan dalam memperluas adopsi headset tersebut. Kondisi itu turut memengaruhi arah pengembangan produk Apple di kategori mixed reality.
Pada saat yang sama, Apple disebut mulai meningkatkan perhatian terhadap perangkat augmented reality dengan desain yang lebih ringan.
Kesuksesan smart glasses milik Meta menjadi salah satu faktor yang ikut meningkatkan perhatian terhadap kategori tersebut. Apple disebut berencana memperkenalkan smart glasses pada WWDC 2027 dan menargetkan peluncurannya pada akhir tahun yang sama.
Jika rencana itu terealisasi, strategi Apple di sektor wearable berpotensi mengalami perubahan cukup besar.
Fokus perusahaan dapat bergeser dari headset berukuran besar seperti Vision Pro menuju perangkat yang lebih ringan dan praktis digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi Apple mengenai seluruh detail peta jalan tersebut. Karena itu, pengurangan jumlah karyawan belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa Apple akan menghentikan Vision Pro.
Siri Jadi Bagian Penting Strategi AI
Pemangkasan posisi di tim Siri dan Vision Pro berlangsung ketika Apple menghadapi tekanan untuk mempercepat inovasi AI.
Sejumlah perusahaan teknologi lain telah mengintegrasikan AI generatif ke dalam mesin pencarian, smartphone, komputer, hingga berbagai layanan digital.
Apple perlu memastikan pengembangan AI tetap terintegrasi dengan ekosistem perangkatnya. Siri menjadi salah satu komponen penting dalam strategi tersebut karena asisten suara Apple telah digunakan pada berbagai produk, mulai dari iPhone dan Mac hingga perangkat wearable.
Di sisi perangkat keras, Apple juga perlu menentukan posisi Vision Pro di tengah perkembangan pasar headset XR.
Pengurangan sebagian tim dapat menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mengalokasikan sumber daya secara lebih selektif, terutama ke proyek yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan lebih besar.
Dengan lebih dari 200 posisi terdampak, restrukturisasi terbaru ini menunjukkan Apple sedang menata ulang prioritas pengembangan produknya.
AI menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian besar, sementara perusahaan masih mengevaluasi arah Vision Pro dan perangkat wearable generasi berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Xiaomi menyiapkan Soft Light Glass di HyperOS 4 dengan tampilan transparan mirip iOS 26. Cek daftar HP dan tablet yang kebagian.
Pangeran Harry dan Elton John diperintahkan membayar sementara Rp230 miliar kepada penerbit Daily Mail setelah gugatan privasi mereka ditolak pengadilan Inggris
BMKG mendeteksi 1.104 titik panas di Sumatera. Sumatera Selatan mencatat 528 hotspot, sementara karhutla di Riau telah membakar lebih dari 700 hektare lahan.
Gerhana Bulan sebagian terjadi 28 Agustus 2026 dengan 96 persen Bulan tertutup bayangan Bumi. Fenomena ini tidak terlihat dari Indonesia.
JDT mengawali Liga Super Malaysia 2026-2027 dengan kemenangan 3-0 dan mencatat rekor dunia 109 laga domestik tanpa kekalahan sejak 2021.
Luxeed RX hadir sebagai penantang Xiaomi YU7 dengan tenaga 586 hp, empat LiDAR, desain mantan desainer Ferrari, dan harga Rp788 juta.