Tohed Dorong UMKM Jogja Pakai AI untuk Promosi, Ini Cara dan Risikonya

Newswire
Newswire Minggu, 11 Oktober 2026 23:47 WIB
Tohed Dorong UMKM Jogja Pakai AI untuk Promosi, Ini Cara dan Risikonya

Kegiatan bertajuk “Transformasi Ekonomi Digital: Strategi AI untuk Memperkuat Ekosistem Seni dan UMKM” di BURZ@ Hotel Yogyakarta, Sabtu (10/10/2026). Ist

Harianjogja.com, JOGJA—Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) didorong memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu promosi, memperkuat identitas produk, dan menjangkau konsumen lebih luas. Namun, penggunaan teknologi tersebut perlu diimbangi kemampuan memeriksa informasi, memahami kebutuhan pelanggan, serta menjaga keamanan data usaha.

Pentingnya pemanfaatan teknologi secara tepat menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan bertajuk “Transformasi Ekonomi Digital: Strategi AI untuk Memperkuat Ekosistem Seni dan UMKM” di BURZ@ Hotel Yogyakarta, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan yang diprakarsai Anggota Komisi VI DPR RI GM Totok Hedi Santosa itu menghadirkan praktisi UMKM Citra Ramadhani dan akademisi digital marketing dan AI Agnes Judith Abigael sebagai narasumber. Pelatihan tersebut membahas penggunaan teknologi digital untuk membantu pelaku usaha bekerja lebih efisien sekaligus mengembangkan pemasaran.

Agnes menjelaskan AI dapat dimanfaatkan sebagai asisten digital untuk mencari ide bisnis, menulis materi promosi, merangkum informasi, hingga menyusun alternatif strategi pemasaran. Meski demikian, hasil yang diberikan AI tidak selalu akurat sehingga pengguna tetap perlu melakukan pemeriksaan sebelum menerapkannya.

Peserta juga diperkenalkan pada cara menyusun instruksi atau prompt agar jawaban AI lebih sesuai kebutuhan usaha. Ada lima unsur yang perlu diperhatikan, yakni produk yang ditawarkan, tujuan penggunaan, target konsumen, gaya bahasa, dan bentuk hasil yang diharapkan.

Pendekatan tersebut membantu pelaku UMKM memberikan arahan yang lebih jelas kepada AI. Sebagai contoh, ketika meminta bantuan membuat promosi, pelaku usaha perlu menjelaskan jenis produk, karakter calon pembeli, tujuan promosi, serta gaya komunikasi yang ingin digunakan.

Selain penggunaan AI, pelatihan menekankan pentingnya strategi pemasaran digital yang berangkat dari pemahaman terhadap konsumen. Pelaku usaha tidak cukup hanya memperbanyak unggahan di media sosial, tetapi juga harus mengetahui kebutuhan pelanggan dan memilih saluran komunikasi yang sesuai.

“Pelaku UMKM harus memahami siapa pelanggan mereka dan apa kebutuhannya, bukan sekadar memperbanyak unggahan di media sosial,” kata Citra.

Keamanan Digital Tak Boleh Diabaikan

Pemanfaatan teknologi juga perlu disertai pemahaman mengenai keamanan digital. Pelaku usaha diingatkan agar tidak memasukkan kata sandi, PIN, kode OTP, data kartu, informasi pribadi pelanggan, dokumen rahasia, maupun data keuangan sensitif ke dalam layanan AI.

Penggunaan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun, pengaktifan verifikasi dua langkah, serta kewaspadaan terhadap tautan mencurigakan juga menjadi bagian dari materi pelatihan.

Langkah tersebut penting karena aktivitas usaha yang semakin terhubung dengan platform digital turut menghadirkan risiko keamanan. Pelaku UMKM perlu memahami mekanisme transaksi, menjaga akun bisnis, dan mengenali potensi penipuan agar pemanfaatan teknologi tidak justru menimbulkan kerugian.

Anggota Komisi VI DPR RI GM Totok Hedi Santosa, yang akrab disapa Tohed, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, transformasi digital semestinya tidak berhenti pada penggunaan aplikasi atau mengikuti tren teknologi. Digitalisasi perlu diarahkan untuk membangun kegiatan ekonomi yang lebih kreatif, produktif, dan berkelanjutan.

Ia menyoroti struktur ekonomi yang masih banyak ditopang industri ekstraktif melalui pemanfaatan sumber daya alam, seperti minyak, timah, nikel, bauksit, dan batu bara. Menurutnya, ketergantungan tersebut perlu diimbangi dengan pengembangan sektor berbasis kreativitas, pengetahuan, kebudayaan, dan teknologi.

“Kalau industri ekstraktif ini terus-menerus seperti ini, satu hal yang pantas kita khawatirkan adalah generasi mendatang akan memperoleh apa?” ujar Tohed.

Ia menilai seni dan UMKM memiliki peluang untuk menjadi bagian dari penguatan ekonomi berbasis kreativitas. Teknologi digital dapat membantu pelaku usaha memperluas pasar dan memberikan nilai tambah pada produk, termasuk produk yang berangkat dari kekayaan budaya lokal.

“Kita harus mulai melihat kreativitas, kebudayaan, dan teknologi sebagai kekuatan ekonomi. Di situlah seni dan UMKM memiliki ruang yang sangat besar untuk berkembang,” katanya.

Tohed juga mengingatkan bahwa penggunaan teknologi perlu diimbangi literasi digital. Menurutnya, masyarakat yang belum memahami mekanisme platform perdagangan digital dan keamanan transaksi berisiko mengalami kerugian akibat penipuan atau kesalahan dalam menggunakan layanan.

“Kawan-kawan kita atau masyarakat kita ini belum melek terhadap literasi digital. Oleh karena itu, forum seperti ini kita anggap penting,” tegasnya.

Bagi Tohed, AI dapat membantu pelaku UMKM dalam berbagai pekerjaan, mulai dari menyusun deskripsi produk dan materi promosi hingga mencari gagasan untuk membangun merek. Namun, teknologi tersebut tetap harus digunakan secara kritis karena keputusan akhir dan tanggung jawab berada pada manusia.

“AI jangan hanya dilihat sebagai teknologi yang canggih. Yang penting adalah bagaimana pelaku UMKM bisa menggunakannya untuk branding, pemasaran, dan membantu pekerjaan mereka, tetapi tetap memahami bahwa keputusan dan tanggung jawab berada pada manusianya,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online