Lexus Siapkan Mobil Listrik Canggih di China Mulai 2027

Jumali
Jumali Sabtu, 29 Agustus 2026 19:37 WIB
Lexus Siapkan Mobil Listrik Canggih di China Mulai 2027

Lexus All-New RZ - Lexus

Harianjogja.com, JOGJA—Lexus menyiapkan mobil listrik baru yang akan diproduksi di China mulai 2027. Model crossover tersebut bakal menjadi salah satu proyek penting merek premium Toyota untuk mengejar ketatnya persaingan kendaraan listrik di pasar China yang berkembang sangat cepat.

Mobil listrik baru Lexus itu rencananya diproduksi di pabrik baru perusahaan di Shanghai. Menariknya, Lexus disebut akan menggunakan teknologi gigacasting, metode produksi yang sebelumnya populer setelah digunakan Tesla.

Rencana tersebut menunjukkan perubahan pendekatan Lexus. China tidak hanya menjadi pasar penjualan, tetapi juga mulai dipilih sebagai lokasi pengembangan dan produksi kendaraan dengan teknologi terbaru.

Lexus Siapkan EV Crossover di Shanghai

Menurut laporan Nikkei Asia yang dikutip VIVA Otomotif, Sabtu (29/8/2026), mobil listrik baru Lexus tersebut berjenis crossover.

Produksinya dijadwalkan dimulai pada musim gugur 2027. Pada tahap awal, kapasitas produksi diperkirakan sekitar 1.000 unit per bulan.

Jumlah tersebut kemudian akan ditingkatkan hingga mencapai puluhan ribu unit per tahun seiring perkembangan produksi.

Meski rencana produksinya sudah mulai terungkap, Lexus belum membeberkan spesifikasi utama mobil tersebut.

Kapasitas baterai, tenaga motor listrik, serta jarak tempuh dalam satu kali pengisian daya masih belum diketahui.

Namun, salah satu teknologi yang dipastikan menjadi perhatian adalah gigacasting.

Pakai Teknologi Gigacasting

Gigacasting merupakan metode produksi yang memungkinkan sejumlah komponen aluminium pada struktur bodi kendaraan dibuat menjadi satu bagian berukuran besar.

Metode tersebut dapat mengurangi jumlah komponen sekaligus mengurangi kebutuhan sambungan pada struktur bodi.

Bagi kendaraan listrik, pengurangan bobot menjadi faktor penting karena bobot kendaraan berkaitan langsung dengan efisiensi energi.

Mobil yang lebih ringan membutuhkan energi lebih sedikit untuk bergerak. Efisiensi tersebut pada akhirnya dapat membantu meningkatkan jarak tempuh kendaraan dalam satu kali pengisian baterai.

Lexus bahkan disebut memperkirakan penerapan teknologi tersebut dapat meningkatkan jarak tempuh mobil listrik barunya beberapa persen.

Meski demikian, belum diketahui seberapa besar peningkatan tersebut karena Lexus belum mengungkapkan spesifikasi teknis lengkap kendaraan.

China Jadi Lokasi Teknologi Baru Lexus

Keputusan Lexus menggunakan pabrik di China untuk memproduksi kendaraan dengan teknologi tersebut menjadi perhatian tersendiri.

Toyota selama ini lebih sering menerapkan teknologi produksi terbaru di Jepang maupun Amerika Serikat.

China menjadi pengecualian karena industri kendaraan listrik di negara tersebut berkembang sangat cepat.

Produsen lokal China berlomba menghadirkan mobil listrik dengan teknologi baterai, sistem bantuan pengemudi, perangkat lunak, serta fitur digital yang semakin canggih.

Persaingan tersebut membuat produsen premium seperti Lexus harus menyesuaikan diri jika ingin mempertahankan pangsa pasar.

Penjualan Lexus di China Masih Tertinggal

China menjadi pasar yang penting bagi Lexus, tetapi penjualan merek tersebut di Negeri Tirai Bambu masih berada di bawah pencapaiannya di Amerika Serikat.

Sepanjang 2025, Lexus dilaporkan menjual sekitar 182.458 unit di China.

Sebagai perbandingan, penjualan Lexus di Amerika Serikat mencapai 370.260 unit pada periode yang sama.

Perbedaan tersebut memperlihatkan besarnya tantangan yang dihadapi Lexus di China.

Salah satu persoalan yang harus dijawab adalah perubahan preferensi konsumen. Mobil listrik semakin populer dan konsumen China semakin terbiasa dengan kendaraan yang menawarkan teknologi digital serta efisiensi tinggi.

Karena itu, pengembangan mobil listrik khusus untuk pasar China dapat menjadi salah satu cara Lexus meningkatkan daya saingnya.

Belum Jelas Dipasarkan di Luar China

Lexus sejauh ini belum mengungkapkan apakah crossover listrik yang diproduksi di Shanghai tersebut akan diekspor ke negara lain.

Jika model itu hanya dipasarkan di China, langkah tersebut akan menunjukkan semakin kuatnya pendekatan Lexus untuk mengembangkan kendaraan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal.

Produksi di Shanghai juga memungkinkan Lexus lebih dekat dengan rantai pasok kendaraan listrik yang berkembang pesat di China.

Hal tersebut berpotensi membantu perusahaan merespons perubahan teknologi dan permintaan konsumen dengan lebih cepat.

Lexus Perlu Mengejar Persaingan EV

Bagi Lexus, crossover listrik yang diproduksi di Shanghai bukan sekadar tambahan model baru.

Kendaraan tersebut menjadi bagian dari upaya merek premium Toyota memperkuat strategi elektrifikasi sekaligus menghadapi produsen kendaraan listrik China yang semakin agresif.

Penggunaan gigacasting juga menunjukkan bahwa persaingan kendaraan listrik tidak hanya berkaitan dengan kapasitas baterai atau jarak tempuh.

Teknologi produksi menjadi bagian penting dalam upaya menekan biaya, mengurangi bobot, dan meningkatkan efisiensi kendaraan.

Dengan produksi yang dijadwalkan dimulai pada 2027, Lexus akan memiliki waktu untuk mematangkan teknologi dan kapasitas pabrik sebelum kendaraan tersebut masuk tahap produksi massal.

Jika strategi tersebut berhasil, China bukan hanya menjadi tempat Lexus menjual mobil listrik, tetapi juga salah satu pusat penting dalam pengembangan kendaraan listrik generasi berikutnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online