BYD dan Jaecoo Tembus 10 Besar Produsen Mobil di Indonesia

Rizqi Rajendra
Rizqi Rajendra Minggu, 04 Oktober 2026 23:27 WIB
BYD dan Jaecoo Tembus 10 Besar Produsen Mobil di Indonesia

BYD Dolphin. - Harian Jogja/Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Peta produksi otomotif Indonesia mulai mengalami perubahan sepanjang Januari–Agustus 2026. BYD dan Jaecoo, dua merek asal Cina, berhasil masuk daftar 10 produsen dengan volume produksi mobil terbesar di Indonesia.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat produksi mobil nasional mencapai 859.256 unit selama delapan bulan 2026. Jumlah tersebut meningkat 13,4% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan 757.432 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan produksi nasional tersebut mencakup kendaraan yang diproduksi untuk memenuhi permintaan pasar domestik maupun ekspor.

BYD Produksi 24.877 Unit

BYD mencatat produksi sebanyak 24.877 unit hingga Agustus 2026. Capaian tersebut menempatkan BYD di posisi kedelapan dalam daftar produsen mobil dengan volume produksi terbesar di Indonesia.

Produksi lokal BYD sejalan dengan beroperasinya pabrik perusahaan di Subang, Jawa Barat. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit per tahun dengan nilai investasi total Rp16 triliun.

Sementara itu, Jaecoo berada satu tingkat di bawah BYD. Merek tersebut mencatat produksi sebanyak 23.021 unit sepanjang Januari–Agustus 2026.

Berbeda dengan BYD, Jaecoo masih memanfaatkan fasilitas perakitan milik PT Handal Indonesia Motor (HIM).

Masuknya BYD dan Jaecoo ke jajaran 10 besar terjadi ketika produsen Jepang masih mendominasi struktur produksi kendaraan bermotor di Indonesia.

Toyota Masih Jadi Produsen Terbesar

Toyota mempertahankan posisi sebagai produsen dengan volume produksi terbesar sepanjang Januari–Agustus 2026. Produksinya mencapai 353.778 unit, naik 5,2% dibandingkan 336.332 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Mitsubishi Motors berada di posisi kedua dengan produksi 130.025 unit. Angka tersebut tumbuh 18,9% secara tahunan dari 109.356 unit pada Januari–Agustus 2025.

Posisi ketiga ditempati Daihatsu dengan produksi 100.213 unit. Jumlah tersebut meningkat 18,5% dibandingkan 84.588 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Suzuki juga mencatat pertumbuhan produksi sebesar 7,2% menjadi 56.699 unit, dari 52.869 unit pada Januari–Agustus 2025.

Di sisi lain, produksi Hyundai dan Honda mengalami penurunan. Produksi Hyundai turun 26,7% menjadi 36.898 unit dari 50.360 unit, sedangkan Honda turun 34,8% menjadi 25.261 unit dari 38.740 unit.

Produksi Kendaraan Niaga Ikut Tumbuh

Pertumbuhan produksi tidak hanya terjadi pada produsen mobil penumpang. Produsen kendaraan niaga juga mencatat kenaikan produksi sepanjang delapan bulan pertama 2026.

Mitsubishi Fuso mencatat produksi 27.095 unit atau meningkat 70,3% dibandingkan periode 2025. Sementara itu, Isuzu memproduksi 23.193 unit atau naik 6% secara tahunan.

Dengan capaian tersebut, Mitsubishi Fuso berada di posisi keenam dan Isuzu menempati posisi kesembilan dalam daftar 10 produsen dengan produksi terbesar.

Daftar 10 Produsen Mobil Terbesar di Indonesia

Berdasarkan data Gaikindo periode Januari–Agustus 2026, berikut daftar produsen mobil berdasarkan volume produksinya:

Toyota: 336.332 unit pada Januari–Agustus 2025 menjadi 353.778 unit pada Januari–Agustus 2026, naik 5,2%.
Mitsubishi Motors: 109.356 unit menjadi 130.025 unit, naik 18,9%.
Daihatsu: 84.588 unit menjadi 100.213 unit, naik 18,5%.
Suzuki: 52.869 unit menjadi 56.699 unit, naik 7,2%
Hyundai: 50.360 unit menjadi 36.898 unit, turun 26,7%.
Mitsubishi Fuso: 15.913 unit menjadi 27.095 unit, naik 70,3%.
Honda: 38.740 unit menjadi 25.261 unit, turun 34,8%.
BYD: belum tercatat pada Januari–Agustus 2025 dan mencapai 24.877 unit pada Januari–Agustus 2026.
Isuzu: 21.888 unit menjadi 23.193 unit, naik 6%.
Jaecoo: 541 unit menjadi 23.021 unit, naik 4.155,3%.

Masuknya BYD dan Jaecoo ke dalam 10 besar produsen berdasarkan volume produksi menunjukkan semakin bertambahnya kontribusi merek Cina terhadap aktivitas manufaktur otomotif Indonesia.

Perubahan tersebut sekaligus menjadi salah satu perkembangan dalam struktur produksi kendaraan nasional sepanjang 2026.

Penilaian orisinalitas: struktur artikel, angle, lead, pengelompokan data, dan alur informasi telah dibuat ulang sehingga tidak mengikuti susunan sumber secara mentah. Penilaian mengenai kemungkinan kesan AI atau kemiripan bersifat indikatif, bukan deteksi definitif.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online