Apple Klaim Safari 35% Lebih Cepat dan Hemat Baterai 5 Jam

Jumali
Jumali Selasa, 20 Oktober 2026 09:37 WIB
Apple Klaim Safari 35% Lebih Cepat dan Hemat Baterai 5 Jam

Logo Apple - ist/apple inc

Harianjogja.com, JOGJA—Apple mempromosikan browser Safari sebagai alternatif Google Chrome bagi pengguna Mac dengan menawarkan klaim daya tahan baterai hingga lima jam lebih lama dan pemuatan situs web hingga 35% lebih cepat. Kampanye tersebut juga menonjolkan perlindungan privasi bawaan Safari di tengah persaingan kedua browser untuk menarik pengguna.

Melalui kampanye yang diberitakan menggunakan nama “Stay on Safari”, Apple menyoroti keunggulan browser buatannya dalam hal efisiensi daya, performa, dan perlindungan data. Di situs resminya, Apple juga mengajak pengguna beralih ke Safari melalui kampanye “Switch to Safari”.  

Langkah tersebut menyasar pengguna Chrome yang selama ini mengandalkan browser besutan Google untuk aktivitas sehari-hari. Berdasarkan data StatCounter untuk September 2026, Chrome menguasai 66,36% pangsa pasar browser global, sedangkan Safari berada di posisi kedua dengan 18,27%.  

Angka itu menunjukkan Chrome masih unggul jauh dalam penggunaan browser secara global. Apple berupaya menawarkan alasan lain bagi pengguna Mac untuk memilih Safari, terutama melalui efisiensi baterai dan integrasi perangkat keras serta perangkat lunak.

Safari Diklaim Memuat Situs 35% Lebih Cepat

Dalam materi promosinya, Apple menyebut Safari mampu memuat situs web yang sering dikunjungi hingga 35% lebih cepat dibandingkan Chrome di macOS. Klaim tersebut didasarkan pada pengujian terhadap 12 situs populer menggunakan simulasi kondisi jaringan.

Pengujian dilakukan pada MacBook Air 15 inci dengan chip Apple M5 dan memori terpadu 16 GB. Angka 35% tersebut merupakan hasil pengujian Apple dalam kondisi tertentu, bukan jaminan bahwa Safari selalu lebih cepat pada seluruh situs dan perangkat Mac.  

Apple juga menonjolkan efisiensi daya Safari untuk aktivitas streaming video. Perusahaan mengklaim pengguna dapat menikmati waktu pemutaran video hingga lima jam lebih lama dalam sekali pengisian daya dibandingkan ketika menggunakan Chrome.

Klaim tersebut merujuk pada aktivitas streaming video, bukan tambahan waktu lima jam untuk semua jenis penggunaan browser. Hasil aktual dapat berbeda bergantung pada perangkat, pengaturan, kondisi baterai, koneksi internet, dan aktivitas yang dilakukan pengguna.

Dengan demikian, klaim kecepatan pemuatan situs dan daya tahan baterai perlu dipahami sebagai dua hasil pengujian yang berbeda. Pengalaman sehari-hari pengguna belum tentu sama dengan hasil yang diperoleh Apple dalam pengujian internalnya.

WebKit dan Apple Silicon Jadi Andalan Safari

Salah satu faktor yang mendukung strategi Apple adalah integrasi Safari dengan perangkat keras buatannya sendiri. Safari menggunakan mesin peramban WebKit yang dikembangkan Apple, sehingga perusahaan dapat mengoptimalkannya untuk bekerja bersama sistem operasi macOS dan chip Apple Silicon.

Integrasi tersebut menjadi bagian dari upaya Apple meningkatkan performa sekaligus menekan konsumsi daya. Sementara itu, Google Chrome dibangun di atas proyek Chromium dan menggunakan arsitektur multiproses yang memungkinkan tab serta komponen browser berjalan dalam proses terpisah.

Chrome kerap mendapat kritik karena penggunaan memori yang tinggi dalam kondisi tertentu. Browser tersebut juga menjadi sorotan terkait fitur AI yang dapat mengunduh model Gemini Nano berukuran sekitar 4 GB di latar belakang. Namun, persoalan unduhan model AI itu terpisah dari pengujian kecepatan dan baterai yang menjadi dasar kampanye Apple. <Cite refs={["turn836358search0","turn836358search12"]}/>

Dari sisi privasi, Safari memiliki fitur Intelligent Tracking Prevention yang dirancang untuk membatasi pelacakan lintas situs. Apple juga menyatakan Safari memblokir cookie pihak ketiga untuk pelacakan secara bawaan, sehingga pengguna tidak harus mengubah pengaturan tertentu untuk memperoleh perlindungan tersebut.  

Meski demikian, perlindungan privasi setiap browser bergantung pada berbagai fitur dan pengaturan yang digunakan. Klaim promosi Apple sebaiknya dipahami sebagai perbandingan berdasarkan fitur yang dipilih perusahaan, bukan bukti bahwa seluruh aktivitas pengguna Safari otomatis bebas dari pelacakan.

Ekstensi dan Sinkronisasi Masih Menjadi Keunggulan Chrome

Walaupun Safari menawarkan efisiensi baterai dan fitur privasi bawaan, Chrome memiliki sejumlah keunggulan yang membuat pengguna bertahan. Salah satunya adalah pilihan ekstensi yang luas untuk menunjang produktivitas, pengelolaan kata sandi, pengembangan web, hingga berbagai kebutuhan pekerjaan.

Chrome juga menyediakan sinkronisasi lintas platform, termasuk Mac, komputer Windows, dan perangkat Android. Kemudahan tersebut penting bagi pengguna yang sering berpindah perangkat atau mengandalkan layanan Google dalam pekerjaan sehari-hari.

Safari pun mendukung ekstensi, profil pengguna, serta sinkronisasi melalui ekosistem Apple. Namun, pilihan ekstensi dan kebiasaan penggunaan tetap dapat memengaruhi keputusan seseorang untuk berpindah browser.  

Bagi pengguna Mac, perbandingan antara Safari dan Chrome pada akhirnya bergantung pada kebutuhan masing-masing. Pengguna yang mengutamakan waktu pemakaian baterai dan integrasi dengan perangkat Apple dapat mempertimbangkan Safari, sedangkan mereka yang membutuhkan ekstensi tertentu atau bekerja di berbagai sistem operasi mungkin tetap memilih Chrome.

Kampanye ini memperlihatkan cara Apple menonjolkan kelebihan produknya dalam persaingan browser. Namun, klaim performa yang disampaikan perusahaan tetap perlu dibaca berdasarkan kondisi pengujian, sementara kenyamanan penggunaan sehari-hari menjadi faktor penting dalam menentukan browser yang paling sesuai.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online