Google Rombak Search di Eropa, Pengguna Bakal Rasakan Dampaknya

Jumali
Jumali Rabu, 09 September 2026 21:37 WIB
Google Rombak Search di Eropa, Pengguna Bakal Rasakan Dampaknya

Kantor Google - ist/techcrunch

Harianjogja.com, JOGJA—Google mulai mengubah tampilan hasil pencarian di Eropa setelah mendapat tekanan dari regulator Uni Eropa (UE). Perubahan ini membuat layanan pencarian khusus seperti Expedia dan Booking.com mendapat ruang lebih menonjol, sementara sejumlah informasi yang selama ini muncul langsung di hasil pencarian akan dikurangi.

Perubahan tersebut dilakukan Google untuk memenuhi ketentuan Digital Markets Act (DMA). Namun, perusahaan menilai kebijakan itu justru berisiko membuat pencarian kurang praktis bagi pengguna sekaligus meningkatkan beban bagi bisnis di Eropa.

Alphabet, perusahaan induk Google, bahkan menyebut perubahan tersebut sebagai pengurangan kualitas layanan terbesar dalam 29 tahun sejarah mesin pencarinya. Google juga menegaskan pengguna di luar UE tidak akan terdampak kebijakan baru tersebut.

Tampilan Google Search di Eropa Berubah

Salah satu perubahan utama menyangkut vertical search services (VSS), yakni layanan pencarian khusus untuk sektor tertentu seperti hotel, penerbangan, dan restoran. Platform seperti Expedia dan Booking.com termasuk layanan yang masuk kategori tersebut.

Dalam format baru, satu layanan pencarian khusus akan ditempatkan di bagian paling atas halaman hasil pencarian. Dua layanan lainnya akan ditampilkan setelahnya dengan informasi yang lebih terbatas.

Di bawah bagian tersebut, Google akan menampilkan carousel yang berisi hasil seperti hotel, maskapai penerbangan, dan restoran. Namun, sejumlah informasi yang sebelumnya dapat membantu pengguna membandingkan pilihan secara langsung, termasuk harga secara real-time, tidak lagi ditampilkan dalam format tersebut.

Google tetap menggunakan algoritmanya untuk menentukan urutan hasil pencarian. Perusahaan lokal yang hanya menampilkan tautan situs, nomor telepon, dan alamat akan mendapatkan posisi yang lebih rendah dibandingkan layanan pencarian khusus.

Nick Fox, Senior Vice President Knowledge & Information Google, mengatakan perubahan itu dilakukan untuk memenuhi ketentuan DMA.

"To comply with DMA requirements, we're making significant changes to Search in Europe," kata Fox, dikutip dari Reuters, Rabu (9/9/2026).

Menurut Fox, format baru tersebut justru akan membuat pengalaman pencarian masyarakat Eropa memburuk karena lebih menguntungkan perantara online dibandingkan bisnis lokal.

"These changes degrade the user experience for Europeans - boosting online intermediaries at the expense of local businesses, and removing helpful features people rely on every day. Users outside the EU will not be impacted by these changes," ujarnya.

Google Sebut Bisnis Eropa Bisa Terdampak

Google mengatakan perubahan untuk memenuhi DMA sebelumnya telah memberikan dampak terhadap bisnis di Eropa. Perusahaan mengklaim lalu lintas pemesanan langsung dan gratis menuju bisnis Eropa turun hingga 30 persen.

Google memperkirakan perubahan terbaru juga dapat memberikan tekanan tambahan terhadap bisnis tersebut. Perusahaan menyebut pengujian terhadap jutaan pengguna di Eropa menunjukkan tingkat ketidakpuasan yang tinggi.

Menurut Google, sebagian pengguna harus mengetik ulang kata kunci pencarian untuk menemukan informasi yang mereka inginkan setelah format hasil pencarian diubah.

Kekhawatiran Google tersebut muncul ketika perusahaan sedang berada di bawah pengawasan ketat regulator Eropa terkait posisi dominannya dalam layanan digital.

Google Didenda €460 Juta

Pada Juli 2026, Komisi Eropa menjatuhkan denda €460 juta kepada Google karena dinilai memberikan perlakuan istimewa terhadap layanan miliknya sendiri dalam hasil pencarian, termasuk pada sektor belanja, hotel, transportasi, dan olahraga.

Komisi Eropa menyatakan Google melanggar DMA karena memberikan posisi lebih menguntungkan kepada layanan miliknya dibandingkan layanan pihak ketiga. Regulator kemudian memberikan waktu 60 hari kepada Google untuk memenuhi ketentuan tersebut.

Jika tidak mematuhi perintah tersebut, Google dapat menghadapi pembayaran denda berkala hingga 5 persen dari total omzet globalnya.

Pada bulan yang sama, Google juga dikenai denda terpisah sebesar €430 juta. Kasus kedua berkaitan dengan pembatasan terhadap pengembang aplikasi untuk mengarahkan pengguna secara gratis menuju penawaran yang lebih murah melalui toko aplikasi atau situs lain.

Komisi Eropa menyatakan aturan DMA mewajibkan pengembang yang mendistribusikan aplikasi melalui Google Play dapat memberi tahu pengguna mengenai penawaran alternatif dan mengarahkan mereka ke kanal pembelian tersebut.

Google mengatakan telah memperbarui program external offers di Google Play untuk memenuhi ketentuan tersebut.

Denda Google di UE Capai €10,38 Miliar

Perseteruan Google dengan regulator antimonopoli Eropa telah berlangsung hampir dua dekade. Reuters mencatat total denda antimonopoli yang telah dikenakan kepada Google di UE mencapai €10,38 miliar.

Perselisihan tersebut juga mendapat sorotan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia sebelumnya mengkritik denda yang dijatuhkan UE dan mengancam membuka penyelidikan terhadap blok tersebut karena menilai perusahaan-perusahaan Amerika Serikat telah "dirampok".

Perubahan terbaru pada Google Search hanya berlaku bagi pengguna di Uni Eropa. Dengan format baru tersebut, posisi layanan pencarian khusus, bisnis lokal, informasi harga, dan elemen hasil pencarian lainnya akan mengalami perbedaan dibandingkan tampilan Google Search bagi pengguna di luar kawasan tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online