OpenAI Dots Resmi Meluncur, Agen AI yang Bisa Kerja Mandiri

Jumali
Jumali Rabu, 30 September 2026 09:47 WIB
OpenAI Dots Resmi Meluncur, Agen AI yang Bisa Kerja Mandiri

Peluncuran Dots, agen kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk bekerja secara mandiri dan terus aktif membantu pengguna/ The Guardian

Harianjogja.com, JOGJA— OpenAI memperkenalkan Dots, agen kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk bekerja secara mandiri dan terus aktif membantu pengguna. Agen ini diperkenalkan CEO OpenAI Sam Altman dalam ajang DevDay di San Francisco, Amerika Serikat, Selasa (29/9/2026).

Berbeda dengan chatbot yang umumnya menunggu instruksi baru untuk menjalankan pekerjaan, Dots dirancang untuk mengejar tujuan yang diberikan pengguna secara berkelanjutan. OpenAI menyebut Dots sebagai agen AI yang dapat bekerja sepanjang waktu dengan memanfaatkan komputer cloud dan browser miliknya sendiri.

Dots ditenagai GPT-6 Astra dan dapat menggunakan berbagai alat yang terhubung melalui ekosistem plugin ChatGPT. OpenAI menyebut agen ini dapat terhubung dengan lebih dari 4.000 aplikasi sehingga pekerjaan dapat dilanjutkan di berbagai layanan yang digunakan pengguna.

Kemampuan tersebut membuat Dots tidak harus diarahkan pada setiap tahapan pekerjaan. Agen ini juga dapat mempelajari preferensi pengguna melalui interaksi dan umpan balik dari waktu ke waktu.

"Anda bisa mendelegasikan pekerjaan ambisius seperti halnya kepada seorang engineer yang punya inisiatif tinggi atau kepala staf yang bekerja dengan Anda," kata Altman.

Konsep tersebut menjadi bagian dari strategi OpenAI untuk memperluas penggunaan AI dari sekadar menjawab pertanyaan menjadi sistem yang dapat menjalankan pekerjaan secara lebih mandiri.

Dots bisa mengerjakan berbagai pekerjaan

Dalam pengumuman resminya, OpenAI memberikan sejumlah contoh penggunaan Dots. Salah satunya berkaitan dengan pengembangan aplikasi, ketika agen tersebut digunakan untuk memantau masukan pelanggan, mencari pola permintaan atau masalah yang berulang, mengerjakan perbaikan, menguji hasilnya, dan menyiapkan perubahan kode untuk diperiksa pengembang.

Dots bahkan dapat menyertakan video yang memperlihatkan hasil perubahan kode tersebut. Dengan begitu, pengembang tidak hanya menerima hasil pekerjaan, tetapi juga dapat melihat perubahan yang telah dikerjakan agen sebelum memutuskan apakah perubahan itu akan digunakan.

Dalam skenario penelitian, Dots dapat mempelajari pertanyaan penelitian seorang ilmuwan sekaligus cara ilmuwan tersebut mengevaluasi bukti. Ketika data baru tersedia, agen dapat menjalankan kembali analisis, memeriksa hasil yang tidak terduga, dan memperbarui grafik yang diperlukan untuk sebuah makalah.

OpenAI juga mendemonstrasikan penggunaan Dots untuk pekerjaan kreator konten. Agen tersebut dapat mempelajari gaya komunikasi serta kebutuhan audiens seorang kreator sebelum mengolah transkrip wawancara.

Dari transkrip itu, Dots dapat mencari bagian yang menarik untuk dijadikan klip, membuat catatan episode, dan menyiapkan draf unggahan media sosial yang kemudian dapat diperiksa dan disetujui kreator.

Ketika pengguna tidak sedang memberikan tugas baru, Dots juga dapat melakukan apa yang disebut OpenAI sebagai riset proaktif. Dalam mode tersebut, Dots dapat membaca informasi dari aplikasi yang telah terhubung untuk mencari hal-hal yang mungkin membantu pengguna.

Namun, akses dalam mode riset proaktif tersebut bersifat baca saja. Dots tidak dapat mengirim pesan atau mengubah isi aplikasi tanpa izin yang diperlukan.

Pengguna tetap memegang kendali

Meski dirancang untuk bekerja secara mandiri, Dots tidak diberikan kebebasan tanpa batas. OpenAI menyediakan sejumlah mekanisme agar pengguna dapat menentukan data, aplikasi, dan tindakan yang boleh dilakukan agen.

Setiap Dots memiliki komputer cloud sendiri sehingga komputer dan data pengguna tetap terpisah. Pengguna dapat memberikan izin untuk menghubungkan Dots dengan aplikasi tertentu sekaligus menentukan layanan apa saja yang boleh diakses.

