Mobil Listrik Impor ke Thailand Kena Pajak 35 Persen, Ini Aturan Barunya

Jumali
Jumali Kamis, 05 November 2026 08:37 WIB
Mobil Listrik Impor ke Thailand Kena Pajak 35 Persen, Ini Aturan Barunya

Ilustrasi mobil listrik

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Thailand akan menaikkan pajak cukai kendaraan listrik impor menjadi 35% mulai 1 Januari 2027. Kebijakan ini menyasar mobil listrik berbasis baterai (BEV) dan kendaraan listrik dengan teknologi penambah jarak tempuh (REEV) yang didatangkan secara utuh atau completely built up (CBU) dan tidak memenuhi ketentuan produksi maupun komponen lokal.

Perubahan tarif tersebut menjadi bagian dari strategi Thailand untuk memperkuat industri otomotif dalam negeri. Pemerintah ingin mendorong produsen yang masih mengandalkan kendaraan impor agar mempertimbangkan investasi manufaktur dan pengembangan rantai pasok di negara tersebut.

Kebijakan itu juga akan dijelaskan secara langsung kepada enam produsen otomotif Jepang yang memiliki fasilitas produksi di Thailand. Menteri Keuangan Thailand, Ekniti Nitithanprapas, dijadwalkan memimpin delegasi pemerintah dalam kunjungan investasi ke Jepang pada 18-20 November 2026.

Perusahaan yang menjadi sasaran pertemuan tersebut meliputi Toyota, Honda, Isuzu, Mitsubishi, Mazda, dan Nissan.

Ekniti mengatakan perubahan struktur pajak disusun dengan mempertimbangkan permintaan dari produsen otomotif yang telah menanamkan modal dan membangun fasilitas manufaktur di Thailand.

Pemerintah ingin menciptakan persaingan yang lebih adil antara perusahaan yang memproduksi kendaraan di dalam negeri dan produsen yang hanya mengimpor mobil dari luar Thailand.

"Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan keadilan, tidak hanya bagi investor Jepang, tetapi juga produsen mobil yang beroperasi di Thailand dan telah berinvestasi dalam fasilitas manufaktur serta mempekerjakan pekerja Thailand," ujar Ekniti, seperti dikutip dari The Nation, Kamis (5/11/2026).

Tarif Pajak BEV dan REEV Naik Jadi 35%

Kabinet Thailand menyetujui perubahan struktur pajak cukai kendaraan listrik pada 3 November 2026. Aturan baru tersebut menaikkan tarif untuk dua kategori kendaraan listrik impor.

Kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) yang sebelumnya dikenai pajak cukai 10% akan dikenakan tarif 35%. Sementara itu, kendaraan listrik dengan teknologi penambah jarak tempuh atau range-extended electric vehicle (REEV) mengalami kenaikan dari 15% menjadi 35%.

Ketentuan tersebut berlaku mulai 1 Januari 2027. Sasaran kebijakan adalah kendaraan yang tidak diproduksi di Thailand dan tidak menggunakan komponen buatan lokal sesuai persyaratan pemerintah.

Dengan perubahan ini, Thailand berupaya mengarahkan investasi otomotif agar tidak hanya menjadikan negara tersebut sebagai pasar penjualan, tetapi juga sebagai lokasi produksi kendaraan dan komponen.

Pemerintah juga ingin memperkuat industri pemasok komponen lokal. Pengembangan sektor tersebut diharapkan meningkatkan kemampuan perusahaan Thailand mengikuti perubahan teknologi otomotif, sekaligus menjaga keberlangsungan tenaga kerja di industri yang sudah berkembang.

Thailand Jelaskan Kebijakan kepada Enam Produsen Jepang

Penjelasan mengenai aturan pajak baru menjadi salah satu agenda kunjungan investasi pemerintah Thailand ke Jepang pada 18-20 November 2026.

Ekniti akan memimpin delegasi yang dikenal sebagai Team Thailand. Rombongan tersebut melibatkan perwakilan Board of Investment (BOI), Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Bea Cukai, serta pelaku industri dan sektor perbankan.

Lebih dari 40 pengusaha Thailand juga dijadwalkan mengikuti agenda tersebut.

Selain menyampaikan rincian kebijakan pajak, delegasi akan membahas rencana investasi dan pengembangan rantai pasok komponen otomotif. Pemerintah juga ingin menjajaki kerja sama untuk meningkatkan kemampuan perusahaan Thailand dalam menghadapi peralihan menuju teknologi kendaraan modern.

Pertemuan dengan enam produsen Jepang tersebut diharapkan memberikan kepastian kepada investor yang telah membangun fasilitas produksi dan mempekerjakan tenaga kerja lokal.

Melalui kebijakan ini, Thailand berupaya menjaga kepercayaan investor sekaligus memperkuat posisi industri otomotif domestik di tengah perubahan teknologi kendaraan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online