Kemenperin Nonaktifkan SIINas hingga 25 Oktober akibat PHP2Shell

Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari Sabtu, 24 Oktober 2026 11:17 WIB
Kemenperin Nonaktifkan SIINas hingga 25 Oktober akibat PHP2Shell

Foto ilustrasi media siber atau media online, dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT.

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menonaktifkan sementara Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), situs web kementerian, serta seluruh domain kemenperin.go.id. Kebijakan ini dilakukan untuk mengurangi risiko keamanan siber akibat kerentanan PHP2Shell.

Berdasarkan pengumuman melalui akun Instagram resmi @kemenperin_ri, penonaktifan layanan dimulai pada Kamis (22/10/2026) pukul 22.00 WIB dan dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (25/10/2026).

“Dalam rangka menjaga keamanan sistem informasi, akan dilakukan penonaktifan sementara layanan,” tulis @kemenperin_ri dikutip pada Minggu (24/10/2026).

Kemenperin menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari pengamanan dan penanganan teknis untuk meminimalkan risiko terhadap infrastruktur serta sistem informasi kementerian.

“Langkah ini dilakukan untuk mendukung pengamanan dan penanganan teknis guna meminimalkan risiko terhadap infrastruktur dan sistem informasi,” tulis @kemenperin_ri.

Selama periode penonaktifan, pihak-pihak yang menggunakan layanan pada domain tersebut diminta menyesuaikan kegiatan masing-masing. Kemenperin juga meminta informasi mengenai penghentian sementara layanan disampaikan kepada pihak terkait.

Pengguna diminta menunggu pengumuman lebih lanjut mengenai pengaktifan kembali layanan. Kemenperin turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

Untuk konsultasi lebih lanjut, masyarakat dan pelaku industri dapat menghubungi Unit Pelayanan Publik (UPP) Kemenperin melalui WhatsApp 08111 9377 770.

Apa Itu Kerentanan PHP2Shell?

PHP2Shell merupakan sebutan untuk dua kerentanan kritis pada PHP, yakni CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619. Keduanya dapat membuka peluang bagi penyerang menjalankan kode dari jarak jauh pada sistem yang terdampak tanpa harus masuk menggunakan akun atau melalui proses autentikasi.

PHP merupakan bahasa pemrograman yang banyak digunakan untuk membangun dan menjalankan situs web dinamis. Kerentanan pada PHP dapat memengaruhi server dan aplikasi web yang menggunakan versi rentan.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebelumnya juga memperingatkan risiko yang berkaitan dengan kedua celah keamanan tersebut. Dalam penjelasannya pada Kamis (22/10/2026), BSSN menyebut CVE-2026-109618 berkaitan dengan gangguan penanganan kondisi kehabisan memori atau out-of-memory yang dapat menyebabkan kerusakan memori ketika server memproses permintaan HTTP yang dirancang khusus.

Sementara itu, CVE-2026-109619 berkaitan dengan masalah pengelolaan status internal yang dapat membuat PHP menggunakan kembali data memori yang sudah tidak valid. Meskipun mekanismenya berbeda, kedua kerentanan tersebut berpotensi memungkinkan eksekusi kode dari jarak jauh pada sistem terdampak.

BSSN memperingatkan bahwa dampak eksploitasi dapat berupa gangguan layanan hingga pengambilalihan sistem. Data pada sistem yang terdampak juga berisiko diakses, diubah, atau dihapus.

“Data juga berisiko diakses, diubah, atau dihapus,” tulis BSSN dalam akunnya.

Jutaan Host PHP Disebut Belum Ditambal

Ketua sekaligus pendiri Communication and Information System Security Research Center (CISSReC), Pratama Persadha, menjelaskan PHP2Shell mencakup dua kerentanan dengan skor CVSS masing-masing 9,2. Menurut dia, celah tersebut dapat dieksploitasi tanpa autentikasi sehingga penyerang tidak perlu memiliki akun untuk menjalankan kode pada server yang rentan.

Pratama mengatakan pembaruan resmi untuk mengatasi kerentanan itu dirilis pada 21 Oktober 2026. Sebelum perbaikan tersedia, pengelola sistem belum dapat menutup celah tersebut secara menyeluruh melalui pembaruan resmi.

Pemberitahuan keamanan PHP juga menyebutkan bahwa pembaruan perbaikan dirilis pada 21 Oktober 2026. Versi yang telah diperbaiki mencakup PHP 8.5.12, 8.4.27, 8.3.36, dan 8.2.35. Sistem yang memakai versi lain, termasuk versi lama yang tidak lagi mendapat dukungan, perlu memeriksa panduan pembaruan dari penyedia masing-masing.

Pratama turut mengutip data Censys saat kerentanan diumumkan, yang menunjukkan sekitar 1,5 juta dari 2,6 juta host PHP di internet belum ditambal. Menurut dia, angka tersebut menggambarkan tantangan dalam mempercepat pemasangan pembaruan keamanan pada sistem yang terdampak.

Kata Kunci dan Tag SEO

, layanan digital pemerintah, gangguan website akibat serangan siber, ancaman pengambilalihan server, pengamanan situs web kementerian, konsultasi layanan Kemenperin, WhatsApp layanan publik Kemenperin, informasi resmi Kemenperin, perkembangan keamanan siber Indonesia, berita teknologi terbaru, berita keamanan siber terbaru, ancaman siber Oktober 2026, kerentanan kritis PHP Oktober 2026, dampak PHP2Shell terhadap website, cara kerja kerentanan PHP2Shell, penyebab situs pemerintah dinonaktifkan, alasan SIINas dihentikan sementara, cara mengatasi celah keamanan PHP, risiko server tanpa pembaruan keamanan, perlindungan data pada sistem informasi, keamanan aplikasi web berbasis PHP, penanganan kerentanan perangkat lunak, mitigasi serangan terhadap server, keamanan layanan digital industri, pengamanan sistem informasi industri nasional.

Catatan Editor

Penanda orisinalitas: Naskah telah direstrukturisasi berdasarkan urutan kepentingan berita, dengan penjelasan teknis ditempatkan setelah informasi penonaktifan layanan. Penilaian orisinalitas bersifat indikatif; pemeriksaan plagiarisme eksternal belum dilakukan.

Perbedaan utama dari sumber: Lead menonjolkan layanan yang dinonaktifkan dan durasi penonaktifan. Penjelasan teknis PHP2Shell kemudian dipisahkan menjadi dua bagian, yakni karakteristik kerentanan dan perkembangan pembaruan keamanan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online