Dots juga memiliki aturan bawaan mengenai tindakan yang dapat dilakukan secara mandiri dan tindakan yang membutuhkan persetujuan pengguna. Pengguna dapat membuat aturan tambahan untuk mengizinkan, meminta persetujuan, atau memblokir tindakan tertentu.

Sebelum tindakan penting dilakukan, sistem akan mencocokkan tindakan tersebut dengan instruksi pengguna, aturan khusus, serta standar keamanan OpenAI melalui mekanisme peninjauan otomatis. Tindakan sensitif seperti mengganti kata sandi tetap harus dilakukan pengguna.

Untuk situs web tertentu, Dots dapat menggunakan kata sandi yang tersimpan tanpa memperlihatkan kata sandi tersebut kepada model AI. Pengguna juga dapat melihat perkembangan pekerjaan melalui Activity View, termasuk pekerjaan yang berlangsung ketika pengguna tidak sedang berinteraksi dengan agen.

Dots juga dapat menghubungi pengguna untuk memberikan laporan perkembangan, mengajukan pertanyaan, atau meminta keputusan sebelum melanjutkan pekerjaan.

OpenAI tetap mengingatkan bahwa Dots dapat melakukan kesalahan. Karena itu, perusahaan menyarankan pengguna memeriksa pekerjaan yang memiliki konsekuensi penting sebelum hasilnya digunakan.

Dots mulai tersedia untuk pengguna tertentu

OpenAI mulai menggulirkan Dots kepada pelanggan ChatGPT Pro dan Business Premium di pasar tertentu. Dots sudah termasuk dalam paket tersebut tanpa biaya tambahan.

Untuk pelanggan Pro, Dots belum tersedia di Kawasan Ekonomi Eropa, Swiss, dan Inggris. Sementara pengguna Enterprise, termasuk Edu dan Healthcare, dapat mencoba versi beta apabila administrator workspace mengaktifkan fitur tersebut.

OpenAI juga menjelaskan bahwa percakapan dengan Dots tidak dihitung sebagai pemakaian ChatGPT pengguna. Namun, pekerjaan yang dijalankan melalui Codex atau ChatGPT Work tetap diperhitungkan sesuai batas penggunaan masing-masing paket. Pada bulan pertama setelah peluncuran, OpenAI memberikan batas penggunaan yang lebih longgar.

Dots dapat digunakan melalui ChatGPT di desktop, web, dan ponsel. Namun, pembuatan Dots untuk pertama kali harus dilakukan melalui ChatGPT versi desktop. Agen tersebut juga dapat digunakan melalui Slack dan Microsoft Teams, sedangkan dukungan pesan teks akan menyusul.

OpenAI siapkan Specialist Dots untuk perusahaan

OpenAI tidak hanya mengembangkan Dots untuk pengguna individual. Perusahaan juga tengah menguji Specialist Dots, versi yang dirancang untuk menjalankan tanggung jawab tertentu di lingkungan perusahaan atau organisasi.

Setiap Specialist Dots dapat memiliki identitas, kredensial, serta akses ke sistem yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Dengan pendekatan tersebut, agen dapat diarahkan pada pekerjaan yang lebih spesifik daripada Dots untuk penggunaan umum.

OpenAI mengatakan telah menguji Specialist Dots secara internal untuk berbagai pekerjaan, mulai dari pengadaan dan pemrosesan faktur hingga pemasaran melalui e-mail, dukungan pelanggan, serta pengelolaan kontrak komersial. Versi ini masih diuji secara terbatas bersama sejumlah perusahaan.

OpenAI juga bekerja sama dengan Microsoft untuk mengintegrasikan Specialist Dots dengan sistem tata kelola dan keamanan perusahaan melalui Microsoft Agent 365.

Peluncuran Dots menempatkan OpenAI dalam persaingan langsung dengan agen AI lain yang dikembangkan untuk bekerja secara lebih mandiri, termasuk Muse milik Meta. Meta memperkenalkan Muse sebagai agen personal yang dapat menjalankan pekerjaan atas nama pengguna dan menggunakan komputer virtual khusus dengan browser sendiri.

Dengan Dots, OpenAI memperluas konsep agen AI dari sistem yang menunggu perintah menjadi perangkat lunak yang dapat melanjutkan pekerjaan, memantau perkembangan, dan kembali meminta keputusan ketika diperlukan. Pada saat yang sama, kontrol akses dan persetujuan tetap menjadi bagian dari sistem yang disiapkan OpenAI untuk penggunaan Dots.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online