Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027, Ini Waktu Pengamatan di Indonesia

Jumali
Jumali Rabu, 14 Oktober 2026 23:17 WIB
Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027, Ini Waktu Pengamatan di Indonesia

Gerhana matahari./JIBI

Harianjogja.com, JOGJA— Gerhana Matahari Total akan terjadi pada Senin, 2 Agustus 2027. Fenomena astronomi ini diperkirakan berlangsung hingga 6 menit 23 detik pada titik tertentu di jalur totalitas, tetapi masyarakat Indonesia tidak akan menyaksikan Matahari tertutup sepenuhnya oleh Bulan.

Berdasarkan katalog gerhana NASA, durasi totalitas maksimum pada gerhana tersebut mencapai 6 menit 23 detik. Jalur totalitasnya melintasi sejumlah wilayah di Eropa, Afrika Utara, dan Timur Tengah, termasuk Spanyol, Maroko, Aljazair, Libya, Mesir, Arab Saudi, Yaman, dan Somalia.

Salah satu lokasi yang berpotensi menjadi tujuan pengamatan adalah Luxor, Mesir. Di kawasan yang berada dalam jalur totalitas, pengamat dapat menyaksikan piringan Bulan menutupi Matahari sepenuhnya selama fase totalitas.

Durasi tersebut tidak berlaku untuk semua lokasi. Lama gerhana total yang terlihat bergantung pada posisi pengamat terhadap jalur bayangan Bulan.

Jadwal Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027

Menurut katalog NASA, puncak gerhana secara global diperkirakan terjadi sekitar pukul 10.07 UTC atau 17.07 WIB. Waktu tersebut merupakan acuan peristiwa secara global, bukan waktu puncak gerhana di setiap kota.

Jalur totalitas mencakup sebagian wilayah berikut:

  1. Spanyol, terutama bagian selatan.

  2. Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, dan Mesir.

  3. Arab Saudi, Yaman, dan Somalia.

Pengamat yang ingin menyaksikan fase totalitas perlu memilih lokasi yang benar-benar berada di jalur bayangan inti Bulan. Berada di negara yang dilintasi gerhana tidak otomatis menjamin setiap wilayahnya mengalami gerhana total.

Apakah Gerhana Matahari 2027 Bisa Disaksikan dari Indonesia?

Masyarakat Indonesia tetap berpeluang menyaksikan gerhana tersebut, tetapi hanya dalam bentuk Gerhana Matahari Sebagian. Dalam fase ini, Bulan menutupi sebagian piringan Matahari, sedangkan sebagian lainnya masih terlihat.

Mengacu pada perhitungan Time and Date, gerhana sebagian di Indonesia diperkirakan mulai pada sore hari. Waktu awalnya berbeda menurut lokasi, dengan sejumlah perkiraan sebagai berikut:

  • Aceh: sekitar pukul 17.49 WIB.

  • Medan: sekitar pukul 17.50 WIB.

  • Padang: sekitar pukul 17.51 WIB.

  • Jakarta: sekitar pukul 17.52 WIB.

Waktu tersebut merupakan perkiraan awal fase gerhana, bukan waktu puncak. Durasi dan besarnya bagian Matahari yang tertutup juga berbeda di setiap kota. Di Jakarta, gerhana diperkirakan hanya terlihat dalam porsi sangat kecil dan berlangsung singkat sebelum Matahari terbenam.

Karena fenomena terjadi menjelang senja, keberhasilan pengamatan di Indonesia akan bergantung pada cuaca, kondisi atmosfer, serta pandangan ke arah barat yang tidak terhalang bangunan, pepohonan, atau bentang alam.

Masyarakat yang ingin mengamati dari daerah masing-masing sebaiknya memeriksa kembali jadwal lokal mendekati tanggal kejadian melalui sumber astronomi tepercaya.

Cara Aman Mengamati Gerhana Matahari

Meski hanya terlihat sebagian, gerhana Matahari tidak boleh diamati dengan menatap Matahari secara langsung tanpa perlindungan yang sesuai. Cahaya Matahari tetap dapat merusak mata, termasuk ketika sebagian piringannya tertutup Bulan.

Gunakan kacamata khusus gerhana yang memenuhi standar ISO 12312-2 dan pastikan kondisinya baik. Kacamata hitam biasa, film berwarna, kaca gelap, maupun bahan lain yang tidak dirancang untuk pengamatan Matahari bukan pengganti yang aman.

Jika menggunakan teleskop, teropong, atau kamera dengan pembesaran optik, perlindungan Matahari yang sesuai harus dipasang pada bagian depan alat. Jangan melihat Matahari melalui perangkat optik tanpa filter khusus.

Pilihan lain adalah menggunakan metode proyeksi lubang jarum untuk melihat bentuk bayangan gerhana tanpa menatap Matahari secara langsung.

Bagi masyarakat Indonesia, persiapan terpenting adalah mengetahui waktu gerhana di lokasi masing-masing, mencari tempat dengan pandangan ke arah barat yang terbuka, serta memastikan metode pengamatan yang digunakan aman bagi mata.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online